Makanan Halal Bali-Ayam Betutu yang Endeus Banget


Pada hari kedua di Bali, aku makan malam diajak sama suami ke Ayam Betutu Khas Gilimanuk yang lokasi nya berada di tengah kota banget, dekat dengan pusat oleh-oleh Krisna yaitu di Jl. Raya Tuban No. 2x-Kuta.


Aku menyewa motor yang alhamdulillah banget tepat di depan hotel dan selama 24 jam kita menyewa seharga Rp 70.000,00 dan pergilah kita ke lokasi dengan waktu tempuh 15 menit dari hotel. Sesampainya disana, parkiran sudah full dengan mobil dan kita mendapat parkir di trotoar luar. Aku udah berfikir, wah ini enak banget kayaknya sampai penuh kayak gini.
Masuklah kita dan benar saja, didalam ruangan sudah full oleh para pengunjung dan kita menempati bangku yang telah kosong. Suami otomatis nyeletuk beberap rekomendasi menu karena saat acara kantornya sudah pernah memesan sehingga kita pesan paket satu ekor ayam betutu sudah dengan sayur plecing, nasi dan minum. Oiya, sebelum memesan paket ayam ini, aku sempat lirik-lirikan sama suami buat pesan bebek, sayang banget bebeknya habis gaess dan harga bebek disini lebih murah lho daripada ayam.


Kami menunggu 10-15 menitan hingga makanan kita tersaji. Dan waaaah, ini sih mantap banget, batinku. Aroma pedas khas Bali nya itu lho bikin ngiler dan ingin cepat-cepat mengeksekusi. Dan ayamnya sudah terbagi menjadi 5 bagian, jadi kita tidak perlu kesulitan untuk memotong-motong atau bahkan sampai menarik-nariknya hehe. Saat sendokan pertama dengan nasi hangat, itu lembut daging ayam (karena ini ayam kampung) berpadu dengan bumbu pedas nya ini bikin kita melek dears!
(Ini sih bikin goyang lidah banget geeeng!)

Oiya, aku pun tak lupa mengkombinasikan dengan sambal matah yang gak pelit sama bawang merahnya ini. Dan bayangkan, kelezatannya makin nambah-nambah dong ini. Perhatian aja ya dear, ayam betutu nya ini pedas banget menurutku sebagai penetral rasa pedas, oleh sebab itu aku mengambil sesendok plecing kangkung yang unik menurutku. Plecing kangkung ini sama hal dengan plecing pada umumnya dengan sambal di bagian atas, namun yang berbeda disini adalah adanya tambahan kacang goreng di piring lain. Dan pada saat di makan secara berbarengan, wuah itu rasa gurih dan segarnya dari plecing kangkung berkolaborasi dengan sempurna hehe. Tak lupa, aku pun memesan minum dengan minuman hangat sebagai obat dari rasa pedas setelah makan. Kita habis 160.000 disini makan berdua. Lumayan ya kalo kulineran di Bali cuma 2 prinsip aku, cari yang benar-benar halal dan juga siap-siap merogoh kocek yang lumayan. Happy holiday ya dears!


Menjadikan "Grandysofia" Sebagai Nama Blog adalah Sebuah Doa

Masing-masing dari kita pastinya mengerti bahwa nama yang disematkan kepada kita adalah bentuk proses berpikir dan hajat besar bagi orang tua kita terdahulu. Sebagai bentuk menghargai dan rasa cinta, juga tidak terlepas dari doa-doa yang mengiringi ketika anak-anaknya sudah bertambah besar nantinya.

Oleh sebab itu, bagi aku pribadi, nama adalah label berharga yang aku miliki karena aku melihat bentuk cinta yang nyata kedua orang tua kepadaku. Sehingga dalam sepak terjang apapun, aku selalu melibatkan namaku ini sebagai sebuah label ketika orang-orang berinteraksi denganku, baik secara dunia maya ataupun dunia nyata.


Oiya, banyak yang berasumsi dan banyak juga yang mengatakan kalo nama Grandysmawarni (beberapa akun memakai nama ini) adalah nama pena! 
Haha seunik itu kah, tapi aku mengakui sendiri memang unik, bahkan saat sekolah dahulu guru atau teman-temanku kesusahan saat di awal-awal perkenalan diri. Terutama bagi yang baru pertama kenal, pasti akan mengulang kembali dengan ejaan yang berbeda-beda.

Oleh sebab keunikannya, aku tetap mempertahankan namaku sebagai label di semua akun baik blog maupun akun media sosial. Mengartikan dari nama Grandys sendiri adalah nama latin dari kayu jati (Tectona Grandis) sehingga dari nama ini sedikit terselipkan doa-doa berupa harapan kelak yang menyanding nama ini dapat benar-benar kuat menghadapi rintangan yang ada dalam kehidupan.

Kurang lebihnya aku bercerita mengenai namaku seperti itu, sehingga seringkali kelewat excited dan selalu merasa istimewa aja memiliki nama Grandys. Di balik nama Grandys terselip banyak sekali harapan yang tak pernah lepas dari orang tua dan bahkan aku sebagai subjek yang sekarang mengerti arti nama tersebut. Dan kelak melalui blog inilah, perlahan aku bisa merawat diriku untuk tumbuh dengan kuat tanpa mudah keropos sehingga menular kekuatan itu bagi para pembaca blog ku nanti. Sekian ceritaku dibalik sebuah nama sekaligus doa yang aku pilih sebagai nama blog ku saat ini. Sekarang yuk share cerita unik dari nama blog kalian di kolom komentar ya, terima kasih.

Alasan-Alasan Berikut Membuat Aku CLBK (Lagi) di Blogger Perempuan Network


Aku jadi teringat sedikit saat masa-masa organisasi yang pernah kuikuti terdahulu, bahwa bukan organisasi yang membutuhkan namun orang-orang yang memutuskan berkecimpung di dalamnya. 


Sama hal nya dengan Blogger Perempuan Network, yang pada akhirnya bisa aku ikuti sampai detik ini, yang mana masa-masa hiatus sempat ada, berungkali malah.  Dimulai dari angin-anginan ketika blog sedang naik daun, lalu menjadikan komunitas blogger sebagai ajang mencari jati diri yang sesungguhnya hingga pada masa nya di lupakan juga. Namun beruntungnya aku, bisa menemukan kembali BPN dalam bentuk yang tetap asik, makin asik dan malah menjadi bukti, "ya emang gue tempatnya disini nih" seolah-olah seperti itu ladies.
Sehingga dengan bangganya aku mengungkapkan alasan aku diantaranya:

1. Membuat Semakin Produktif
Hal ini terlihat dari setiap harinya ada saja hal yang terlintas pada benak ini dan langsung ingin segera mengeksekusinya. Gimana ga buru-buru mengeksekusinya, wong tiap hari aku scroll TL BPN selalu update tulisan-tulisan kece teman-teman dari BPers. Namun terbentur dengan proses tidak konsistennya aku ini sehingga terkadang meluap begitu saja dengan rasa malas yang datang berbarengan.

2. Mengembangkan Networking
Percaya atau tidak, dari BPN ini aku menembus followers IG 2K (bangga amat anaknya wkwk). Tapi jujur lho, aku awalnya merasa sempat hopeless karena setiap ada tawaran masuk event placement dan mengharuskan followers IG ber-K-K gini bikin nyali aku ciut. Dan berkat networking dari BPN ini, followers aku sudah lumayan lah ya.

3. Menjadikan Diri Fokus Pada Kelebihan dan Passion
Pernah atau tidak, teman-teman berada pada krisis identitas dan merasa selalu membandingkan diri tentang semua hal pada semua orang yang ada dihidup kita. Kalo pernah, toss dulu. Soalnya aku pernah dan setelah bergabung di BPN, aku semakin mengerti bahwa masing-masing dari kita diciptakan bagaikan warna-warni ditaman sehingga semakin tercipta harmonisasi. Dan hal itu membuat aku fokus pada diriku sendiri, sehingga hal-hal berbau membanding-bandingkan bahkan sampai "mengurusi" kehidupan orang lain, sudah tidak sempat untuk dipikirkan, apalagi dilakukan.


Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba saja kemarin saat persiapan pernikahan aku merasa tidak ada wadah yang bisa aku luapkan demi sekedar melepas beban yang seolah-olah kusut dan sulit aku uraikan. Beruntungnya aku, dengan jalan aku mengikuti salah satu komunitas dan aku terhubung kembali dengan Blogger Perempuan Network dan hingga sekarang aku begitu jatuh hati dengan komunitas ini. Karena dengan adanya warna dari komunitas BPers ini, aku merasa perjalanan blog aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan deretan blogger-blogger senior yang terus rutin dan konsisten menyuguhkan content yang apik dan menarik.

Semua detail dari apa saja tentang persiapan pernikahan aku tulisan di blog aku yang sekarang ini. Jika bisa dilihat, aku mulai membuat blog baru ini terhitung bulan September akhir 2018 dan baru seumur jagung banget untuk dapat bertahan.Semoga aku dimudahkan dalam menggapai ilmu oleh Allah dan terus menata niat bahwa membuat content yang bermanfaat dan dapat menjalin kerjasama yang baik. Gimana ladies, pengalaman kalian dengan BPN ini, share di kolom komentar ya!

Gerakan “Melek” Prematur-Hari Prematur Sedunia oleh Nutricia Sarihusada

Sebelum saya mengikuti event ini, pandangan saya tentang kelahiran prematur adalah bukan kelahiran secara normal dan sang anak mengalami keadaan yang kurang sempurna karena harus di rawat inap di dalam NICU.
Dalam event ini, saya berkesempatan untuk menelisik lebih jauh lagi tentang prematur yang diadakan oleh Nutricia Sarihusada di Ocha dan Bella, Menteng, Jakarta Pusat satu pekan yang lalu. Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) adalah periode emas bagi tumbuh kembang anak (termasuk pada 270 hari masa kehamilan normal). Ketika anak lahir dalam keadaan sebelum masa kehamilan normal selesai, itulah definisi dari kelahiran prematur.

(Lokasi Ocha & Bella Cafe)
Selama event ini berlangsung kita di sapa dengan hangat oleh MC yang membuat acara semakin meriah namun tetap kondusif, yaitu mas Arif Mujahidin, Corporate Director Danone Indonesia. 


(Mas Arif sebagai MC)

Setelah opening yang hangat dari mas Arif, kita langsung mendapatkan true story telling oleh Ibu Yanne Sukmadewi, General Counsel Corporate Legal Advisory and Compliance Danone Indonesia sebagai seorang saksi hidup menjadi bayi prematur. Dari kehadiran Ibu Yanne ini yang menyemangati sekaligus mengedukasi kepada kita semua bahwa yang terlahir prematur tidak serta merta menjadi triggered sebuah kondisi memilukan dari seorang anak untuk tidak bisa tumbuh kembang secara normal ataupun berprestasi. Beliau bercerita
“Waktu mendengar cerita ibu saya dulu, saya tidak lepas dari pengawasan tumbuh kembang oleh ibu dan juga rutin membawa kegiatan outdoor seperti bersepeda dan ke Ancol.”

(Ibu Yanne)
Lalu beranjak pada pengenalan kondisi prematur yang dialami oleh Khalid yang saat ini sudah berusia 1 tahun dan mulai belajar berjalan. Dalam video singkat tersebut diceritakan, bagaimana struggle nya perjuangan sang Ibu yang ditemani oleh sang suami, karena ini kelahiran ke-3 nya yang pada kelahiran sebelumnya mengalami keguguran. Saat proses kelahiran ke-4 nya ini secara prematur, sang ibu mengalami preeclamsia yaitu kehamilan berpotensi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, yang cukup mengkhawatirkan. Pada kesempatan ini menuju closing acara, saya cukup surprise oleh kehadiran keluarga Khalid bersama Ibu dan Ayahnya sehingga bisa menyaksikan secara langsung tumbuh kembang Khalid yang sudah pada usia tumbuh.
(Video saat kondisi awal Khalid)


(Khalid usia 1 tahun)

Pada event ini juga, kita bersama-sama menyimak dari sudut pandang seorang Social Media  influencer yang juga pejuang dari kelahiran prematur yaitu kak Joana Alexandra pada anak ke-4 nya yaitu Ziona. Kak Joana sendiri tidak menyangka akan mengalami kelahiran prematur karena pada proses kehamilan hingga kelahiran di ke-3 anak-anak sebelumnya lancar dan normal. Beruntungnya, kondisi kak Joan seperti ini dan sangat membutuhkan support system yang baik, suami selalu ada di samping kak Joan dan begitu efeknya sampai pada Ziona.



Event ini sangat concern dengan, bagaimana cara mengedukasi masyarakat agar bisa “melek” prematur dengan mengundang dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrin, SpA ((K) selaku Dokter Anak Konsultan Neonatalogi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dokter Putri berujar “Anak yang terlahir prematur beresiko memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus karena dapat berdampak pada tumbuh kembangnya, baik dalam jangka pendek atau panjang. Perlu diingat bahwa masa depan anak tidak hanya ditentukan dari setelah ia lahir.”

Pada kesempatan ini juga, dr. Putri banyak sekali memaparkan beberapa hal dimulai dari masalah apa saja yang dialami oleh bayi prematur diantaranya metabolisme tinggi, imaturitas organ, feeding intolerance, rentan terhadap penyakit, cadangan nutrisi rendah, kebutuhan nutrisi tinggi, dan metabolisme tinggi. Juga yang dikhawatirkan terjadi pada bayi prematur adalah gagal tumbuh dan stunting sehingga menyebabkan timbulnya sindrom metabolik seperti Diabetes Melitus, Hipertensi dan penyakit jantung. Sehingga, peran ibu dan keluarga besar sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang nya seperti hal yang dilakukan saat di NICU, dr. Putri memberikan demo peragaan metode kangguru. Metode ini merupakan cara menggendong bayi untuk mendapatkan panas tubuh dari sang ibu, sehingga familiar juga dengan sebutan inkubator alami.

(dr. Putri)

Kebutuhan nutrisi harus dipenuhi secara optimal (tidak lebih atau kurang) dengan cara pemantauan secara individual dan juga selalu rutin berkonsultasi pada dokter anak menggunakan digram Fenton hingga anak berusia 40 minggu

(source:google.com)

Dan setelah 40 minggu, ada grafik lain yang digunakan untuk proses pemantauan tumbuh kembangnya yaitu grafik pertumbuhan WHO dari kelahiran normal dan dimulai dari tiitk nol. Adanya pemantauan ini, karena kelahiran prematur memiliki usia koreksi yakni, usia yang mana ia dapat disejajarkan dengan usia anak dengan kelahiran normal. Untuk lebih lengkapnya, dr. Putri memberikan rumusan tentang menghitungnya, yuk simak!

(Diagram WHO)

Usia Koreksi = Usia Gestasi plus Usia Kronologis) - 40 minggu


  • Usia Gestasi adalah usia yang dihitung dari hari petama haid teakhir sang ibu sampai hari dilahirkan.
  • Usia Kronologis adalah usia sejak dilahirkan sampai saat ini.
  • Usia Koreksi perhitungan berupa kemampuan bayi prematur disejajarkan dengan bayi cukup bulan. Dan usia koreksi ini diperhitungkan hanya sampai usia 2 tahun saja.

Diakhir acara kami menyempatkan untuk we-fie dan yang paling seru adalah saya bisa belajar dengan para blogger senior.
(Take Pict w/ mba Ya Yat)

(We-Fi w/ ka Nini & mba Mel)


Selamat memperingati hari prematur sedunia ya teman-teman. Semoga tulisan ini menjadi salah satu wujud edukasi kepada teman-teman kita diluar sana agar semakin "melek" akan kondisi prematur yang bukan sebuah halangan tumbuh kembang anak menjadi anak yang berprestasi. Dan juga, saran saya untuk selalu menjadi support system bagi keluarga, sahabat maupun rekan yang sedang mengalami kondisi kelahiran prematur dengan cara tidak berulang menanyakan disertai tatapan yang membuat sang ibu menjadi sedih. Yuk, peluk erat dan beri ruang terhangat bagi mereka!




Apa Sih Tema yang Sering Muncul di Blog Ini?

Pertanyaan selanjutnya setelah alasan menulis blog telah aku share di postingan terbaru aku. Dan sekarang berkaitan tema yang sering muncul erat dengan kesukaan terhadap suatu tema. Untuk aku pribadi tentang tema yang paling disuka adalah culiner and traveling. Hal ini berdasarkan jumlah posting selama 3 bulan aku intens menulis blog.

Ingin hati ini untuk bisa menulis tentang beauty, parenting, financial, atau pun properti yang masih terus aku asah materi nya dengan jalan membaca tanpa jeda tanpa kata tapi, dan juga blog walking. Berprogress disini terkadang menimbulkan hambatan besar ketika tema tersebut sangat tidak 'mengena' hati nurani karena seperti didikte dalam proses menulisnya.

 

Saat ini, sedikit demi sedikit aku mulai mencoba masuk dan belajar pada tema beauty. Mengenal dengan berbagai macam istilah yang sangat dekat dengan tema tersebut adalah pergerakan mudah untuk dapat menuliskan sebuah tema yang belum pernah di tuliskan sebelumnya.

Tema culiner and traveling ini menurutku memang "gue banget". Karena dengan mudahnya diri ini tergerak menuliskan secara lepas, tanpa memikirkan dengan rumit. Saat menulis kuliner, rasanya seperti hidup dan bisa berbinar-binar merasakan nikmatnya hidangan tersebut walaupun hanya dengan menuliskannya kembali, sesuai dengan apa yang dirasakan waktu itu.

Dan sama hal nya dengan menulis traveling, aku bisa melepas rasa rindu segala aroma dan perasaan yang aku rasakan tepat di waktu itu. Melihat kembali foto-foto yang aku ambil saat jalan-jalan, membuat kesenangan yang berbeda dengan melihat dalam galeri.

Pengalamanku foto-foto traveling sangat bermakna jika dibuat dengan sistematis menjadi sebuah cerita. Dan saat kita membacanya kembali, ada perasaan bersyukur yang bertambah lagi dan lagi diberikan kesempatan seperti waktu itu.

Yuk share tema apa yang bikin kalian semua berbinar-binar ketika menuliskannya tanpa ada rasa tertekan, karena bagiku penting menumbuhkan rasa suka sebelum meng-explore tema-tema yang memutar otak. Happy reading ya.

Untuk Apa Menulis Blog?

Super excited kalo ini hari pertama tantangan menulis selama 30 hari yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network.
Alasan aku ikut serta meramaikan acara 30 hari ini adalah untuk menggodok ide-ide agar tidak menjadi ampas nya aja yang hilang entah kemana. Namun bisa terdokumentasi secara ciamik dalam dokumen digital seperti blogger.com ini.
Langsung aja yuk, untuk apa sih nulis blog?
Disini aku akan banyak cerita tentang perihal keperuntukan menulis bagi diri aku sendiri. Yang mana, diharapkan adanya percikan yang tertular pada lingkungan berupa energi positif.
Pernah satu kali aku masih ingat, waktu itu menulis hanya beberapa pargaraf namun efeknya bisa memoriable sampai saat ini. Padahal jika ditilik dengan lebih lanjut, tulisan itu tidak memaknai apapun. Hanya bercerita receh tentang kejadian keseharian anak perkuliahan dan anak kosan belaka.
Seperti, "hari ini aku tuh ga sempat mandi karena harus nugas laporan Termodinamika mana dosennya suka ngadain pre-test mulu".
Dan sayangnya aku lupa dengan password beserta perangkatnya untuk web saat masa kuliah dulu. Kalo diingat geli banget gitu gak sih karena kita jadi ngerti pola pikir waktu itu seperti apa. Oleh sebab itu, aku makin excited dengan keberadaan akses tulisan yang makin lama makin canggih ini.
Selanjutnya adalah disaat waktu dan ruang yang aku rasa semakin menyempit ini, namun ada beberapa batas yang tidak bisa aku tembus dan menulis sebuah bentuk dari jalan keluar ketika kita tidak bisa melakakukan apa-apa. Karena bagiku menulis adalah seperti bagian dari diriku yang bisa aku panggil kapan pun aku mau, kapan pun aku sangat memerlukan sebuah aliran rasa dan kita tidak terlalu muluk-muluk dalam mewujudkan sebuah tulisan. Hanya dengan bermodalkan secarik tissu dan lipstick yang tidak pernah tertinggal dalam tasku ini, aku bisa menorehkan satu quote atau beberapa kalimat singkat. Begitu mudah bagiku untuk sekedar berteman dengan rasa sepi namun dengan sepintas kehadiran menulis bisa meramaikan keadaan yang sunyi senyap itu. Kita tidak pernah bisa memungkiri untuk dihinggapi oleh perasaan sepi dan senyap walaupun, bukan berarti keberadaan orang-orang tersayang kita itu tidak berarti apa-apa. Kata sobat tulus, terkadang kita butuh ruang sendiri. Hehe.
Dan yang paling pamungkas dari kenapa sih harus nulis blog? Adalah efektif dan langsung tidak memakan waktu yang lama untuk merasakan efek dari kita menulis blog. Yaitu perasaan lega dan seneng aja.
Jadi, selama aku mulai mengenal dunia menulis, dan mulai concern didalamnya, aku pun tidak melewati sebuah hal yang dinamakan proses. Proses ini melatih aku untuk bisa bertatapan dengan sebuah bentuk ketidakpastian. Saat kali pertama aku menulis hanya sekedar pemenuhan dari kegiatan menulis diary, berlanjut pada nulis kagalauan masa-masa remaja, haha dan yang mulai aku seriusi adalah proses menjadikan tulisan dalam sebuah buku.
Proses yang aku sebut sebagai perjalanan ini memberi banyak pandangan padaku untuk memilih jalan mana yang bisa aku tempuh saat sekarang dengan tidak mengabaikan cita-citaku. 
Beberapa dari keluarga dan teman dunia medsos mungkin merasakan cipratan keseruan aku untuk bisa menulis blog lagi karena aku hanya ingin mendokumentasikan cerita kehidupan dengan apik agar tidak bercecer begitu saja. Semoga niatan menulis ini semata-mata terus tertuju pada Allah sebagai langkah menghargai diri sendiri, menyadari potensi diri dan menjadikan diri pribadi yang tak luput dari proses belajar selama di dunia 
Lumayan ya, cerita tentang kenapa aku harus ng-blog ini sampai-sampai ada rasa haru yang terus aku rasakan ketika merangkai kata demi kata sehingga menjadi kalimat. Dari aku sang pencoret alfabet yang terus mau belajar.

Simak Keseruan Dream Day 2018, Beauty Worksop With Corine de Farme Purity Micellar Water


Halo sobat muslimah semua! Udah gak asing lagi kan dengan situs lifestyle terbesar di Indonesia yaitu Dream.co.id. Dengan kesuksesan Dream Day pada tahun lalu, kini Dream Day 2018 mengangkat tema “Unlimited Me” yang positif dan juga menambah keasyikan dari rangkaian acara diantaranya Beauty Workshop, Inspiring Talkshow, Music Performance.
Aku yang diberi kesempatan untuk menghadiri acara beauty talkshow dari Corine de Farme yang berlokasi di Sumarecon Mall Bekasi pada tanggal 16 November dan langsung dihibur oleh music peformance dari Band asal Bandung JAVE yang aduhai ini.Berlanjut pada sesi beauty workshop dan talkshow bersama dengan kak Alma dan Ibu Tini sebagai Senior Manager Corine de Farme

(MC, kak Alma, Bu Tini dalam sharing beaty worksop)
Kita diperkenalkan secara lebih dekat tentang apa sih Micellar Water itu. Metode double cleansing dengan Micellar Water sedang naik daunnya pada masa-masa sekarang, alasan ini terbukti dari penjelasan kak Alma, yang mana kebutuhan wanita saat ini yang aktif di luar dan pastinya harus tetap memperhatikan kesehatan kulit yang harus selalu ternutrisi. Keadaan yang sudah bergeser dari cara pembersihan dari berbagai step, dimulai dari make up remover, penggunaan facial foam, dan terakhir menggunakan toner
Dengan adanya kemajuan teknologi berupa kandungan misel yaitu molekul-molekul minyak berukuran kecil yang tersimpan di dalam air. Konsep ini sebenarnya bukanlah konsep baru dan bekerja mirip seperti sabun dan deterjen. Karena air saja tidak cukup untuk mengangkat kotoran dan minyak pada wajah. Misel yang mengandung air sekaligus minyak inilah yang mampu mengangkat kotoran, debu, dan sisa makeup yang menempel pada wajah tanpa perlu dibilas. Sehingga disebut juga sebagai teknologi dalam mempersingkat waktu pembersihan yang tujuannya tanpa meninggalkan residu di wajah.
(free sample travel size 50 ml)
Corine de Farme adalah produk yang meng-claim sebagai brand natural ini sering banget aku lihat di gerai-gerai drugstore yang ternyata berasal dari Prancis. Dan Corine de Farme ini disebut sebagai Micellar Water yang natural karena:
1   1. Harus bebas Alergi 
Hypoalergenic, yaitu meminimalkan resiko alergi pada wajah.

2. Mengandung Bahan alami
100% ekstrak bahan alam yaitu kandungan ekstrak bunga, karena identik dengan wanita yang suka dengan wewangian. Dominasi warna pink ini adalah deskripsi dari bunga Peonyy, yang berguna sebagai aroma relaksasi dan melembabkan (ada kandungan gliserin)

3. Bebas Alkohol dan Parabean
No alkohol, karena ada beberapa produk yang masih menyisakan perih-perih sedikit, walaupun dalam batas yang diperbolehkan. Namun Corine de Farme ini tidak ada kandungan alkohol.
Bebas parabean karena parabean yang sifatnya seperti pengawet sehingga ada beberapa tipe kulit wajah yang setelah terpapar parabean menjadi sensitif.

Sudah teruji Dermatologist & Octamologist tested, sehingga untuk pemakaian softlens kita ga perlu copot dulu si softlens saat proses pembersihan area mata kita. Ibu Tini melanjutkan pada sesi tanya jawab, yang salah satunya adalah tentang rasa pahit yang ditinggalkan pada beberapa produk Micellar Water setelah pembersihan lip area. Jawabannya adalah, apapun produk nya memang harus dihindarkan dari area mulut, karena resiko tertelan oleh bagian mukosa kita karena ini bukan produk yang edible.

Tak lupa, kak Alma pun menjelaskan honest review secera singkat tentang pemakaian Micellar Water dari Corine de Farme ini terutama profesi nya yang selalu tidak lepas dengan make up, baik heavy make up maupun natural make up. Hasilnya, sangat memuaskan untuk kulit kak Alma yang cenderung sensitif ini, yaitu tidak menimbulkan white heads pada keesokan harinya, walaupun kak Alma tidak membilas kembali dengan air karena kondisi badan sudah terlampau lelah.

Acara dilanjutkan dengan games, dan kebetulan aku sebagai participant nya bersama dengan kak Cantika. Games nya berupa saling menorehkan make up dengan cara dari belakang, alhasil keliatan banget cemongnya dan yang dinilai dari games ini adalah proses pembersihan make up dengan Micellar Water Corine de Farme yang dilakukan dari belakang juga.

(aku yang pake baju cream gengs!)


Setelah waktu habis dan ditentukan pemenangnya, aku dapat 2 jenis produk dari Corine de Farme, yang soon aku akan review terpisah. Acaranya seru dan di akhir kita diberikan free Micellar Water Corine de Farme 50 ml. Dan aku ini anaknya agak menimbang-nimbang saat mau membeli produk micellar water apa yang cocok dan berkualitas.dan inilah hasil honest review versi aku!



Ingredients:
Aqua, Poloxamer 184, Glycerin, PEG-40 Hydrogenerated Castor Oi, Sodium Benzoate, Parfum, Potassium Sorbate, Citric Acid, Disodium EDTA, Paeonia Officinalis Flower Extract, Sodium Hydroxide.

(Travel friendly sih ini)

(Mungil ya)

Cara aplikasi Micellar Water ini gampang banget dan proses nya gak memakan waktu yang pada akhirnya membuat mager buat ngebersihin wajah. Cukup tuang secukupnya pada kapas, lalu mulai deh pelan-pelan kita hapus make up dan segala kotoran di wajah kita. Oya, untuk berpindah dari ngebersihin bagian wajah menuju bibir, bedakan kapas ya dear.


(Jangan diperbesar ya wkwk)

Ini mencegah wajah kita yang mau bersih, eh malah belang sama noda lipstick/lipmatte.
Pada akhirnya kesempatan banget dapat travel size kayak gini dan saat aku nyobain saat sehabis bangun tidur, berhasil mengangkat kotoran sebegininya lho gengs! Udah gitu, wajah aku lembab kenyal gitu dan ada aroma wangi alami yang nyenengin banget. Wah, jangan ditanya deh sehabis ini aku pasti bakal repurchase lagi. Selamat mengunjungi drugstore setelah membaca postingan aku ini yaaak, semoga berkenan dan bermanfaat.


Sebenarnya Ini Rahasia, 20 Fact About Me!


 20 Fakta Tentang Aku

1.       Serba Instan
Inginnya serba instan adalah profil aku banget yang terbukti dan terlihat dari cara aku berinteraksi dengan orang-orang terdekat aku. Mereka pasti sudah mengerti kalo aku inginnya buru-buru dan merasa kalo kelambatan adalah proses yang sangat menjengkelkan.

2.       Sensitivitas tinggi
Aku juga baru mengerti tentang fakta point ini saat farewell di kantor aku kemarin. Jadi ada yang mengemukakan tentang bagaimana seorang Grandys dan ia bercerita bahwa aku memang sangat menjiwai dari sifat keperempuanan, yaitu mudah sekali mengambil hati dari kata-kata yang terlontar. Jika ada kata-kata yang aku rasa menyakiti, aku cenderung menjadi down dan tak luput saat itu juga menjadi air mata yang menggenang.

3.       Ingin Sekaligus
Sekaligus disini, terkadang target yang aku pasang terlalu melebihi kapasitas dengan yang mampu aku lakukan. Tak jarang berujung menjadi marah-marah gak jelas karena sudah terlampau lelah namun ingin segera beres saat itu juga.

4.       Menyukai Kata-Kata Manis
Disini bukan berarti mudah di gombalin sama orang ya. Aku termasuk orang yang jatuh cinta dengan kata-kata dan ini menjadi bahasa cintaku nomor keberapa setelah kesatu. Hal ini aku sadari saat aku begitu tersentuh dan masuk pada sebuah alam seperti yang tercantum pada sebuah cerita yang tentunya dihadirkan melalui kata-kata.

5.       Mau Balajar
Aku adalah orang yang tidak mau tertinggal satu senti pun ketika aku mengetahui ada sebuah hal yang baru dan aku cukup tertarik akan hal itu. Itu menjadi sifat yang selama ini terbangun begitu saja, mungkin bisa juga dari lingkungan yang memproses kepadaku untuk tidak malas dan segan belajar terus sampai akhir hayat.

6.       Merasa Happy di Keramaian
Ini adalah sifat aku banget setelah aku keluar dari sarang atau goa kesepian haha. Jadi, dulu itu aku merasa orang yang intorvert karena aku merasa canggung dan malu untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain secara face to face. Jika dibilang kok bisa ya dari introvert menjadi ekstrovert? Aku rasa, karena saat itu aku belum mendapatkan self development yang mumpuni agar dapat meng-explore apa yang aku rasakan. Setelah dari masa ke masa aku lewati, dan aku merasa berkembang dan saat ini menjadi lebih bahagia ketika bertemu dengan keramaian seperti seminar ataupun event-event yang berfaedah.

7.       Menyukai Tantangan
Jika disebut suka, aku cenderung menantang dengan apa yang ada didepan aku, walaupun itu tidak pernah dilakukan oleh orang lain. Seperti saat perjalanan liburan ke Jogja dan body rafting, aku memberanikan diri untuk terjun dari tebing dan sesungguhnya aku takut baget itu wkwk.

8.       Makan Banyak
Tanya deh ke mamah aku yang hapal bangte sama porsi aku ini. Namun, porsi banyakku tergantung dengan keadaan aku saat itu juga, tidak setiap kondisi aku selalu ingin banyak makan. Jika memang sedang laper banget, otomatis aku selalu ingin banyak makan dan sebaliknya, bisa menjadi malu-malu kata mamah dengan tidak menambah makanan.

9.       Rajin
Sebenarnya geli juga sih, nyebut diri aku rajin. Karena pasti ada rasa males dan kemageran yang menancap luar bisa di tubuh ini ketika kambuh. Namun, aku menyadari saat melakuakn sesuatu dan sudah menikmatinya dengan sepenuh hati, aku menjadi sangat rajin dan tanpa disuruh pun aku sudah mengerjakannya terlebih dahulu.

10.   Irit
WKWKWK. Ini menjadi sebuah rahasia tertentu, terutama temen-temen deket ataupun orang yang sudah melakukan perjalanan selama berhari-hari dengan aku. Aku irit bukan karena aku pelit atau gimana, aku cenderung memikirkan masa depan jika flow keuangan aku tidak jelas alirannya. Hanya itu saja sih.

11.   Selalu Ingin Diperhatiin
Ini nih yang kadang bikin kelabakan akunya karena memendam perasaan kangen, ingin perhatian yang tidak terbayarkan. Dan dengan mudahnya terbaawa mood swing  aja gitu.

12.   Suka warna Nude
Ketika ngeliat warna yang natural-natural aku tuh gampang jadi jatuh cinta aja gitu. Dominan baju di lemari, sekarang tuh cenderung perpaduan warna-warna kalem. Dulu aja masih suka warna-warna gonjreng yang kadang suka banget bikin tingkat kepercayaan diri meningkat. Sekarang, karena udah tambah umur kali yes, jadi suka warna-warna kalem aja gitu.

13.   Mencintai kerapihan
Virus ini apalagi kalo bukan dari emak. Mamahku paling juara deh soal beberes, aku pun berhasil dibuat risih oleh ketidakrapihan. Virus yang menumbuhkan nih gengs. Lagipula, semenjak bekerja di perusahaan yang menerapkan sistem 5S/5R, mind set aku ke rubah banget untuk tetap bisa hidup rapih dan tidak ada tumpukan barang yang sudah tidak terpakai tapi masih di simpan saja.

14.   Kebangun Jika Ujung Sprei Lepas
Ini kebiasaan yang unik banget dan baru aku tau akhir-akhir ini. Ini tuh layaknya ada yang noel badan jadi auto kebangun aja trus dengan mata terpenjam dan setengah gak sadar, benerin itu si pinggiran sprei buat di pasang lagi.

15.   Suka Iseng
Ini kerjaan aku sampai sekarang sama adik aku, Andra. Rasanya kalo gak ngisengin dia sehari aja, gatel bawaannya. Apalagi sekarang, eike udah married dan si bungsu lagi di kota gudeg untuk mengilmu pengindraan jauh, bikin sekalinya ketemu jadi rame aja di rumah.

16.   Males mandi
Nah ini fakta yang aku umpetin sekian lama dan akhirnya terkuak ketika udah jadi istri haha. Apa ya, kalo mandi tuh butuh sebuah aasan yang besar banget. Dimulai dari ambil anduk sampai masuk kamar mandi dan memulai menyiramkan air dingin ke badan kayaknya sesuatu yag males banget hahaha. Tapi, kebiasaan ini alhamdulillah sudah bergeser karena selalu ada alasan besar untuk mandi, yaitu karena setiap pagi udah rajin work out (semoga istiqomah) dan karena sekarang udah punya suami. Dan mengkoleksi beberapa varian sabun mandi untuk bisa dipakai gantian saat mandi, jadi aktivitas mandi bukan sesuatu yang malesin, malah menanti-nanti kapan bisa mandi lagi untuk nyoba si sabun mandi.

17.   Chubby Walaupun Kurus
Iya deh, yang bikin label kurus itu aku sendiri sih. Cuman, berdasarkan pengalaman aku yang lalu, saat aku masih SD-SMP, badanku cenderung berisi dan setelah lepas SMA aku menjadi berkurang berat badan alias kurus. Nah, faktanya, tulang pipi aku tinggi gitu kan jadi keliatan chubby gaes walaupun berat badan udah berkurang. Tapi, aku bersyukur dengan karakter wajah yang sudah Allah beri ini.

18.   Suka ke Tempat yang Hijau-Hijau
Entah karena STIFin aku yang TE (Thingking-Extrovert) yang merujuk untuk selalu membiasakan dekat dengan alam. Menghubungkan dengan kesegaran alam, memang badan rasanya jadi fresh dan segar gitu aja.Naik gunung adalah langkah bikin refresh lagi, namun soal capeknya jangan ditanya deh ya, lagipula butuh komunikasi panjang soal mau naik gunung ini.

19.   Paling Takut Terluka
HAHAHA. Bukan cuma terluka hati ya gaes, tapi terluka apapun. Pernah ngalamin sakit cacar api di punggung (dan ini setengah melingkar gitu) hingga akhirnya menimbulkan bekas. Lalu jatuh dari motor juga gitu, di lutut ada bekas yang belum bisa hilang. Intinya takut menghilangkan bekas yang sulit, masih susah menghapus kenangan gak sih haha.

20.   Suka di Kasih Surprise
Anaknya paling suka banget dikasih hadiah atau surprise. Gak jauh-jauh, Cuma di kasih kotak isi bungkus permen kiss aja yang romantis dari suami, udah bikin melayang dan berbunga-bunga 7 rupa kok hehe.

Yeay itulah 20 fakta tentang aku, semoga menghibur ya dan bisa diambil manfaat, yang gak bagusnya jangan ditiru ya. Terima kasih sudah mau membaca ya dears. 

Review Nasi Pedas Bu Andika, Kuliner Hits di Bali yang Halal


Sesampainya di Bali dan setelah menaruh koper di dalam kamar, aku dan suami langsung menuju warung makan yang katanya recomended dan tentunya adalah makanan halal. Warung nasi yang selalu ramai dikunjungi oleh pungunjung, terutama para pecinta pedas. 
Warnas ini terletak di Jl. Raya Kuta No. 100, Kuta-Bali dengan jarak 3km dari hotel, kita menggunakan gocar untuk menuju kesana. Sesampainya disana masih pukul 8 malam WITA dan memang pengunjung tak ada sepi nya, ada saja yang datang. Warnas ini buka 24 jam, karena kita sadar ya, Bali seperti kota yang hidup di malam hari.  

(tanpa H ya gaes wkwk)


Keadaan warnas ini, sama seperti warung-warung lalapan sekitaran kampus namun layout lebih pada kursi panjang di setiap meja yang disediakan di dalam warung. Dan di bagian depan, sudah ada pelayan yang menanyakan ke kita untuk lauknya apa saja dan ditawari mau nasi berapa porsi.
Lauknya dihidangkan dengan gerobak kaca gitu dan berbagai lauk pauk goreng tersedia disana. 

(nih rameee)


Aku sendiri memesan satu setengah porsi karena laper banget (setelah dari siang menghadapi delay si Singa) beserta lauknya ayam bumbu kuning, kerupuk teri, orak-arik tempe, usus goreng dan piring kita dibawa sama pelayan lainnya untuk dihitung dan diberikan label harga kayak gini dan aku mendapat harga Rp. 35.000,00.
(monmaap ya, udah laper haha)


Ini honest opinion aku banget ya saat makan disini, hanya sambal nya saja yang menonjolkan citra rasa pedas, over all dari lauk pauk yang cenderung manis, berhasil hanya 10 kali suap deh bisa menikmati makanan. Karena pada dasarnya aku kurang begitu suka dengan makanan yang dominan manis. Untuk rating penilaian 4/10 untuk Nasi pedas ibu Andika ini. 

(bebas milih lauk pauk mana aja)


Oiya untuk macam lauk pauknya, dimulai dari ayam goreng, ayam bumbu, teri, abon, putih telur bumbu, kulit ayam bumbu, usus goreng dan banyak lainnya. Jika kalian pecinta pedas, aku rekomendasikan hanya untuk sambelnya yang emang pedes banget dear, dan harus sedia air mineral, aku pun habis satu botol. So, makan disini bagiku penuntas rasa laparku saja dan alhamdulillah firt meal dengan mudah dapat yang halal. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Review "Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat"

The Subtle art of nit giving a f*uck 
Sebuah seni untuk bersikap bodo amat
(Pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang baik)
-Mark Manson-
Alhamdulillah aku telah menyelesaikan pra-challenge KIMI dengan mencoba mereview beberapa bacaan, dan bacaan aku jatuh pada buku ini. Karena judulnya unik dan aku udah lama banget ingin membaca buku self development semacam ini. 
Pada awal bulan Oktober aku yang diantar oleh suami untuk membeli buku ini di Gramedia Karawaci, merasa bahwa buku yang aku baca ini akan memberi dampak pada pemahaman dan nilai kehidupan aku dengan lebih realitas tanpa sebuah bayang-bayang penilaian dari lingkungan sekitar.
Dengan aku menulis seperti diatas saja, terlihat mulai muncul benih "bodo amat" yang mulai mekar. Jujur saja, baca buku ini aku merasa terseok-seok, sehingga menuntaskan pada injury time adalah sebuah pilihan yang sudah seharusnya aku beri porsi tanggung jawab didalamnya. Sungguh, tidak ada pembenaran akan sesuatu apapun yang mendekati sempurna, begitu kata Mark pada sebuah bab didalam bukunya ini. Yang ada adalah hanya pembetulan dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuah dari waktu ke waktu tanpa menuju kebenaran yang seutuhnya.
Sebelum menginjak pada bab pertama, kita akan disuguhkan berupa preview tentang akan dibawa kemana alur-alur pikiran kita ketika memutuskan membaca buku ini. Bahwa sedari awal, buku ini telah menuliskan tentang "jangan berusaha". Konyol menurutku, namun ketika selesai membaca semua pargaraf nya dan terceletuklah, memang benar, kita tidak perlu berusaha karena dengan berusaha ada kecenderungan kita menjadi tidak menyederhanakan sebuah kejadian. 
Lalu dari buku ini, bersikap bodo amat yang digaris bawahi adalah bukan tentang menjadi acuh tak acuh namun menjadi masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda. Hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan kesabaran yang sangat luas ketika kita sangat dianggap tidak ada artinya apa-apa karena sebuah hasil belum menunjukkan apa seharusnya terjadi. Dapat diambil benang merah yang runut bahwa kita dipaksa untuk memilah mana yang penting untuk kehidupan kita dan mana yang sebaliknya.
Semakin membuka halaman-halaman berikutnya smepat membuat saya semakin bingung dengan jalan berpikir penulis yang seolah mengajak berkebalikan namun menghasilkan sebuah output yang positif. Seperti kebahagiaan itu masalah, karena inti dari sebuah penderitaan itulah yang dinamakan sebagai kebahagiaan dan kebahagiaan adalah sesuatu yang bisa diutak-atik dari sebuah penderitaan.
Yang selanjutnya adalah bahwa kita tidak istimewa. Kecenderungan untuk menjadi percaya diri bahwa segalanya menjadi terpaku pada perasaan nyaman karena berhasil mengelabui diri sendiri hingga yakin bahwa mereka sedang menyelesaikan hal-hal besar bahkan ketika mereka tidak melakukannya. 
Dan point terakhir yang sangat mempengaruhi pola pikirku adalah sebuah rasa tanggung jawab dari sebuah pilihan yang terjadi pada hidup kita yang notabene nya tidak menyalahi kita, namun tetap menjadi tanggung jawab diri kita sendiri. Seperti kita kehilangan uang karena kecopetan, sepenuhnya kesalahan bukan terletak pada kita, namun saat itu juga kita harus segera memutuskan pilihan sikap apa yang akan menjadi tanggung jawab kita. 
Bersyukur aku telah menyelesaikan bacaan self development seperti ini, karena jujur aku merasa nyaman dengan bacaan yang selama ini seputar fiksi dan itu menjadikan aku tersadarkan melalui buku ini. Sangat direkomendasikan bagi yang over thinking dengan kehidupannya dan ingin berkembang maju serta yakin dengan realitas yang ada dalam dirinya. Selamat membaca ya dear.

Sejauh Manakah Aku Bekerja dan Kini Aku Resign Juga

Apa yang aku dapatkan selama aku bekerja di perusahaan berbasis farmasi ini?

BANYAKKKKK.

Selain suka dukanya yang selalu ada (karena tidak melulu soal kerjaan kan yang ada unsur suka dukanya) oleh sebab itu aku mengambil segala positif vibes selama aku bekerja disini. Aku coba serap semuanya pada postingan kali ini, agar suatu saat kalo kangen, bisa buka-buka blog aku ini.

Jadi, saat pertama lulus dari kampus tercinta di Malang, aku ng-blank banget mau bekerja dimana, seperti kebanyakan fresh graduate aku mengikuti arus dan mencoba apply kesemua perusahaan dan tibalah qodarullah aku melakukan proses melamar pekerjaan hingga harus wawancara user di Bandung, test kesehatan dan fisik juga dan terakhir aku beneran diterima disini. Speechless sih, awalnya bingung kok bisa ya? Nah, setelah aku akan resign dari sini, aku berusaha tarik benang merah hingga aku temukan alasan Allah begitu apik dalam mengatur skenario setiap hamba-Nya.

Keluarga aku bisa pindah di Karawang, jadi aku bisa mengunjungi mamah setiap sebulan 2 kali sesuai shifting yang aku jalani. Dan itu rasanya seneng banget. Lalu tahun pertama masuk kerja banyak ketimpangan yang aku rasakan karena disinilah aku sedikit demi sedikit dibentuk melalui kejadian-kejadian yang awalnya menyakitkan kini aku menjadi berterima kasih karenanya.

Memiliki partner yang begitu logis, analitik dan cenderung keras, melatihku banyak hal dan itu langsung merubah sedikit demi sedikit mindset ku untuk bisa berdamai dengan segala rasa sakit.

Saat aku bekerja, aku belum melakukan wisuda, jadi pada bulan Oktober 2014 aku izin 2 hari untuk menghadiri wisuda dan kembali lagi bekerja. Setiap hari selalu saja aku menumpahkan rasa galau ku ke mamah dan mamah selalu tak henti-hentinya menyemangati aku untuk tidak boleh kalah dan menyerah dengan keadaan. Yang aku ingat mamah selalu memberi sugesti positif bahwa aku bisa melewati itu semua dengan baik, hingga di titik dimana Allah akan memberi sinyal bahwa aku sudah cukup untuk di perusahaan ini. Pada tahun pertama aku mendapat banyak sekali ilmu pengetahun tentang bagaimana sebuah proses sediaan serbuk obat dan vitamin untuk ternak bisa di pasarkan, karena sesungguhnya di awal aku merasa asing dengan perusahaan ini.

Pernah suatu sore, setelah aku lolos tahap selanjutnya, aku iseng menuju belakang rumah di Nganjuk yang waktu itu sedang usaha ternak ayam, bebek, entog gitu dan menggunakan vitamin dari perusahaan aku ini haha. Barulah dari situ aku banyak menggali segala sesuatunya tentang job desc pekerjaan ini.

Aku belajar menjadi seorang leader yang baik itu seperti apa, dan awal-awal perjalanan aku ini susah dan sering banyak makan hatinya, karena aku terlalu baper gitu.

Pada tahun 2015-2018 ini, aku mengikuti berbagai training diantarnya:

Lean manufacturing dan kaizen

Touring plant and overview semua produk yang dihasilkan

Change Management

Konsep Poka Yoke

Kalibrasi

7 Tools

Teknik Presentasi

Step for Success

Personal Financial Planning

The Power of Positve Thinking for Handling Complain

Improving Self Leadership

Supervisi

Efective Communication Skill

Lalu selain training, di tahun-tahun selanjutnya yang membuat aku bisa menggali lebih banyak potensi di diri aku hingga aku menemukan komunitas menulis dan itu berlangsung sampai sekarang (walaupun target buku masih inproses terus) aku bersyukur dengan adanya training tadi banyak sekali hal-hal yang merubah aku pada kebaikan.

Selain harian pekerjaan yang membagi pekerjaan sesuai leadtime proses, diminta untuk terus melakukan improvement yang berkesinambungan, skill komunikasi yang efektif ini berpengaruh banyak di kehidupan selain pekerjaan juga. Aku juga jadi mengetahui apa saja sediaan farmasi beserta istilah-istilahnya, karena teman-teman yang mayoritas lulusan apoteker dan farmasi ini, mengarjarkan aku secara tidak langsung untuk bisa ikut serta mengikuti hal-hal yang update dari farmasi itu sendiri.
Ada istilah OEE (Overall Equipment Effectiveness) sebagai bahan analisa sebuah mesin berkaitan dengan yield dan itu yang menjadi hitungan KPI (Key Performance Index) bulanan. Aku juga pernah membedah bagaimana menentukan KPI dalam sebuah divisi. Selain itu ada istilah 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Seiketsu, dan Shitsuke) dalam bahasa Indonesia nya (Rapih, Resik, Ringkas, Rajin, Rawat) dan ini berefek langsung pada mindset untuk bisa selalu hidup teratur dengan tidak menumpuk barang. Sampai-sampai aku membeli buku Marie Kondo (teknik beberes ala Japan) yang dicetuskan olehnya demi bisa “waras” dengan keadaan rumah yang ter-organizer.

Selain itu juga, dalam hal teknik presentasi yang banyak dipakai saat melakukan meeting semesteran dan harus menyampaikan hasil pencapaian selama satu semester yang disaksikan oleh para team management.

Sedikit saja yang bisa aku bagikan dari segala sisi postif yang bisa aku serap dari perusahaan ini, dimana aku menemukan passion yang sekarang menjadi pilihanku untuk bisa fokus didalamnya. Aku juga pernah jatuh bangun karena sakit DB dan melakukan bedah mulut karena impaksi gigi bungsu geraham bagian kiri sehingga absensi berpengaruh banget di KPI, pernah juga kesiangan parah karena kebablasan sehabis bulan ramadhan 2015 kalo gak salah waktu itu, juga menjadi bahan bercandaan orang-orang rumah kalo aroma khas pabrik sampai terbawa dan itu melekat banget. Kayaknya, udah pada hapal dengan kebiasaanku yang harus mengganti baju produksi, saking sering dibecandain sama orang rumah. Mungkin suatu saat aku akan rindu dengan segala aromanya. Dan tidak menutup kemungkinan, aku selalu saja menggerutu ketika weekend karena harus masuk setengah hari dan sering tidak bisa menghadiri acara-acara yang selalu aku ingin hadir, karena bentrok dengan jam kerja. Saat shift 3 juga pernah jatuh bangun, saking ga kuat menahan ngantuk, aku pernah tidur sambil jalan di pukul 11 malam. Terima kasih banyak memori yang telah tercipta disini, selain hal itu aku juga menemukan banyak sosok-sosok inspiratif dan positif disini, overall aku nyaman dengan rekan-rekan kerjaku karena begitu hangat dan welcome. Sekali lagi, aku bersyukur bisa Allah berikan jalan pekerjaan di perusahaan ini selama 4 tahun, 2 bulan, 16 hari ini untuk semua kenangan yang terbaik akan aku pergunakan untuk bisa sharing bermanfaat pada banyak orang dan juga untuk terus bisa open minded. Oiya, terlewat, selain hal-hal yang serius, aku juga sering mengikuti acara perusahaan tanpa terkecuali, karena menurut aku waktunya bisa bersosialisasi sama teman-teman di bagian laiin yang jarang ketemu saat bekerja, seperti pernah outbond 2x dan aku lupa namanya wkwk. Daaaan yang tak pernah terlupa adalah kata pepatah bahwa palu sebagaimana difungsikan akan membentuk sesuatu hingga bermanfaat dan itu aku rasakan disini. Dengan intrik yang tidak hanya dari atasan atau rekan kerja saja, dalam satu team pekerjaan yang menuntut lebih memang sudah semestinya menuju angka kesempurnaan. Terlepas diomongin dibelang, di bilang gak tegas, plin-plan, pelupa, leader yang tidak pas semua sudah aku telan bulat-bulat. Kini masa depan terpancar dan aku merasa sudah waktunya tutup buku dengan cerita lama itu sebagai bahan pembentuk diri. Terima kasih banyak, semoga ada rindu yang terbersit.

(Ini Shift 2 squad, bakal kangen banget ya Allah)
(PCC Team!)

Bagaimana Rasanya Naik "LION AIR" Pasca JT-610?



Sebelum lanjut membaca, bolehkah aku sampaikan sedikit perihal penerbangan dengan Lion Air ini adalah penerbangan pertama kalinya setelah sepuluh tahunan tidak terbang sama sekali. Sedih sih iya, berasa jadi katrok banget gitu kan. Karena emang dulu sewaktu masih piyik, karena tinggal di luar daerah, tepatnya di Ternate, frekuensi untuk terbang terbilang sering jika dibandingkan sekarang. Ditambah dengan adanya tragedi pesawat Lion Air, JT-610 yang mengalami kecelakaan semakin parno lah aku ini, dan walaupun parno nya ditutup-tutupi, yaitu dengan santai nya menanggapi ledekan dari beberapa orang, kenapa masih milih maskapai ini padahal sudah jelas ada kejadian yang gajauh sama keberangkatan aku ini.

Jadi, aku flight tanggal 10 November 2018 dan sudah booking tiket, sudah issued juga di 2 minggu sebelum keberangkatan. Ketika banyak ledekan kayak gitu, aku hanya bisa menanggapi “Ya namanya umur, kematian dan rezeki semua udah ada tulisan-Nya, jadi kecelakaan kemarin ya emang sudah qodarullah dari Allah. Mau ngehindar kayak apa juga, kalo udah waktunya di dunia selesai, ya udahan aja tanpa ada yang bisa menghalang-halangi”. Setelah menanggapai beberapa gurauan sebelum keberangkatan perjalanan menuju CGK dari rumah Tangerang diliputi dengan hati yang gak begitu gelisah.

Sesampainya di bandara CGK, dansepanjang jalan untuk check in ya banyak doa aja sama sugesti positif juga, terlebih ketika aku posting detik-detik mau boarding, banyak banget yang nyemangatin aku. Makasih banyak lho ini, karena jujur aku disitu takut dan mana sendirian juga waktu itu. Jadwal flight pukul 13.30 WIB dan aku masuk gate B6 saat itu orang riuh banget, berasa rame aja di ruang tunggu. Setelah jam 13.15 kok kayak ga ada panggilan apa-apa. Dan ternyata delay dong sodara-sodara 40-60 menit berdasarkan pengumuman. Kenyataannya, 2 jam aku baru bener-bener flight. Bener sih, dari gate B6 kita di bawa dengan shuttle bis gitu, tapi disitu kita nunggu kedatangan itu shuttle lama booo. Ya saran aku sih, kalo emang belum ada jangan dipaksa buat turun kebawah, panas-panas pula, kalo kita masih di ruang tunggu kan enak dingin.

Alhamdulillah shuttle dateng tuh, dan aku dapet teman ngobrol gitu. Ibu-ibu yang humble dan emang terbiasa PP Jakarta-Bali untuk menengok anaknya. Saat sudah dekat dengan pesawat, ternyata pesawat di ganti dengan boeing 747 dengan alasan delay, karena menunggu pesawat dari Jeddah. Dan saat sampai diatas untuk menuju seat, kita dibebaskan memilih seat gitu sodara-sodara. Makin ga kondusif sih menurutku. Kirain udah tinggal beberapa menit langsung lepas landas, eh itu masih nunggu 15 menit karena di depan ada mobil angkutan barang yang menghalangi si pesawat. 
Kemudian dan totally aku liat jam tangan udah jam 14.45 baru bener-bener take off. Selama di udara, so far baik-baik aja ya, aku malah ngantuk banget. Alhasil aku tidur dan bangun-bangun karena udah mau landing. Dan ini critical eleven banget ya, saat landed bener aja ga mulus, grubug-grubug gitu dan aku udah pasrah aja sama Allah, banyak doa dan alhamdulillah menit-menit itu berlalu dan aku tibalah di bandara Ngurah Rai dengan aman selamat lancar barokah.

Pesannya, terhadap ketakutan apapun, boleh saja mendengarkan dan sedikit terbawa suasana, dan itu wajar banget, tapi tetap kita ini di titipkan di dunia ini, tidak ada hak kepemilikan. Jika pada suatu hari kita dipanggil, apapun keadaannya ya memang sudah suratan-Nya seperti itu. Berbaik sangkalah kepada Allah bahwa Allah tidak pernah dzolim dan memohon doa terus agar mati sewaktu-waktu bisa khusnul khotimah dan masuk surga selamat dari neraka Allah.