Cerita Promil di Klinik Bocah Indonesia: Pengalaman Check Infertilitas Di Klinik Bocah Indonesia (Rumah Sakit Awal Bross Tangerang)

cerita promil di klinik bocah indonesia RS Awal Bross Tangerang
(Review cek infertilitasi di Klinik Bocah Indonesia RS Awal Bross Tangerang. Dokpri)



Cerita Promil di Klinik Bocah Indonesia (RS Awal Bros Tangerang) - Problematika kali ini disponsori oleh sederetan pertanyaan


"kenapa belum juga hamil "

padahal udah lama nikahnya akhirnya release juga cerita promil di Klinik Bocah Indonesia (RS Awal Bross Tangerang) ini ala aku dan sudah atas persetujuan suami, jadi akan ada beberapa yang aku skip karena permintaan suami hanya sebatas disitu aja sharing soal cerita promil kami di Klinik Bocah Indonesia.

Dan hei, kami berdua ini baru nikah satu tahun lebih 6 bulan (ini pas nulis draft ini ya dan sekarang udah mau 2 tahun kurang satu bulan usia pernikahan kami berdua) dan masalah kehamilan kami ini bukan seperti ajang masak master chef yang udah tau bumbunya trus ngolahnya gimana, trus jadi deh masakan.

Curhatan pasangan suami istri (eh istri deh) ketika ditanya kok gak hamil-hamil?

Sama halnya kayak bikin adonan roti, pas takarannya lalu baking jadi deh bolu atau roti itu. Tapi kehadiran anak, ketika ditanyakan kepada sesama manusia, yang kalian tanyakan itu kehadiran manusia juga lho, kok tanyanya ke manusia juga?

Sampai di titik dimana aku super muak, gasuka dan ingin escape dari pertanyaan-pertanyaan menyudutkan seperti itu. Pasalnya, ada sebuah kejadian yang membuat aku cukup teriris hatinya, ketika ditanya kenapa belum juga hamil, lalu aku jawab, ya gatau bu..

Dia masih melanjutkan pertanyaannya lagi,

"oh emang mba sama mas lagi menunda kehamilan?"

Pertanyaan ini udah mengandung unsur menyebalkan tapi tetap masih aku tahan-tahan. Dan berujung pada pertanyaan plus pernyataan, menanyakan kesehatan keluarga aku, terutama dari pihak mamahku, dia menganalisa dengan cerdasnya kalo faktor belum hamilnya aku ini karena keturunan. 

Sebuah analisa dengan premis yang gantung, karena premis yang kedua adalah dari pihak suami, ibu mertuaku, kakak-kakak iparku tidak ada yang sampai lebih dari setahun proses memiliki anaknya setelah dari acara pernikahan. Nyeseknya itu bukan main, aku sedih karena mamahku dibawa-bawa dan aku jelaskan kalo mamahku itu hamil ga lama dari bulan ia menikah di April, lalu dinyatakan positif bulan Juni, lalu lahirlah aku di bulan Februari tahun depannya.

Check fertilitas kita berdua yuk! 

Tepatnya setelah kita pulang dari trip Jogja akhir Februari dan awal Maret presiden Jokowi mengumumkan sudah ada pasien positif Covid-19 di tanah air, aku dan suami memang sudah sepakat buat check up dan rencana promil.

Baca juga: Apa sih sebenarnya Covid-19 itu?

Memang awalnya itu ini dari keterlambatan dan juga rasa mual yang aku rasakan saat trip ke Jogja waktu itu. Dan qodarullah memang belum rezeki kami berdua. Mungkin juga mulai dari situ kita langsung bertekad buat cek keadaan masing-masing dari kami berdua. Rasanya campur aduk sih, jujur aja. Bahkan aku sempat ngebatin gini, ya Allah memang kami berdua harus meelwati kesemuanya ini.

Di kondisi kami berdua yang belum settle ini, kami harus check up infertilitas yang biayanya cukup lumayan saat datang dan memutuskan untuk promil di Klinik Bocah Indonesia (RS Awal Bross Tangerang) ini. Terus menerus ada dalam benak aku, namun aku selalu percaya bahwa Allah sebaik-baiknya pengatur dalam jalinan kehidupan di muka bumi ini.

Sebelumnya aku sudah mencari-cari tau gimana sih step pertama kalinya buat pasangan suami istri untuk check up keadaan dirinya, untuk check up infertilitas, karena usia pernikahan kami sudah mau ke dua tahun ini namun belum dikaruniai anak, memang ada waktu selama 4 bulan kami berdua LDR Bandung-Tangerang.

Memutuskan check up infertilitas di Klinik Bocah Indonesia, Rumah Sakit Awal Bross Tangerang

Alhamdulillah aku bergabung pada sebuah WAG Orami Try Conceive dan mengikuti obrolan dan beberapa artikel dari Orami yang menjelaskan bahwa pasangan suami istri jika sudah lebih dari satu tahun dan bersama-sama (kumpul dalam satu rumah) namun belum dikaruniai buah hati, segerakan untuk check infertilitas masing-masing, keduanya ya, baik suami dan istri.

Dan pemeriksaan itu pada dokter K.Fer bukan hanya obygyn (yang bergelar SpOG) jadi aku baru tau lho disitu dan memang merekomnedasikan ke Klinik Bocah Indonesia milik Rumah Sakit Awal Bross Tangerang, happy nya kita deket banget ke Rumah Sakit Awal Bross itu, tinggal naik motor dari rumah, karena rumah kami di Komplek Sekneg Cikokol, Tangerang.

Jujur aja rasa berkecamuk itu ada, karena aku sebagai pihak wanita merasa yang disalahkan ketika belum juga memiliki momongan. Padahal beberapa dokter kandungan, ketika membuat konten di Youtube mengenai infertilitas, selalu meminta untuk para suami itu cek analisa spermanya dulu, sebelum pemeriksaan lebih jauh kepada istri, karena pemeriksaan infertilitas pada wanita itu prosesnya ga cuma sekali, beda sama pria, yang hanya analisa sperma, yaudah, dari situ bisa diobati atau ditemukan root cause nya.

Baca Juga: Cerita Satu Tahun Pernikahan Kami

Aku selalu dipaksa untuk pijat bagian rahim atau perut entahlah apa itu, tapi aku selalu menolak, karena aku belum tau hasil kesehatan rahimku secara medis itu seperti apa tapi sudah menggunakan cara tradisional. Apalagi ketika ada omongan, kalo yang cewek lah yang gimanapun jadi salah satu faktor kenapa ga hamil-hamil juga, kan wadahnya di cewek. Ada lho yang ngomong kayak gini ke aku, untuk membujuk aku lewat mamah mertuaku agar aku mau pijat perut.

Ketika hari H nya, aku menguatkan tekad dan bismillah aja, dengan dana yang memang sudah kami persiapkan untuk cek infertilitas ke Klinik Bocah Indonesia dan aku memilih dr. luky satria SpOG - KFER untuk membersamai kami berdua nanti, janjian juga dengan suster dari Klinik Bocah Indonesia ini, jadi semua proses terbilang mudah sih. Untuk biaya? Jadi kami berdua mengambil paket pengecekan USG Transvaginal dan juga Analisa Sperma plus konsultasi itu sebesar 750K. Berbeda ketika pengcekannya tidak mengambil paket, bisa 900K lebih, cek sperma 350K. Dan siapkan untuk biaya registrasi sebesar 40K (sudah berdua ya).

Saat Datang ke Rumah Sakit Awal Bross menuju Klinik Bocah Indonesia

cerita promil di klinik bocah indonesia RS Awal Bross Tangerang
(Rasanya cerita promil di Klinik Bocah Indonesia RS Awal Bross Tangerang ini butuh waktu hingga benar-benar bisa release. Dokpri)

Padahal itu sudah marak mengenai covid-19, namun kita bismillah aja, pakai masker dan juga sehabis dari rumah sakit kita akan mandi dan cuci baju secara steril. Letaknya ada di lantai paling atas dan menggunakan lift yang paling belakang. Ketika sampai, lokasinya enak dan comfy banget.

Pertama-tama kita menunggu, karena waktu itu cukup ramai juga di Klinik Bocah Indonesia ini. Setelah setengah jam kita menunggu, maka aku diminta untuk pipis terlebih dahulu, karena akan USG Transvaginal dan inget ya teman-teman yang mau USG Transvaginal, usahakan hari ke dua menstruasi datangnya, dan memang seperti ini direkomendasikannya.

Lalu kita konsultasi sama dr. Luky, dr nya ramah banget dan tanya-tanya secara psikis kita dan juga meminta kita untuk tetap tenang dan yang penting ikhtiar dulu sementara dilihat dulu dari hasil USG Transvaginal dan juga Analisa Sperma nya nanti. dr. Luky juga menanyakan bagaimana siklus haid aku ini dan aku bilang sekitar 35 hari kurang lebih sekitar itu dan tidak mengalami kesakitan menjelang haid atau haid yang tidak teratur.

USG Transvaginal di Klinik Bocah Indonesia

Aku langsung menuju kursi buat proses USG Transvaginal ini. Aku diminta untuk lepas CD plus itu di hari ke dua pasti lagi lumayan deras, tapi ya gapapa, memang prosedurnya seperti itu. Lalu bagian konektor untuk memeriksa keadaan rahim kita diolesi seperti salep dan cukup ngeri-ngeri sedap saat akan dimasukkan ke dalam vagina aku. Disitu suamiku juga dipanggil sama dokter Luky buat dilihat keadaan sel-sel telur aku.

Alhamdulillah rahim dan area vagina aku sehat dan juga sel-sel telur segar-segar dan besar (begitu katanya dokter Luky) alhamdulillah (disini rasanya ingin menangis sih gatau juga wkwk). Dan saatnya Analisa Sperma yang dilakukan suamiku. Lucunya, dia maunya sendiri dan kayak yang canggung gitu, susternya nanya, "pak kok ga ditemenin sama ibu aja?" lalu suamiku jawab "oh enggak sus, saya sendiri aja".

Analisa Sperma di Klinik Bocah Indonesia

Oh yaudah, ga ada 20 menit deh, suamiku udah keluar. Lah kok cepet amat wkwk, pengen ketawa dan gimana gitu, kata dia yaudah gitu, susah soalnya kayak ga relax. Nanti hasil analisa spermanya dikirim melalui nomor whatss app suster Oline namanya. Dan kita memutuskan untuk pulang habis itu.

Dan sebelumnya ada beberapa yang disampaikan oleh suster Oline, yaitu mengenai tingkat stress pasangan muda yang belum dikaruniai anak, sebenarnya Allah sedang mempersiapkan kita. Dimana, ATM suami aja udah kelar, karena sekarang sudah ada istri. Dan nanti ketika hadirnya anak, gitu juga, jadi siap aja yah. Disitu malah aku nangis dong wkwkw dan suster memberikan surat rujukan ke Radiologi, dimana ini untuk keberlanjutan check HSG namanya untuk wanita.

Dimana tes HSG ini untuk mengecek keadaan saluran tuba faloppi nya apakah ada sumbatan atau tidak. Dan ketika disemprotkan seperti cairan gitu, jika saluran tuba nya sehat, maka akan terasa sakit bagitu yang dirasakan dan harus datang di hari ke-9 dari hari pertama menstruasi. Harga dari HSG ini sendiri adalah sekitar 1.5 juta hingga 2 juta.

Dan di Rumah Sakit Awal Bross ini kebetulan alatnya sedang rusak jadi sekiranya aku siap, kapan aja bisa sebenarnya, yang penting waktu pengecekannya di sekitar hari itu jangan sampai salah. Dan setelah aku googling, aku nemu untuk rumah sakit An Nisa (namun aku belum survey juga sih) biaya HSG sekitar 800K.

Membaca hasil Analisa Sperma dari Klinik Bocah Indonesia

Kita pulang dan malah belanja untuk kebutuhan vitamin dan juga promil dengan vitamin E dan C, asam folat untuk menabung kebutuhan saat kehamilan nanti dan juga untuk suami yang bagus adalah Zinc, Vitamin B dan aku memilih Nature plus ini. Setelah itu aku akhirnya mendapat balasan hasil analisa sperma suamiku. Hasilnya? kami berdua jujur aja deg-deg an dan masih awam dengan istilahnya dan meraba-raba dalam membaca hasilnya.

Selain itu, dari hasil analisa sperma berupa kesimpulannya adalah masih perlu ditindak lanjuti lebih dalam lagi, hingga akhirnya kami berdua sampai hari ini masih berikhtiar dengan minum madu sp dan rencananya mau aku rutinkan untuk minum jus semangka (untuk meningkatkan kualitas sperma) secara teratur.
cerita promil sharing konsumsi untuk promil
(Cerita promil ini selaras dengan apa saja yang coba kita ikhtiarkan. Dokpri)

Bismillah ya teman-teman, apa pun yang ada dalam perjalanan rumah tangga kita, memang disinilah ujiannya, kita ga ada yang tau kedepannya akan seperti apa, yang aku tau, Allah sayang banget sama kita berdua dan menguji kekompakan dan juga rasa kasih sayang kita berdua. Semoga di waktu yang tepat, kita berdua bisa mendapatkan keturunan yang solih dan solihah.

Semangat buat para teman-temanku dan para pejuang garis dua, insya Allah semuanya pasti ada jalan dan Allah akan melihat ikhtiar kita masing-masing dan disini berupa ujian dari Allah untuk pernikahan yang memang harus kita lewati, yang penting tumbuhkan terus rasa cinta kepada suami dan istrinya, agar rumah tangga tetap harmonis dan ketika ada permasalahan, dapat dipecahkan dengan kepala dingin. Doakan kami berdua ya!




















16 komentar

  1. memang begitulah di indonesia selalu menghukum wanita dengan cara pertanyaan yang bikin sakit hati. makanya aku mah jarang tanya2 kalau gak orang itu yg ceriat sendiri. ketemu etmen lama saja gak pernah atnay anak berapa, iya kalau sdh punya anak, kalau belum atau belum menikah. Memang kiat hrs kebal sih, di indonseai ya segala ditanya. nih , aku baru punay satu anak, kapan punya adik. anak kuliah kapan selesai, sdh lulus kapan kerjanya dan sekaarng lagi nutup telinag dg pertanyaan kok anaknya belum menikah sdh mapan dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. begitulah ya mba, semakin bertambahnya usia, makin banyak pertanyaan yg seharusnya ga perlu ditanyain hehe

      Hapus
  2. Pdhl beneran masih baru y sist ckckck orang2 mah suka gitu
    Hasehhh
    Apa kabar aku yg baru pny anak stelah 8 th nikah
    Smngt slalu sist
    Saatny ngebolang dulu wkkk
    Smoga diberi yg trbaik yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi kadang gregetan tapi ya gimana ya mba, semoga ikhtiar aku ini berbuah di waktu yang tepat. Makasi banyak ya mba Miyosi :)

      Hapus
  3. Pelukkkkk Dys, akupun pernah ada di posisi kamu. Meskipun baru 1 th serumahnya tak kunjung hamil. Sakit emang ya saat ditanya tanya seperti itu, karena anak memang hak Allah utk menitipkannya.

    Tapi aku yakin kog, dengan segala ikhtiar kamu akan tersenyum pada saatnya.Awal bros deket dong ya dari rumah kamu, tinggal ngelangkah doang wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbakku tersayang, aamiin mba, aku juga insya Allah mulai nerapin banget pola hidup sehat sama rajin olahraga nih

      Hapus
  4. Dyssss
    Alhamdulillah kalian berdua komunikasinya enak nih jadi lancar dan berani periksa bersama.
    Emang kudu tebel kuping sama omongan sekitar. Semoga lancar yaa ikhtiarnya. Semangat kakaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba bener banget, hal besar yg patut aku syukuri setiap saat adalah suamiku bisa diajak kooperatif dan ga pake ngerayu2. Aamiin mbaa, makasih banyak yaa!

      Hapus
  5. Mba Grandys, semoga langkahnya dimudahkan oleh Allah Swt dan dikuatkan hatinya ya Mba.. kadang yg bikin down itu justru lingkungan sekitar (teman, kerabat, dll) padahal justru harusnya support ya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. banget mba, ini tuh dalam circle ibu2 pengajian komplek gitu, ya jadi ditelen aja sementara sambil disiapkan amunisinya kalo pada suatu saat nanya lagi dengan ada sisi judgementalnya, jahat sih, tapi dia labih jahat dengan tega main judge orang hehe. Makasi banyak ya mba

      Hapus
  6. Grandys, semangat ya! Aku cuma bisa bilang gitu, abaikan orang2 yang, ikut bayarin kamu promil aja engfak tapi suka nyinyir, abaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbaaakuuuuuu, makasi banyak yo mbaaa! peluk erat, ku rindu e

      Hapus
  7. Semangat mbaaak. Sending virtual hug for you.
    Aku dulu sama suami juga udah mau tes beginian kalau belum juga hamil. Tapi, alhamdulillah belum sampai udah hamil.

    Dan emang bener. Hamil itu bukan faktor perempuannya aja. Suaminya juga.

    Pokoknya semangat mbak. Terus rayu Allah. In syaa Allah, dedeknya akan hadir di waktu yang tepat. Pas mbak sama suami beneran sudah siap di mata Allah jadi orangtua. Semua bakalan jadi kado manis atas segala perjuangan mbak sama suami.

    BalasHapus
  8. sini aku peluk dari jauh dulu... (big huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuug)

    dari yang aku rasain, justru 1-2 tahun menikah dan belum punya anak adalah masa-masa dimana penuh esmosi. Biasanya abis itu agak berkurang emosinya, mungkin karena udah bosan.

    suami aku justru dulu dimarahin sama dokter boyke, dibilangin, jangan suka nyalahin istri kalau belum berhasil punya anak, orang2 tuh kebiasaan deh suka nyalahin perempuannya. terus aku malah jadi ketawa deh sama suami, krn kami mah alhamdulillah ga pernah saling menyalahkan.

    perjalanan kamu mungkin masih panjang, tapi aku berdoa ga perlu sepanjang kisah aku. muachhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh. semoga gimana pun nanti babak berikutnya yang akan kamu jalani, kamu dan suami akan selalu bisa saling melengkapi dan menguatkan. aamiin

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah Grandys. Udah satu step nih. Kudoakan lancar ikhtiarnya. Diberikan kesehatan, kekuatan, dan rizki yang cukup. Semangat yaaaa. Sambil berusaha, sambil dinikmati juga waktu berdua sama suaminya :)

    BalasHapus