Belajar Meningkatkan Skill Komunikasi

 

melatih-skill-komunikasi
Pict hanya pemanis


Hai haaaaai, kali ini aku mau sedikit share tentang pengalaman dalam berkomunikasi. Dalam keseharian kita, tentu saja komunikasi ini ngga pernah lepas, bukan? Contoh simple nya, dalam hubungan berkeluarga, cara kita berkomunikasi dengan orang tua, adik bahkan yang sudah menikah, berkomunikasi dengan suami dan juga keluarga suami yaitu mertua dan ipar.

Kalau sadar, kita sudah langsung mengasah skill komunikasi kita dalam keseharian. Namun, sering banget kan dengar dikit-dikit ngomongin misskomunikasi. Katanya sih gitu, tapi memang benar sih. Salah persepsi terhadap lawan bicara kita, jadinya baper, ngga enakan dan memendam sesuatu. Padahal, mungkin saja maksud dari lawan bicara kita ngga seperti itu, tapi cara mengkomunikasikannya aja yang ngga bisa kita terima atau kita ngga terbiasa.

Jujur aja, karena pengalaman pindah-pindah daerah, aku jadi sadar betul bahwa komunikasi ini harus jelas dalam penyampaian artikulasinya, efektif yaitu to the point tidak bertele-tele dan menggunakan jenis bahasa atau pemilihan kata yang tepat sasaran kepada siapakah kita berbicara. Mungkin karena pindah-pindah tempat tinggal, lalu jadi anak rantau, mengajarkan aku gimana penyampaian bahasa yang enak dan sesuai kultur setempat.

Tipikal tanah sunda dan tanah jawa sebenarnya sama sih, halus, lembut tapi terkadang suka sarkas, haha. Dan berbeda ketika aku menikah dengan suami yang ada darah Betawi asli, aku sempat kaget, kalau komentar tanpa tedeng aling-aling, haha, tapi sekarang udah biasa banget. Mamahku aja sempat kaget pas dengar dari telfon kalau suami dan pakmer lagi berbincang-bincang, dikiranya kok kayak lagi berantem. Aku bilang, engga mah itu lagi pada bercakap-cakap, memang suaranya kencang haha.

Lalu masuk ke dunia kerja yang membutuhkan skill komunikasi ngga hanya sebatas dalam keseharian kita. Komunikasi yang simple tapi singkat sehingga memudahkan atasan kita yang memiliki banyak urusan bisa menangkap maksud team nya atas sebuah kondisi atau permasalahan, tentu mereka ngga punya banyak waktu untuk ngurusin kita doang. Dalam dunia kerja sebagai Brand Executive kemarin, membuat aku melatih skill komunikasiku.

Baca Juga: Pengalaman Bekerja Menjadi Brand Executive

1. Komunikasi dalam menyampaikan report atau progress pekerjaan

Karena atasanku kemarin itu adalah warga asing, setiap penyampaian report selalu menggunakan english. Walaupun beliau sendiri meminta untuk team menggunakan Indonesia aja ngga apa-apa, karena dia pun sedang mengambil kelas Bahasa. Dalam presentasi ini, yang perlu dilihat kita ngga bisa menyampaikan dalam bentuk teks, kita harus paham dengan apa yang mau kita sampaikan. Point penting apa yang mau kita utarakan lalu masalah apa yang terjadi dan menyampaikan beberapa alternatif solusi, sehingga atasan nantinya akan berpikir solusi terbaik atau ada masukan dari beliau.

2. Belajar menyampaikan pendapat di forum

Waktu full time lagi, aku banyak banget belajar dan jadi diminta untuk mengambil banyak kelas-kelas untuk upgrade berbagai macam skill, terutama skill komunikasi ini. Saat sedang meeting, usahakan jiwa raga kita ada disitu, sehingga semua pembahasan dapat kita mengerti dan membuat adanya kerangka berpikir. Ngga lama, pasti kita menjadi kritis dan akan menanyakan atau menyampaikan suatu pendapat.

3. Komunikasi non verbal

Sebagai brand executive yang merangkap dalam berbagai peran, haha. Membuat aku belajar berkomunikasi by chat yang harus clear, tidak bertele-tele, tidak blunder dan tetap harus sopan happy kiyowo. Komunikasi dengan para manager atau kepada KOL langsung, mengajarkan bahwa chat sekarang ini bisa menjadi bukti yang kuat ketika terjadi suatu permasalahan, makanya kalau sekarang itu mengetik hati-hati banget, karena bisa jadi boomerang pada suatu saat nanti. 

Dan komunikasi dengan berbicara langsung. Aku ini ternyata masih harus banyak belajar untuk berkomunikasi secara langsung, dengan melatih IG Live di akun sosmed brand atau menjadi MC saat membawakan webinar. Atau event besar dan aku terlibat di dalamnya sehingga harus berkomunikasi dengan pelanggan secara langsung seperti pameran kemarin itu.

Semakin kesini aku jadi sadar bahwa skill komunikasi ini sangat-sangat penting, puncaknya adalah kita bisa terlihat santai dan terbiasa berbicara kepada siapapun. Untuk pekerjaan yang sekarang ini, aku dilatih untuk berhadapan dengan influencer dan tak jarang bertemu dan berkolaborasi dengan artis tanah air untuk sebuah campaign. Melatih skill komunikasi, agar tercipta percakapan yang mengalir, tidak terlihat SKSD atau sotoy, ini perlu latihan, dan sampai saat ini aku masih harus banyak belajar.

Komunikasi yang paling penting adalah komunikasi di rumah, bersama suami. Aku makin kesini sadar banget akan sikap suamiku, type nya gimana dan harus di treat kayak gimana. Kalau aku nilai, komunikasi suami itu lebih oke, karena dia kalau menyampaikan sesuatu itu langsung to the point, tegas dan jelas. Kadang dia suka komplain ke aku, kalau aku berurusan dengan CS suatu brand misal WiFi karena internet error, suka wanti-wanti, pikirin dulu apa yang mau diomongin, jadi pas konek, kita udah langsung sampaikan maksud kita dengan lancar. 

Oiya, aku belum cerita kalau skill komunikasi waktu kerja di kantor yg di Bandung, lebih ngajarin lagi gimana kita menyampaikan rules kepada team kita, karena waktu itu aku menjadi supervisor produksi dan challenging banget ada team 11-13 orang di lantai produksi. Menyampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti sehingga dalam pelaksanaan di lantai produksi tidak ada miss atau kesalahan. Pokoknya skill komunikasi kayaknya pelajaran yang dipelajari seumur hidup sih. Kalau dari teman-teman ada yang mau share cerita soal melatih komunikasi skill ini, boleh banget cerita di kolom komentar ya!

Pengalaman Jual Nasi Jinggo Khas Bali

 

nasi-jinggo-murah
WIP bagiin nasi Jumat sama Mamer

Genap satu bulan lebih, aku dan mertua (kita bermitra di sini dalam usaha nasi Jinggo Bali) membangun usaha kecil-kecilan. Kenapa aku bilang kecil-kecilan, karena kita baru sanggup perhari nya itu 20-30 bungkus dan membuka sedekah nasi Jumat setiap hari Jumat.

Masya Allah tabarakallah, aku awalnya ngga nyangka Nasi Jinggo khas Bali ini benar-benar terjual. Aku udah ngga ragu soal masakan mertuaku, dulunya beliau juga berjualan Gudeg Mercon 3 Lanang. Namun karena proses pembuatannya yang begitu tricky dan cukup melelahkan bagi mertuaku yang usianya ngga lagi muda ini, setoplah gudeg mercon itu.

Mencoba jualan ini karena melihat ada yang berjualan gitu dengan harga under 7ribuan, dan kita sampling dulu lah. Ternyata kata mamerku ini, bisa dijual dengan harga naik dikit, tapi kayak nasi jinggo beneran di Bali. Emang nasi Jinggo beneran di Bali tuh ada isi ayam suwir bumbu bali, serundeng, tempe oreg, mi goreng, sambel dan irisan telur rebus.

Akhirnya, kita cobalah buka dengan harga 6ribu per bungkus dan ini cocok buat sarapan pagi, udah lengkap proteinnya dan hemat di kantong, khususnya anak kuliahan atau pekerja kantoran yang butuh satset. Apalagi, bener-bener pakai daun pisang untuk membungkusnya, nambah sedap saat kita buka nasi jinggo ini.

Awal mula pemasarannya, aku pakai Twitter please do yiur magic, alhamdulillah impact sampai beberapa like dan RT, dan ngga kalah senangnya, aku di like sama @hrdbacot. Aku sampai DM dan meminta alamat buat aku free-kan nasi jingo untuk team-nya.

Baca Juga: Dibalik Bisnis Ngupi Eat & Drink

Aku berjualan dengan membuka lapak, yaitu meja dan juga kursi. Sebetulnya harus dibagusin lagi sih, dengan beli rak kaca yang ada geseran gitu, biar lebih estetik aja, yuk kita kumpulin modalnya. Beberapa ada yang bilang juga, aku sampai segininya cari duit, hehe. Dan orang-orang yang lewat saat aku jualan ini banyak yang kenal sama mamerku kan, tanya kalo aku nganggur ya, kok mau jualan gini.

Aku cuma jawab degan senyum dan bilang ini usaha kecil-kecilan yang menuju besar suatu hari nanti. Hehe, namanya juga tetangga ya, kadang tanggapan dan reaction kayak gitu gabisa kita tutupin. Jadi dengan aku berjualan ini, aku udah nyiapin mental, dan alhamdulillah nya mental itu terpupuk dari sejak aku SD-SMP. Papahku ngajarin, gimana jadi anak perempuan yang bisa mandiri, struggle dengan usaha-usahanya. 

Dulu, waktu SD aku berhasil jualin snack-snack dan laku keras! Dan waktu SMP, aku jualan gorengan kayak risol, bakwan, puding ke sekolahan, dan titik aku ngerasa ngga mau jualan lagi, saat jualanku ngga ada yang beli sama sekali, dan setelah itu aku ngga mau berjualan lagi. 

sedekah-nasi-jumat-nasi-jinggo
Sedekah nasi jumat. Dokpri


Dari hal kecil ini, akhirnya aku ingin usaha makanan murah meriah ini bisa jadi jembatan bantuan untuk orang-orang yang saat pagi hari kesulitan dapat sarapan yang pas di perut. Hingga tercetuslah sedekah nasi jumat, dengan kepercayaan teman-teman donatur yang transfer dalam bentuk uang yang nantinya dihitung sebagai jumlah nasi jinggo. Aku sangat open mulai dari 6ribu untuk transfer, bisa banget sedekah nasi jumat ini. Jadi ngga ada minimalnya berapa ya. 

Ketika mata ini melihat langsung setiap pemberian sedekah nasi Jumat ini, ada banyak doa-doa yang dihaturkan. Teman-teman donatur pun tak jarang menitipkan doa, dan insya Allah aku sampaikan. Biasanya aku pun dokumentasi saat pembagian nasi Jumat ini. Masya Allah, rezeki kalian semoga dideraskan oleh Allah, membantu teman-teman kita yang membutuhkan ini.

Semoga mamerku selalu sehat, dan aku bisa terus bermitra dengan beliau, sambil sedikit-demi sedikit aku belajar masaknya, hehe. 


Perjalanan Menjadi Blogger, Hingga Kini dan Nanti

gimana-menjadi-blogger
Pake stock foto OOTD

Hai, hai akhirnya kembali disela-sela aku sedang bisstrip ceritanya, pengen banget nuangin unek-unek soal dunia blogging nih.  Kayaknya kalau ngga disempetin dan ngga dipecut untuk bisa rutin ini blog, blog ini akan terbengkalai dengan jarang banget diisi sama cuap-cuap.

So, kali ini aku mau cerita soal perjalanan blogging yang ngga blogging banget (ya ampun apa sih). Kalau seseorang bertanya tentang aku dan aku akan bangga menyebut diriku sebagai seorang blogger. Suka aja dengan status sebagai seorang blogger itu punya kedudukan yang lebih beda, karena penyampaiannya melalui rangkaian tulisan yang hadir dari perasaan serta jiwa nya saat itu.

Aku sering kok, bacain konten blog aku yang lama, aku merasa ada pertumbuhan. Ya, diri, tulisan dan jiwa aku bertumbuh seiring berjalannya waktu. Dengan adanya tulisan, aku sadar kalo diriku bertumbuh. Dari situ aku semakin yakin, aktivitas nulis digital atau blogging ini banyak manfaatnya seperti ketika diri sedang drop atau merasa insecure, kita akan bangkit dengan melihat pertumbuhan kita sendiri. Dan itu rasanya melegakan banget.

Dengan adanya blog ini, aku merasa seperti diberikan arena untuk mencurahkan segalanya. Aku bercerita banyak soal pengalaman, tempat-tempat yang pernah aku kunjungi bersama orang-orang di dalamnya. Aku pun bercerita tentang saat itu, momen saat itu yang tidak bisa terulang kembali.

Banyak orang yang merasa asing ketika bersinggungan dengan kata blogger itu apa, dan aku secara mudahnya mengenalkan kalau blogger adalah orang yang suka menulis tapi medianya itu di Internet. Berbeda dengan sosmed, karena blog ini akan sampai ke orang yang mengetikkan kata kunci tertentu. Syukur-syukur nyangkut dan dibaca, itu alhamdulillah banget.

Inginnya, aku itu konsisten banget mengisi blog, tanpa mengenal lagi sibuk kaki di kepala, kepala di kaki, tapi aku menyempatkan 30 menit untuk bisa upload satu tulisan berharga, seperti hari ini, malam hari ini.

Dan kebanyakan yang mengerti blogger itu langsung tanpa tedeng aling-aling, bertanya balik, emang ngelakuin kayak gitu dapat uangnya? Ada cuannya? Aku biasanya nyengir dan kebanyakan aku jawab, kalau ada client yang menawarkan ingin memakai jasa seoarang blogger, bisa banget.

Aku ceritakan bagaiman aku dapat client pertama di sebuah hotel Lido Lake Resort, yang bermula dari membawa cerita honeymoon dan perjalanan sebagai newly weds. Walaupun tidak ditanya rate dan tidak ada pemberian berapa nominal, tapi dengan menawarkan menginap secara free dan di barter dengan 1 tulisan, aku merasa bahwa tulisan aku menarik, ada yang suka, sampai orang mau barter dengan satu tulisan atau satu cerita aku ini.

Sangat yakin kalau rezeki tak akan melewatkan hambanya, jika aku mengerjakannya dengan sepenuh hati dan suka cita. Memang tetap harus ada booster untuk memecut, kalau posting kayak gini aja harus ada ODOP yang dilaksanain sama ISB, yaitu teh Ani, guruku pertama dari aku pindah ke Tangerang dan belajar blog dari beliau.

Oh iya, dari blogging, aku mengenal dunia marketing, digital marketing dan content. Aku akuin kalau content sendiri masih terus aku pelajari, karena mengenai tata bahasa yang berpengaruh kepada customer, yang ringkas tapi padat dibaca, dan call to action itu sulit jika tidak dilakukan secara terbiasa.

Ketika carrier ku berada di dunia Influencer Marketing ini, aku merasa ada banyak manfaatnya menjadi seorang blogger. Aku bisa memberikan konsep dan storyline yang efisien dan nyaman aja gitu ngerjainnya. Sekian deh cerita aku jadi kebanyakan, nanti bosan haha, boleh komen dan berbagi cerita ya.

Review Treatment Photo Facial Glow di ZAP Clinic Karawang

treatment-photo-facial-glow-zap-karawang
Yeay akhirnya ZAP Clinic open di Karawang. Dokpri

Hai haaaai, kali ini aku mau update di blog aku soal treatment yang aku lakuin di rumah mamah aku. Ya, betul banget, yang udah kenal aku pasti tau aku sering beberapa Minggu dalam satu bulan untuk pulang ke Karawang, yang mana tempat domisili mamah papahku.

Kalau pulang ke Karawang, aku hampir jarang untuk ngelakuin treatment. Ya gimana dong, udah sejatuh cinta itu sama ZAP. Buat yang belum tau apa itu ZAP, bisa cek treatment pertama aku di ZAP dan kayak udah jatuh cinta pada treatment pertama, gitu kali yah judulnya.

Baca Juga: Pertama Kali Treatment di ZAP Alam Sutra

Dan kabar menggembirakan itu datang saat aku tau kalau di Grand Taruma ada opening ZAP Clinic sejak bulan September 2022. Seru banget, dulu tuh di Grand Taruma ini kawasan nongki para anak muda Karawang gitu dan lokasinya dekat sama pintu tol Karawang Barat, sekitar 10 menitan kalau lagi ngga ada macet dari kawasan KIIC.

Aku happy banget dong, akhirnya bisa treatment saat aku lagi pulang ke Karawang ini. Akhirnya di hari Sabtu, aku dianter sama mamahku tercinta ke ZAP Clinic yang ada di kawasan Grand Taruma. Kalian kalau bingung cari di mana, cek aja sebelahnya Mc'Donalds dan udah keliatan banget ZAP clinic nya. Menurut aku ZAP Clinic di Karawang ini cukup besar dan luas gitu.

Saat masuk, aku sudah registrasi sebelumnya dan dicocokan datanya dengan treatment terakhir aku di ZAP Alam Sutra. Kali ini aku pilih ZAP Photo Facial Glow yang menjadi treatment terfavorit karena menggabungkan 3 treatment dalam satu waktu treatment. Eitss, tenang aja, kalian jangan berpikir kalau treatment Photo Facial Glow ini lama, justru pas banget durasinya yaitu sekitar 35-40 menit.

ZAP Photo Facial Glow

zap-clinic-karawang-nyaman
Nyaman ya bund. Dokpri

Aku langsung naik ke lantai 2 dan cozy banget ruang tunggunya, baik di lantai 1 & 2, disediakan air mineral refiil juga. Saat aku masuk ke treatment room, pertama-tama aku dibersihkan dulu dengan cleansing yang dilakukan oleh mba perawatnya. 

Setelah itu, dilakukan Oxy Infusion cleansing yang mana kita seperti disemprotkan cairan dingin yang menyejukkan wajah yang sifatnya mengoptimalkan proses cleansing tadi. Setelah itu, masuk ke Laser Toning dan aku ditangani oleh dokter dari ZAP Clinic Karawang ini. 

zap-clinic-karawang
Jerawat batu solusinya ke ZAP Clinic. Dokpri


Nah, yang paling aku suka dari treatment di ZAP ini adalah ditangani langsung oleh dokter-dokter expertise. Lalu aku langsung cerita keluhanku yaitu ada jerawat batu yang sulit kempis sudah satu mingguan lebih. Justru malah menghitam dan saat dipegang, mengeras gitu. Dokter juga bilang, kalau ada jerawat seperti ini, baiknya kita tidak mencuil-cuil iseng dengan tangan, karena takutnya malah infeksi. Seram betul kawan-kawan. Dokternya pun nanti akan menembakkan laser pada titik jerawat batu aku itu. 

Saat proses Toning Laser ini, kedua mataku ditutup dan dokter mulai menembakkan satu persatu ke titik-titik di wajah sambil menanyakan apakah level sakitnya sudah pas atau belum. Saat laser ini, terasanya cekit tipis aja kayak kena jarum pentul kok dan ada aroma terbakarnya yang wajar.

zap-clinic-karawang
Alma Beauty di ZAP Clinic Karawang. Dokpri

Setelah laser selesai, dilanjut ke Alma Beauty Rejuve. Nah ternyata proses Alma Beauty Rejuve ini, lebih tinggi teknologinya dari IPL, lho. Dan Alma ini bertujuan untuk mencerahkan kulit wajah, mengurangi kemerahan setelah proses Toning Laser tadi dan juga meratakan tekstur kulit wajah.

Proses ini diawali dengan aku dioleskan gel yang dingin tapi nyaman banget di kulit, lalu berikutnya dokter akan menempelkan alat Alma ini yang rasanya hangat di kulit. Saat menempelkannya, dokter pun bertanya, apakah terasa panas menyengat atau tidak. Lalu setelah selesai, dokter pamit dan di take over lagi sama perawat.

Dilanjut dengan pembersihan gel dan Oxy Infusion lagi tapi kali ini kandungannya adalah serum. Bagian terakhir nya adalah aku diberikan sunscreen karena hari itu masih jam 3 sore dan sunscreen itu wajib banget dipakai.

Menurut aku treatment Photo Facial Glow ini worth to try banget. After treatment wajahku terasa lebih segar dan seperti biasa, ZAP itu selalu memberikan result di hari-hari setelahnya, yang aku yakin, semuanya itu butuh proses dan makin love banget sama ZAP Clinic. Kalian bisa follow Instagram nya ZAP agar tidak ketinggalan info promonya juga, ya.



Aktivitas November - Keseruan Bersama Keluarga Jelang Akhir Tahun

aktivitas-akhir-tahun-bersama-keluarga
Dokpri

Aaaah ngga terasa sebentar lagi sudah akhir tahun, kurang dari satu bulan, kita sudah menginjak bulan Desember yang menjadi penghujung tahun 2022 ini. Lalu kita siap menyambut tahun yang baru serta meninggalkan tahun 2022 yang perlu lika-liku.

Semakin bertambah dewasanya serta dinamisnya kehidupan, aku merasa kalau momen kebersamaan adalah momen yang harus selalu ada dan menjadi puncak dari pergantian tahun, khususnya di tahun ini.

Sedikit cerita, ada banyak sekali harapan dan juga check list tahun ini yang bisa disyukuri dan dirayakan dengan suka cita karena tentu saja kita sudah sangat berusaha untuk mencapainya. Perkara tercapainya dengan baik, sekali lagi, ada unsur selain kita yaitu qodarullah dari  Allah SWT. Aku yakin banget, kegagalan bukan mau dari diri kita sendiri. 

Bagiku, merayakan kebersamaan dengan keluarga adalah hal terbaik yang pernah ada dan aku sangat bersyukur dengan hal itu.

Tentu saja kebersamaan dengan keluarga tersayang untuk bisa semakin bonding, ngga bosan dengan acara keluarga yang hanya makan bareng lalu ngobrol dan gitu-gitu aja, aku mau share kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga menjelang sebagai aktivitas November kita.

1. Sewa Villa

Menurut aku, kebersamaan dengan keluarga memang bisa di mana saja dan kapan saja, tetapi ada baiknya jika dipersiapkan dengan matang dan dibuat sebagai acara. Sehingga terasa kebersamaan dan semua menikmatinya. Memang perlu ada budget tersendiri untuk ini, namun alangkah baiknya dengan kita memiliki acara dan menyewa villa ini sebagai bentuk kita ingin bonding bersama keluarga. 

2. Makan Bersama atau BBQ-an

Selain sewa villa bersama keluarga, kita juga bisa membuat acara makan-makan bersama. Apalagi saat ini untuk makan bersama bisa dengan membuat BBQ party di halaman belakang dan mengundang seluruh keluarga untuk bisa datang dan makan bersama. 

Membeli bahan-bahan keperluan untuk BBQ-an juga pasti seru banget, dan selama proses bakar-bakaran ini pasti ada obrolan dan euforia kebersamaannya akan terasa lebih dekat lagi.

3. Menonton Piala Dunia 2022

Perhelatan akbar yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang di seluruh dunia dalam FIFA World Cup tahun ini, bisa menjadi momen kebersamaan bersama keluarga. Terbayang kan, betapa serunya jika kita menonton bareng bersama keluarga saat negara favorit kita mencetak gol. Jangan lupa sambil siapkan makanan atau camilan yang lezat sebagai teman nonton bareng piala dunia tahun 2022 ini plus WiFi rumah yang ngga pakai buffering.

4. Games Anti Bosan

Mempersiapkan permainan yang bisa dimainkan bersama keluarga besar. Ada banyak referensi games-games yang pasti akan sangat seru jika dilakukan bareng keluarga. Seperti ambil uang dengan sutil tapi dengan mata tertutup, kebayang banget ini serunya.

Aktivitas November yang bisa teman-teman ikutin dan ide menghabiskan waktu bersama keluarga menjelang akhir tahun. Tentu saja aktivitas yang aku share di atas memerlukan kekompakan dan juga komunikasi dalam mempersiapkan satu persatu acaranya.

Udah ada yang pernah ngalamin kan, waktu lagi searching-searching villa yang nyaman buat keluarga, apalagi tipikal keluarga yang suka dadakan dan harus serba satsetsatset, butuh sinyal yang anti lelet dengan WiFi rumah dari IndiHome. 

Ditambah pas lagi makan bersama atau BBQ-an bareng gitu, pasti akan ada momen untuk rekam aktivitas dan bikin-bikin video atau ada yang upload story. Kebayang dong kalau WiFi rumah ngga support, untuk aja saat ini provider yang bisa bikin sinyal cepat ada dalam Telkom Group.

Rasanya ngga sabar buat mulai atur jadwal kumpul keluarga menjelang akhir tahun ini dan kalian yang belum ada ide mau ada aktivitas apa dengan keluarga tersayang, semoga terinspirasi ya. Boleh juga kalau kalian mau ada tambahan aktivitas atau kegiatan super seru bareng keluarga, share di kolom komentar ya.

Pengalaman Menjadi Brand Executive di Sebuah Brand

 

pengalaman-bekerja-brand-executive
Dokpri: Gudang sebuah brand

Bismillah, halo teman-teman semuanya. Setelah lebih dari satu bulan aku terakhir ada di pekerjaan sebelumnya, aku sangat-sangat merasa bersyukur karena pernah memiliki pengalaman bekerja di sebuah brand dan job desc aku saat itu adalah menjadi brand executive pada brand tersebut.

Mungkin teman-teman ada yang beberapa kali sudah pernah aku ajak bekerjasama dalam beberapa campaign digital, tahu sekali aku bekerja di brand apa ya. Mungkin aku bisa mention jika ada yang bertanya by personal ya haha.

So aku mulai bercerita serba-serbi saat aku bekerja di brand dan ini bisa sebagai portofolio yang mungkin bisa membantu aku suatu saat nanti saat dipertemukan dengan kesempatan kerja baru.

Brand Executive

Saat itu aku langsung diberikan job description sebagai brand executive karena melihat backgorund aku yang sudah ada di dalam dunia content creator untuk konten aku sendiri sebagai travel blogger, share cerita pengalaman jalan-jalan ke suatu tempat, review kuliner yang ngga biasa dan biar berkah juga jualan orang-orang trsebut sehingga ditemukan oleh para wisatawan, sesimpel itu sih/

Karena pandemi juga, aku mulai tertarik dan banyak menonton film. Aku ini tipe yang kalau kebanyakan informasi tuh gampang skip dan lupa, aku sayang banget kalau film-film yang sudah aku tonton dan aku coba ceritakan ulang di blog (jujur ini juga masih ada kendala di aku yang mungkin kurang rajin ya untuk menulis review film di blog).

Selama menjadi content creator, tentu aku banyak bekerja sama dan networking dengan teman-teman content creator lainnya dalam beragam persona. Ada Moms blogger, travel blogger, foodies, home decor enthusiast dan beauty blogger. Dan bahkan saat ini pergeseran konten sudah berada pada kebutuhan akan KOL (key Opinion Leader), talent, Influencer.

Alhamdulillah sekali aku  sangat bersyukur, BOD dan manager marketing di company aku yang sebelumnya memberikan aku kesempatan untuk bisa prove untuk mencari, contact, deal dan sampai pada tahap KOL selesai posting content tersebut.

Brand executive itu sendiri, aku memegang beberapa brand yang lebih dari 2 brand utama yang aku perhatikan mulai dari engagement, activity dan juga tentu kepada hasil akhir berupa konversi.

Selama menjadi brand executive, aku juga banyak belajar dan harus belajar banyak dalam dunia marketing, terutama digital marketing. Aku masih belajar dalam membuat EDM, SEM aku juga menulis artikel dalam seminggu sesuai dengan seasonal atau regular konten.

1. Social Media Content

Dalam social media ini, aku memegang beberapa account untuk aku buatkan content plan yang nantinya akan di share ke team design untuk dibuatkan content fix nya. Ini aku jadi belajar banget mengenai create content, gimana cari ide-ide yang bisa memancing orang untuk komen, orang akan penasaran dan tentu saja beritanya harus valid. 

Ngga hanya itu, sosial media itu menurut aku sangat challeging buat brand yang mau engage costumer bahkan followers. Harapannya dari followers jadi customer dan dari customer akan menjadi royal customer dan top of mind brand untuknya. Seru-seru sedap kalau pengalaman aku kemarin, dan jadi sangat belajar juga mengenai wording, kalimat singkat yang persuasif dan bagaimana memancing CTA (Call To Action) dalam sebuah konten.

2. KOL Specialist

Saat menjadi brand executive di brand ini, aku juga melakukan marketing melalui influencer marketing. Sehingga aku mengerti persona-persona dari beberapa list KOL yang cocok dengan kategori brand. Brand yang aku pegang ini juga ada beberapa kategori gitu, in general aku bisa reach siapapun.

Namun waktu di brand, terbatas untuk beberapa persona KOL (Key Opinion Leader) saja. Misal ada untuk Moms yang baru hamil atau newly wed, menyusui, beauty or travel person. Sedangkan untuk KOL specialist ini seharusnya memang expertise nya untuk handle KOL mulai dari reach out sampai dealing untuk kerjasama dan melakukan payment.

KOL specialist ini membutuhkan skill komunikasi yang cukup baik untuk sama-sama menemukan win-win solution saat campaign sedang ada kendala. Serunya menjadi KOL specialist di brand ini tuh bisa bekerja sama dengan para influencer dengan tier Nano, Micro, Mid-Tier dan Macro beberapa. Waktu di brand, aku belum sampai tahap bekerja sama dengan Mega atau selebrity.

3. Store Visit

Waktu itu, sebagai brand executive, harus memiliki kerangka berpikir untuk membangun brand dengan menjadwalkan kunjungan ke store-store dan melihat penjualan secara offline gimana. Dan saat di store, kita bisa melihat produk-produk yang seharusnya lebih di highlight perbulannya sesuai dengan thema, misalkan bulan Februari adalah hari kasih sayang. Lalu juga kita bisa ada ide tentang campaign apa yang mau kita jalankan dengan adanya store visit ini beserta promo-promo yang lebih menarik.

4. Marketing Activity

Dalam dunia marketing yang baru aku jalanin selama menjadi brand executive di brand saat itu, membuka banyak sekali peluang untuk aku belajar banyak hal. Menjalankan marketing pada sebuah brand itu harus memahami customer journey. Lalu menguasai skill copywriting, communicate dalam ranah sosial media. 

Activity untuk marketing ini bisa dimulai dari mana saja dan memunculkan campaign itu menurut aku menjadi hal yang paling menarik serta challenging sih. Dalam mengajukan proposal campaign itu harus disertai dengan objective dilakukannya campaign serta perkiraan budget. Selain itu, target audience nya akan menyasar ke arah mana. 

Selain activitas campaign, dalam marketing funnel itu kita bisa otak-atik mana dulu yang mau kita lakukan. Kalau awareness sudah terlewati, saatnya brand menginginkan data-data customer dapat masuk ke brand untuk brand pakai sebagai analisa data dan ngga memungkiri untuk dihasilkannya konversi (dalam rupiah). Seperti bisa dilakukan webinar baik offline atau online dengan menghadirkan expertise seperti dokter bahkan bekerja sama dengan rumah sakit besar sebai branding. 

Paling menyenangkannya adalah saat menghadiri pameran untuk bisa engange langsung dengan pembeli atau calon pembeli. Nah, di sini kita harus sudah di luar kepala pengetahuan tentang produk serta keunggulan produk satu sama lain. Bahkan kita harus pintar untuk mengajak orang-orang yang hanya lewat, tapi bisa sampai belok ke booth kita dan melakukan order di sini. 

Pengalaman menjadi brand executive ini tidak pernah akan aku lupa sehingga aku abadikan dalam tulisan ini dan semoga dapat membantu buat teman-teman pencari kerja dalam dunia marketing, KOL specialist, marketer, brand executive, content atau sosmed specialist dapat sedikit tercerahkan dengan postingan kali ini. Oya, aku juga mau semangatin teman-teman yang mau switch carrier ke dalam dunia marketing atau apapun itu, jangan takut untuk belajar hal baru, jangan merasa insecure karena kita berawal dari nol lagi, yang penting kita ada support system dan tekad yang kuat aja. Boleh komen ya!

Sebuah Deep Talk Bersama Suami


curhatan-rumah-tangga


Ceritanya, aku mau mengabadikan perasaanku dan juga  bincang-bincang yang kita lakukan secara tidak sengaja di hari Minggu siang itu.

Hari itu, dengan padatnya kegiatan di pagi hari, karena aku sudah mulai berjualan nasi Jinggo dan suami kalau weekend juga ikutan bantu, dan alhamdulilah nya kita buka sampai jam 11 siang. Berhubung, aku juga sambil ada sensus penduduk gitu, trus agak kaget ternyata ditanya pendapatan.

Dan ini ternyata ngga lama dan secara ga sadar juga bertengger di alam pikiranku dan seperti biasa, aku jadi kepikiran, emang si overthinking huhu.

Setelah beresin dagangan yang kita malah beli jamu dan jug bakso cilok, aku mandi dan juga udah beli makan siang, kebetulan pengen banget nasi Padang dengan lauk favorit telur dadar Padang plus terong balado. Aku duduk di tempat tidur dan suamiku sedang santai.

Tiba-tiba, aku memberanikan diri buat membuka percakapan. Agak sedikit sensitif karena lagi-lagi soal financial dan aku itu lebih pengen ngobrol, yuk kita kedepannya bisa yuk lebih growth gitu. Dan malah didominasi oleh air mata.

Aku kadang suka heran sama diriku sendiri, mau cerita sama suami, hal-hal yang ada di rumah tangga, mau aku obrolin, ujung-ujungnya kenapa aku itu gampang banget nangis.

Yah, intinya aku udah semakin lega dengan obrolan mendadak di siang hari itu. Bahwasannya, sekali lagi, aku ngga boleh kebanyakan melihat dan terbersit untuk membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Kita ngga ada di sepatu mereka, dan mereka juga ngga ada di sepatu kita.

Awalnya pembuka percakapan itu soal path carrier. Aku bilang, kepikiran aja gitu sama aku, kalau ditarik garis lurus secara carrier, aku udah kerja dari tahun 2014 dan hitungan matematika nya sudah 8 tahun bekerja. Kalau di tempat yang sama dengan bidang karier yang sama, mungkinkah gaji aku sudah sekian dan jabatanku sudah sekian yang. Kenapa aku ambil pilihan untuk switch carrier dan mau mengulang dari nol. Aku cuma biasa awalnya, tapi ketika suami jelasin semuanya, auto mewek akutuh.

Kata suami, sekarang itu bukan kita kerja di mana, tapi setiap hari kita ada bekerja alias ada pekerjaan. Dan jangan pernah menganggap ojol-ojol yang sudah tua kasihan, karena sampai ngojek, justru mereka semakin berdaya. Usia pensiun tapi masih bekerja, ada pekerjaan yang mereka bisa lakukan. Sekali lagi jangan money oriented, dan ini bikin aku makin cirembay huhu. 

Jarang-jarang aku bisa cerita kayak gini di blog, tapi pada akhirnya aku ingin menulis sesuatu yang menghangatkan hati di blog. Semua tentang apa yang aku rasakan, apa yang aku lewatkan dari perjalanan hidup, ingin banyak aku tuangkan di blog. 

Ketika suatu saat aku terpuruk, aku punya kilas balik dari tulisanku sendiri, aku tulis secara sadar.