Alasan Grandys Menulis Blog


Halo sahabat blogger, kali ini aku excited banget untuk ikut kolaborasi bersama Bandung Hijab Blogger yang mengusung tema "Why I Started Blogging". Dan moment ini bertepatan pula dengan hari blog nasional, yaitu pada tanggal 27 Oktober 2018. 

Berawal dari tahun 2014 yang sebenarnya aku mempunyai satu blog, yaitu wordpress dan masya Allah isinya spam banget. Semua curhatan ala anak kuliah yang gak ter-triggered tumpah ruah disana. Setelah sekian lama aku off menulis blog dan tidak menulis apa-apa bahkan diary pun tidak. Hingga pada sebuah kesempatan di akhir tahun 2016, aku menemukan komunitas menulis dan semakin meng-explore hal-hal yang masuk dalam dunia literasi. 

Pada tahun 2017 karena sebuah tugas dari Instutut Ibu Profesional yang mewajibkan untuk selalu setor tugas dan aku pergunakan wordpress sebagai rekam jejak digitalku dan sempat aku ikut ODOP oleh mba Shanty selaku PJ dari divisi RB-Literasi. Namun ya begitu, motivasi ku hanya sepercik dan pada akhirnya blog terbengkalai menjadi sarang laba-laba. 

Dan Allah pertemukan kembali alasan aku untuk bisa terus menulis dengan motivasi kembali pada dunia blogging, karena menurutku menulis blog adalah simpanan rekam digital yang masih efektif sampai saat ini.
Aku akan share  alasan, mengapa aku menulis blog berikut ini.

1. Sebagai Pengingat Moment
Aku terhitung masih newbie dan aku tidak lepas begitu aja dengan zona nyaman, yaitu one day one post. Aku berusaha untuk tetap konsisten dan memikirkan kontent apa yang bisa aku buat dan sekiranya saat di baca oleh orang lain, bisa mendapat buah manfaat dari tulisan kita. Dan alasan terbesar dari semuanya adalah sebagai pengingat moment, dan aku ingin benar-benar hidup di sebuah moment tanpa meninggalkan begitu saja kenangan-kenangannya. Sehingga, dengan tulisan aku bisa mengekspresikan dan merekam kesemuanya dalam bentuk tulisan, karena saat dibaca lagi ada perasaan menghangat dan bahagia yang tidak terdeksripsikan

2. Sebagai "Note to My Self" Diary
Jadi, aku biasakan untuk mengingat-ingat hal baik apakah yang menimpa aku setiap harinya, walaupun terkesan receh dan kejadian sebaliknya, misal sebuah kegagalan atau kekecewaan yang aku putar menjadi sebuah tulisan "pengambil hikmah". Hal ini melatih diriku untuk terus bisa mencintai hidup dan diri sendiri tanpa tergerus oleh hal-hal yang sifatnya intimidatif. Dengan adanya sebuah wadah yang bisa sebagai self reminder, kita akan tergerak menuju pada sesuatu yang lebih baik setiap harinya.

3. Sebagai Sebuah Warisan
Yap, warisan yang selalu aku mimpikan ketika tulisan aku bisa sampai di tangan-tangan para generasi penerus yang entah nanti sebutannya apa. Karena aku meyakini bahwa tulisan bisa menembus ruang dan waktu bagi setiap pembacanya dibandingkan dengan kata-kata oleh pembicara. Rasanya sangat "halu" ketika mimpi kita berupa, "ingin tulisannya di baca oleh anak cucu kita nanti, dan seolah-oleh cucu kita nanti akan memperbincangkan tentang pola pikir kita sesuai dengan kesemua tulisan kita ini".

4. Sebagai Pencari Nafkah
Point terakhir ini sengaja aku selipkan di akhir karena doa-doaku saat ini adalah bisa menghasilkan tulisan yang tidak menyesatkan para pembaca, terlebih seperti yang pernah dikatakan oleh sohabat rosul bahwa tulisan dan guratan pena ini masuk dalam dua pilihan, apakah akan membawa pada kebaikan atau kemungkaran. Sehingga, titik concern aku pada memberdayakan apa yang bisa aku bagi dan semoga tidak memberi pengaruh buruk untuk pembaca. Dan imbalan berupa fee atau uang adalah sebagai bonus dari menebar kebaikan itu sendiri.

Itu aja sharing dari aku tentang mengapa memutuskan untuk menulis blog, semoga bisa menambah semangat menulis aku tidak padam lagi, dan terpenting adalah terus melakukan improvement dengan cara sharing dan datang ke acara blogger. Lalu, ada juga cerita menarik lainnya dari Teh Tacha seputar pengalamannya dalam dunia blogging.  Selamat hari blog nasional untuk kita semua. 











Tantangan 5 Hari- Minimalism Life Style (Vol-2)

Halo sobat blogger! Kita lanjut lagi tantangan yang masih tersisa 25 hari lagi (karena update nya dengan cut off per 5 hari hehe)
Jadi setelah melakukan tantangan 5 hari yang lalu, aku semakin mengerti esensi dari gaya hidup minimalis ini. Sama seperti benar-benar hidup di moment itu dengan cara yang simple dan ga ribet. Oke kita langsung aja liat sharing seputar tantangan yang makin kesini makin membuat aku geleng-geleng karena susahhhh banget buat memulainya haha.

8 Oktober 2018

Coba untuk single tasking

Nah ini tantangan banget, karena keseringan apa-apa ingin segera dilakukan secara pararel untuk lebih bisa mempersingkat waktu. Semisal kerjaan domestik seperti memasak, mencuci dan membereskan belanjaan bisa dilakukan di satu waktu. Namun karena adanya tantangan ini, aku berusaha mengikuti seperti kerjaan di kantor, pekerjaan menganalisa data aku kerjakan full fokus selama 25 menit tanpa terdistraksi membuka email ataupun chat yang tersedia di PC kantor. Itu cuma ketika ingat saja, selebihnya tetep aja tidak bisa melakukan single tasking, sesulit itu ya merubah life style minimalis ini.

9 Oktober 2018

Sarapan pagi

Kebetulan banget aku masuk siang, jadi memang terbiasa untuk sarapan pagi dan aku sarapan bubur ayam lewat depan kosan. Bahagia banget waktu itu, kayak habis bangun tidur udah ready aja di depan mata semangkuk bubur ayam hangat ditambah suhu kamar yang sejuk-sejuk khas di pagi hari. Alhamdulillah perut terisi sampai jam 10 pagi, dan seperti biasa aku akan merasakan lapar kembali. Tapi, setidaknya aku telah berhasil membiasakan diri untuk sarapan, kedepannya akan lebih spesifik lagi deh tantangannya, misal sarapan pagi dengan segelas lemon peras hangat (no sugar) beserta overnight oatmeal banana. Semoga tanpa wacana yes!

10 Oktober 2018

Tidak komplain seharian

Saat aku sampaikan hal ini ke suami, respon dia ngakak dong. Dari dia ngakak aja aku udah komplain tuh, dan itu dia yang ngingetin "tuh baru juga declare, udah gabisa menuhin tantangan kan, dibecandain gini aja udah langsung gugur". Tapi aku pantang menyerah berbarengan dengan tak bisa juga menahan hasrat untuk tidak complain selama seharian beraktivitas dikantor. 

11 Oktober 2018

Beresin Dapur

Yash! Dapur walaupun jarang terjamah, sekalinya dikunjungi secara rutin pas ada suami aja di kosan. Eh tapi hari-hari juga sering kok bikin makanan kecil-kecilan dan alhasil berantakannya kemana-mana. Dengan adanya challenge ini, aku berhasil menghempaskan barang-barang yang gak diperlukan lagi dan dapur menjadi terlihat lebih "hidup" dibandingkan sebelumnya.

12 Oktober 2018

Tidak Mendengarkan Suara Selain Suara Alam

Repot juga nih tantangannya, aku berada di pinggiran kota yang pasti suara pertama kali aku dengar adalah bunyi notifikasi token listrik tetangga yang saling sahut menyaut. Dipaksakan mendengarkan suara alam, pol-polnya suara kokok ayam dan kicauan burung di sangkar. 

Nah, gimana, udah sedikit kebayang kan gimana rasanya hidup "simple" ala grandys minimalism style ini? Apakah diantara temen-temen sudah ada yang mencoba menerapkannya? Jika sudah, boleh share di kolom komentar ya😄

Ketika Kecewa itu Mendera

Berdamai dengan sepenggal rasa sesak berikut dengan harapan yang seolah-olah putus.
Biarkanlah jejak demi jejak kau tinggalkan perlahan, asalkan itu bukan aku. Aku yang benar-benar selalu ada disetiap awal dan penghujung dari setiap rasa sakit yang mendera tubuhmu. Kala malam terlelap, aku berikan pelukan terhangat yang semoga mampukan kamu untuk bisa berdamai dengan segala harapan yang tak berujung ini. Berdamailah, dan ada aku disini.
Sampailah pada titik ini dimana segala ego kita akan terus di uji oleh Allah, rasa kita akan terus di pertanyakan oleh Allah dengan segala macam ujiannya hingga kita mampu untuk naik level.
Aku percaya bahwa seseorang yang aku pilih adalah sebaik-baiknya dalam mengamalkan agama. Bagiku sudah sangat cukup dengan segala kondisi saat ini. Aku bersusah payah untuk meyakinkan diriku bahwa semua akan baik-baik saja, disaat masalah terbesar pun ada Allah yang mampukan masing-masing dari kita.

Terminal Wisata Grafika Cikole- Liburan Keluarga Super Seru


Liburan dadakan tanpa rencana terkadang selalu menjadi realitas! Nah, itulah yang baru saja aku alami hari Sabtu, 20 Oktober 2018 karena niat awalnya memang tidak mengagendakan pergi kemana-mana, ketika ada catcalling dari keluarga abang yang sedang di Subang dan memutuskan ke Cikole, capcus aja kita berdua dengan motor menuju daerah Cikole tersebut. 
Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 1 jam 15 menit ini berhasil nikin pinggang dan kaki bagian paha agak pegal tapi seru aja karena sepanjang perjalanan, aku bisa melihat pemandangan hijau-hijau ditambah dengan semilir angin khas udara Lembang. 

Setelah sampai, kita menuju bagian Informasi untuk mengkonfirmasi apakah ada cottage yang bisa kita booking, ternyata full booked dan kita pikir terakhir aja deh, mau balik tanpa menginap apa harus stay. Akhirnya kita masuk dengan menambah visit card karena kakak kita telah booking cottage Urban A. Lalu motor kita pun diberi sticker untuk ditempel sebagai tanda masuk. 
Saat masuk, kita melewati jalanan turunan yang lumayan curam dan sedang ada pembangunan juga, jadi hati-hati ya gengs.
Bersama Elaftih survey Tenda Dome
Setelah mengutarakan maksud untuk visit ke Urban A, kita dipersilahkan masuk dan menuju ke area parkir. Di area parkir kita telah disuguhkan barisan pohon pinus yang menjulang tinggi dan terasa sangat rimbun, ditambah dengan berjatuhannya buah pinus kering yang menambah kesan temaram lagi menghangatkan. Berjalan yang tidak cukup jauh dan kita akhirnya disambut sama mamah, ayah, ka Gun, ka Linda, dan duo krucil yang selalu ngangenin, Elfatih dan Alvaro. 
(Area Cottage lainnya)

(Ini Penginapan Urban A)
Ketika sore hari, saat sedang berjalan-jalan menikmati senja yang mulai malu-malu untuk pergi, kita melihat banyak tenda dome yang bisa disewakan juga. Inisiasi dari suami untuk proses booking yang cukup lama, hingga kita agak menunggu dan sampailah si akang mengkonfirmasi sudah bisa di booking dan langsung saja proses pembayaran di depan.
(Area Urban)

Kita bermain sebentar melepas rasa lelah yang melanda karena mengendarai motor dengan bermain bulu tangkis. Oh iya, sedikit review ku tentang cottage di Urban A ini ya.
Jadi satu kamar terdiri dari 2 bed (1 bed kapasitas 2-3 orang), lemari pakaian, TV, beberapa kursi lipat untuk bersantai di beranda depan cottage, toilet yang lengkap  dengan shower, wastafel (berada di luar toilet), closet duduk dan air hangat beserta perlengkapan mandi. 
Urban A ini di bagian depan pintu adalah full kaca dengan slide door, sehingga di lengkapi dengan pull curtain yang menambah kesan berekreasi ala truck seperti di LN. Harga satu malam untuk urban A ini 1.400.000 dengan fasilitas cukup mendukung ditambah dengan voucher jagung bakar dan breakfast untuk 4 orang.  

Saat malam hari, kita jalan-jalan untuk mencari pisang goreng dan ada satu warung yang masih buka dan cukup worth it harga satu buah pisang goreng Rp. 2.000,00 dan mengambil jagung bakar di pendopo yang aku rasa kurang matang, dan saat pukul 9 malam ada petugas yang menginformasikan untuk berkumpul di area sepanjang api unggun yang telah disediakan bangku-bangku kosong, guna menghangatkan tubuh karena udara sangat dingin. 



Pukul 10 malam aku dan suami menuju tenda dan mulai tidur dengan suasana gelap banget karena memang tidak ada lampu. Kita menggelar sleeping bag sebagai sprei dan saat pukul 1 pagi aku menggigil kedinginan dan saat itulah sleeping bag terpakai. Serasa naik gunung sama suami yang hanya menjadi wacana selama ini haha, gapapa deh ngerasain tidur ditenda dulu berdua, jalan hiking di gunungnya semoga segera terlaksana akhir atau tahun depan, aamiin.

Cheers Up!

Tenda dome ini setelah kita survey, seperti tenda saat kita melakukan pendakian, dengan fasilitas sleeping bag 4 buah, matrass full di dalam tenda, air mineral dalam dispenser, toilet bersama yang lokasinya tak jauh dari deretan tenda dome, 4 buah popmie sebagai breakfast, dan kupon jagung bakar sebanyak 4 kupon. Harga dsewa tenda dome ini Rp. 460.000,00 bisa banget buat 4 orang dewasa beserta dengan fasilitas tadi. Hanya saja, aku sedikit terganggu dengan aroma di dalam tenda yang lembab. 
Selamat berakhir pekan dengan keluarga, dan liburan dadakan ini menjadi penyegaran buat beberapa bagian tubuhku yang sudah sangat rindu dengan alam. Worth it banget untuk mengajak berkumpul keluarga satu sama lainnya dan ini kali pertama aku berkumpul bersama keluarga besarnya abang setelah menikah. Aku jadi bisa belajar banyak hal dari perjalan ini berupa menekan ego, sabar dalam segala penantian dan banyak mengucap syukur atas alam yang telah Allah karuniakan kepada umat manusia sebagai penyeimbang kehidupan di kala kepenatan dan segala tuntutan hidup terus menggerus kita, Allah telah sediakan segala solusinya. Alhamdulillah atas perjalanan kali ini, feel free to sharing how about your nice and deep experience on travel and trip!  
(Saat senja selalu indah dan penuh harap menutup malam)
(Area Warung)

Saat pagi hari nya kita bergegas sarapan di area pendopo dan cukup worth it untuk charge tanpa kupon (selain cottage yang mendapat kupon breakfast) seharga Rp. 50.000,00 per orang dengan menu breakfast yang cukup lengkap sepertu buffe pada menu restoran hotel. Selanjutnya nantikan ceritaku pada jalan-jalan di Orchid Botanical Garden pada next posting ya gengs!
(Pendopo buat kita Breakfast)
(Area Cottage lainnya)
(Mamah dan El)

Lezatnya Kuliner Purwakarta, Maranggi H. Yeti!



Kalian pasti sudah akrab dengan jenis kuliner sate yang merupakan kuliner nusantara yang namanya meroket di dunia. Bahkan mantan Presiden Amerika saja, menyukai kudapan satu ini.
Ada yang khas dari sebuah daerah, yaitu perbatasan Bandung Barat, tepatnya di Purwakarta yaitu Sate Maranggi H. Yeti yang sangat terkenal. 

Jika teman-teman datang kesini tak perlu risau karena melihat riuhnya konsumen yang datang ya. Karena sepengalaman aku, seramai apapun pesanan kita akan diantar dalam waktu kurang dari 15 menit! Hebat bukan. Sepertinya itu yang selalu dipertahankan oleh tempat itu, dimana pesaing Sate Maranggi daerah Purwakarta pun bertebaran banyaknya.

Nah, ketika kalian disini, biarkan driver untuk mencari lokasi parkir dan kalian langsung menuju meja makan yang telah tersedia dari ujung hingga pangkal (karena saking luasnya), lalu nanti minta daftar menu pesanan dan kita mengisinya. Setelah mengisi, kita panggil akang-akang nya dan akan di crosscheck pesanan kita, dan setelah menunggu tidak lebih dari 15 menit, pesanan kita akan tiba. Se-simple itu dear!

Sop Iga Kambing



Untuk sop iga kambing ini terdiri dari irisan kol, wortel dan beberapa potong daun bawang yang bener-bener menggugah selera jika dimakan berbarengan dengan sate maranggi ini. Kuah dari sop cukup gurih dan tidak terlalu pekat karena ada beberapa potong kikil didalamnya. Yang istimewa adalah, sop nya masih hangat saat tersaji dimeja! Satu porsi sop iga kambing ini seharga Rp. 30.000,00
Sate Maranggi Sapi dengan Sambal Tomat Pedas


Selanjutnya adalah menu utama yaitu sate maranggi sapi/kambing dan ayam pun tersedia disini. Satu tusuk dihargai sebesar Rp. 3.000,00. Soal rasa, aku suka banget sama sate maranggi disini, karena tekstur dagingnya empuk, bumbu ketumbar sudah ng-blend dengan aroma babakaran dan tambah lengkap dengan sambal tomat cabai seperti gambar diatas, pokoknya super endolita gengs!
Nasi timbel
Jangan lupa pesan nasi ya, dan aku bisa nambah 2 porsi nasi timbel ini kalau makan disini karena sensasi pedas dari sambal beserta sate maranggi nya benar-benar menggungah selera makan siang. Satu posri nasi timbel Rp. 5.000,00

Nah gimana, jadi segera ingin pergi kesana gak nih setelah baca postingan aku? Semoga puas dan ingin kembali lagi makan disana ya gengs! Terima kasih sudah membaca, silahkan sharing yang punya pengalaman sama ketika menyantap sate maranggi di tempat lain.

Tantangan 5 Hari-Minimalism Life Style (Vol.1)



Ini catatan aku di hari rabu 3 Oktober 2018
Aku mengikuti tantangan 30 hari untuk menjadi seorang yang minimalis. Aku belum tonton keseluruhan video dokumenter tentang minimalisme. Setelah di lampirkan beberapa tantangan dari teman menulis aku yang sekarang adalah seorang ibu dari dede yang super gemesin banget, aku kampanyekan untuk menantang diriku mengikuti challenge ini.
Hari rabu dalah jadwal untuk membersihkan isi tas.
Aku melakukan pada 3 jenis tas yang ada di kamar aku sekarang. Aku kira dari ketiganya sudah bebas dari berbagai macam sampah atau barang-barang yang seharusnya udah aku buang setelah sampai di kosan. Ternyata masih ada dong.
Jadi disitu ada sampah aqua gelas yang sds di tas ngaji aku, aku memang terbiasa mengantongi sampah jika kesulitan dalam menemukan tong sampah dan sering kejadiannya itu kelupaan gengs!
Lalu ke tas satu lagi yang isinya barang make up aku yang biasa aku simpan di dalam tas namun tidak segera membereskannya. Kadang berefek ketika aku memerlukannya. Jadi butuh waktu lama untuk mencari, padahal ada di tas, dan ini menjadi sebuah waste. 
Dan tas terakhir yang banyak koin recehan serta struck belanja dan debet. Oiya dan juga jarum pentul yang berserakan banyak di dalam tas. Kayak gini, kalo dicari dan lagi butuh banget susah banget ketemunya. 
Pelajaran dari challenge ini, membuat hidup kita bener-bener terbebas dari waste yang seharusnya telah kita bereskan sesampainya di rumah. Sekian sharing aku untuk pertama kali aku lakukan ini. Aku berharap hari-hari dalam 30 hari ini bisa aku lewatkan dan tak lupa untuk aku sharingkan melalui sekelumit catatan seperti ini. 
Kita mulaaai di hari-hari selanjutnya!
4 Oktober 2018
Hari tanpa gula
Yash!
Nyatanya saat brunch, aku mengkonsumsi sandwich roma peanut dan itu kan ada gulanya gengs! Tapi mau gimana lagi, pengaturan jam sarapan aku tuh belum bisa stabil trus dilanjut saat menu makan siang dengan makanan penutup sebuah puding yang full gula semua kayaknya, soalnya manis banget gitu. Dan berefek saat bangun pagi, aku merasakan seretnya tenggorokan aku. Yang cepat cepat aku basmi dengan segelas air, dan air nya bukan air hangat pula. Minimalism hari tanpa gula ini belum sepenuhnya tercapai karena masih banyaknya indikasi mengkonsumsi makanan yang kandungan gulanya tinggi.
5 Oktober 2018
Keluar rumah tanpa HP
Ini konyol banget awalnya, jadi aku membaca tantangan minimalis ini saat sudah sampai di kantor esokan harinya. Idealnya menurutku sama seperti to do list yang telah dipersiapkan di malam hari dan esok bersiap untuk mengeksekusinya. Aku evaluasi untuk membuat list tantangan minimalism ini dan di tempel pada note do kulkas, jadi selalu kelihatan. Sesampainya di kantor baru aku baca dan posisi aku sedang membawa HP, jadi tidak tercapailah hari tanpa membawa HP keluar rumah disebabkan aku yang tidak melakukan ritual yang semestinya. Selanjutnya tantangan ini harus di revisi di bulan berikutnya haha.
6 Oktober 2018
Memilih koleksi make up
Nah ini kebetulan banget sama kondisi aku yang mau pindahan akhir Oktober nantinya. Jadi awalnya karena di weekend ini aku tidak stay di Bandung, jadi sudah beberapa make up bahkan skincare yang aku coba-coba namun membuat mukaku breakout, akan aku preloved kan bagi yang ingin mencoba dan memang cocok di kulitnya. Setelah itu, perlengkapan kamar mandi aku periksa semua dan ada conditioner yang memang tidak cocok maka aku buang.
7 Oktober 2018
Ngga ngapa-ngapain
Pas baca ini dimalam harinya. Aku kebetulan lagi dengan suami, suami aku tertegun gitu sambil nyeletuk. Ya mana bisa kamu ga ngapa-ngapain. Eh yang benar saja, saat selesai sarapan, aku bersama suami dan adik mendokumentasikan dan unboxing
seserahan di siang itu sampai selesai.



Melihat Orang Tua Bahagia



Banyak yang bekata, bahwa orang tua itu adalah harta berharga yang dimiliki oeh seorang anak.
Itu benar dan sangat benar.
Jadi apa, ketika orang tua yang kita miliki seakan-akan membuat kita tidak bisa menghargainya?
Saat itulah, ketika banyak orang yang berkata bahwa kita sejatinya membahagiakan orang tua adalah sebuah hal yang sulit.
Sejujurnya, hal yang tersulit adalah lahirnya pikiran kita, yang tidak mampu mencapai batas untuk membuka dan membuat sebuah daya cipta yang positif.
Terjadi untuk diriku sendiri yang merasakan tidak bisa membuka pikiran saat berdiskusi dengan orang tua. Terdapat semacam tameng yang semakin menguat seiring perkataan yang berupa sebuah nasehat itu bertentangan dengan sisi pemahaman, dan inilah yang bermuara pada sebuah sikap menjadi lebih sulit untuk membahagiakan orang tua.
Aku begitu menyayangi mereka setulus dan segenap hatiku. Tidak ada sebuah pertimbangan dari hal lain yang dapat mematahkan nasehat mereka, selama hal itu tidak membawa pada sebuah keburukan.
Untuk itu, dimulai dari pengeloloaan pemikiran dari diri pribadi sendiri dahulu untuk dapat mencapai sebuah tingkat agar mudah dalam membahagiakan orang tua.
Tidak ada hal yang dapat mengahalang-halangi kita untuk berbuat baik, apalagi terhadap keduu orang tua sendiri. Hal ini tercermin dari sikap yang selalu betul-betul merasakan apa yang mereka rasakan.
Seperti dapat dicontohkan, ketika kita makan malam dalam satu meja bersama dengan kedua orang tua, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengambil hati mereka dan membuat mereka bahagia.
  1. Menghindari fokus lain selain fokus pada acara tersebut hingga usai, dan dilarang untuk bermain gadget selama kita menciptakan waktu yang berkualitas bersama orang tua.
  2. Mengambilkan mereka makanan yang sangat mereka sukai dan membantu dalam menyiapkan peralatan lainnya.
  3. Berbicara dengan nada sopan dan menunjukkan wajah yang antusias dan mementingkan nasehat-nasehat dari mereka untuk dapat kita aplikasikan.
  4. Tidak menyinggung perasaan mereka dengan cara memberikan sebuah berita atau kabar yang kurang menyenangkan. Galilah, potensi untuk dapat berbicara secara serius dan intensif selain saat jam makan malam.
Beberapa tahapan yang dapat diambil untuk dijadikan sebagai gambaran bahwa membuat bahagia kedua orang tua tidak perlu muluk-muluk atau menunggu waktu yang sangat lama. Hingga orang tua terlambat merasakan rasa cinta dan kasih dari anaknya.
#ODOPfor99Days #postinguntuk220217

Menuju ke Arah Perubahan



Apa yang telah terpikirkan dalam setiap benak kita, apabila mendengar sebuah kata “berubah”?
Ada berbagai macam jawaban yang dapat diambil kata kunci berupa menuju sebuah kebaikan.
Mengapa perubahan itu dekat sekali dengan sebuah perjalanan menuju yang lebih baik?
Terkadang ada beberapa hal yang menyebabkan sebuah perubahan itu mengarah pada keadaan yang jauh dari kata baik dan manfaat. Namun, pada umumnya perubahan adalah sebuah signal dari rasa pengharapan terhadap sesuatu hal.
Ketika berharap, tentu kita inginkan sesuatu itu baik atau bahkan lebih baik.
Hal itulah yang dapat aku jabarkan sebagai sebuah perjalanan menuju kearah yang lebih baik.
Disebuah perjalanan, terutama ketika sedang mengarah pada sebuah kebaikan, tentu terdapat berbagai macam kerikil tajam bahkan bisa jadi sebuah bongkahan batu yang besar yang turut serta mengiringi perjalanan perubahan kita.
Biarkan saja sebuah perjalanan itu menjadi sebuah rekam jejak yang  dapat kita simpan dengan sebaik-baiknya di dalam sebuah tempat yang aman. Tempat yang dapat membuat kita menyadari betapa tangguhnya kita dalam menghadapi hal semacam itu dan kita telah berhasil melewatinya walaupun dengan penuh peluh dan air mata.
Ketika sebuah perjalananmu dinilai sedikit lebih berliku, bersyukurlah. Sebuah perjalanan akan menyisakan sebuah ruang yang bernama memori.
Aku inginkan sebuah memori itu menjadi arena dimana aku dapat berdiam diri sebentar saja untuk sekadar menengok bagaimana aku yang dulu.
Ketika menengok saja tidak cukup, maka itu adalah waktu untukku kembali ke dunia nyata yang membuat kita merasakan hebatnya sebuah memori. Memori yang dapat menyuntikkan semacam hembusan perjuangan yang lebih lagi dari kemarin. Memori yang terus selalu membuat kita berusaha meningkatkan rasa syukur.
Sebuah rasa yang tiada bandingannya.
Kau tau apa rasanya berjuang dan diperjuangkan dalam sebuah perjalanan?
Hendaklah kau rasakan terlebih dahulu, apa makna dari sebuah perjalanan dalam hidupmu sendiri dan tengok kembali hal itu ketika terasa perubahanmu ini semakin membuatmu susah payah dan merasa selalu ingin mengakhirinya.
Percayalah, bahwa kau dan aku pun mampu melewati tiap-tiap perjalanan ini dengan begitu baik dan tentu bermakna.
Sejatinya, sebuah perubahan sudah berada di depan mata.
#ODOPfor99Days #mengejarketerlambatan #postingan210217

Hakikat Bekerja



Hari ini adalah hari Selasa yang dekat dengan sebuah hal-hal yang berbau manis. Entah karena penulis yang manis atau sebuah hari yang penuh dengan kata-kata manis.
Kembali aku dihadapkan pada sebuah rutinitas yang tidak dapat aku hindari bahkan aku tolak, sebelum aku sendiri yang mengajukan pengunduran. Aku masih ingin bekerja dengan mencari sebanyak-banyaknya hal yang dapat aku peroleh melalui bekerja.
Dengan bekerja aku merasa lebih hidup.
Aku dapat mengaplikasikan banyak hal dalam lingkungan pekerjaaan, selain untuk menyelesaikan checklist yang belum terisi setelah memakai sebuah toga dan bergelar sarjana. Bekerja merupakan sebuah ladang dan arena pengalaman yang banyak sekali rintangan dan ujiannya.
Seperti hari ini, aku melihat adanya sebuah pola yang entah oleh siapa dan kapan agar segera berakhir. Sebuah pola yang membuat pembicara dengan pendengar menjadi tidak interaktif sehingga, output dari sebuah briefing misalnya menjadi mudah termakan oleh waktu yang semakin bergulir tiap detiknya, Menimbulkan dampak yang hanya awet sekejap mata saja.
Ketika pengawasan dan tingkat kepedulian dari beberapa orang yang bertanggung jawab disana mengendur, maka lemah pula tingkat kepahaman dari materi yang telah di sounding oleh pembicara.
Untuk  dapat tertib membuang sampah atau limbah yang telah dikategorikan menjadi 3 jenis, seperti organik anorganik dan B3 (Bahan beracun dan berbahaya) masih saja sulit untuk disiplin agar sesuai pembuangannya.
Analisa demi analisa telah dipaparkan dengan sedemikian rupa, mulai dari segi kuantitas perseorangan yang bekerja dalam area tersebut adalah lebih dari 20 orang, maka tingkat dari kedinamisan suatu area akan semakin melemah. Hingga, analisa dari aspek latar belakang keluarga dan pendidikan yang berasal dari keluargalah yang menjadi concern selanjutnya.
Kembali, pada sebuah issue atau materi yang sedang hangat,ketika tidak dijalankan secara konsisten hal itu hanya akan bernilai sebagai bentuk kita menyuarakan tanpa membiasakan.
Menuju sebuah tim yang penuh dengan dedikasi yang tinggi terhadap sebuah langkah kerja, dibutuhkan pemikiran yang luas dan bisa menerima segala kritik dan masukan yang ada.
Kadang kala, kritik terhadap setiap langkah yang kita kerjakan, membuat diri ini selalu dirundung oleh perasaan “selalu salah”. Merubah sudut pandang dan cara berpikir adalah solusi, agar tidak mudah terbawa oleh perasaa yang terkadang lebih dominan daripada sebuah logika.
Maka sebaiknya disiapkan sebuah pribadi yang memiliki rasa etos kerja dan tingkat kedisiplinan yang tinggi agar issue atau materi yang menuntut kita untuk berperilaku displin akan terus konsisten hingga kita lupa bahwa kita telah mencipakan sebuah kebiasaan.
Maka mulailah untuk selalu berusaha memulai sesuatu tidak hanya sekedar 2 atau 3 hari saja namun bergulir hingga lebih dari satu bulan. Akan terasa sebuah pola dalam berpikir dan berperilaku lebih maju selangkah dari kemarin.

Soto Betawi H. Mamat, ke Tangerang aja Yuk!


Halo dear, kali ini aku akan sharing tentang kesan aku setelah makan siang di Soto Betawi H. Mamat yang berlokasi di Jl. Raya Rawa Buntu, BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
Karena waktu itu bingung makan siang apa, aku nyeletuk aja gitu ke suami "kok kayakanya soto betawi enak, aku belum pernah nih nyoba soto betawi yang lokasinya emang di daerah betawi." Langsung deh suami ngajak ke pusat nya di daerah BSD.
Jarak dari rumah ke lokasi kurang lebih 15-20 menitan dengan mobil, kalo dengan motor bisa lebih cepat lagi. Setelah sampai disana kita langsung parkir dan emang bentuk bangunannya yang didominasi warna hijau, makin menunjukkan eksistensi tempat makan ini.



Lalu kita masuk dan sedang jam makan siang, dimana pick hour banget jam segitu, kita agak menunggu bangku kosong barulah memesan. 
Aku memesan soto campur jeroan sapi beserta perkedel sedangkan suami memesan oseng sapi. Dan waktu pemesanan gak sampai 5 menit, pesanan kita tiba, segercep itu mereka.



Setelah datang, aku jadi kabita sama pesanan suami. Karena dia juga dapat kuah soto nya gitu, kan tau gitu aku pesennya yang tongseng. Saat aku mulai mencicipi, rasanya gurih dan khas soto betawi gitu dengan campuran emping sebagai topping. Bedanya dengan soto Jakarta yang biasa tersebar di daerah-daerah, terutama yang menjadi langgananku di Bandung, tidak ada rasa rempah yang kuat dari kuah soto ini (biasanya menggunakan cengkeh). Namun cukup menyegarkan karena mempunyai citra rasa yang khas dan aku excited dengan menu ini.
Seporsi soto campur sapi Rp. 30.000,00 dan oseng sapi Rp. 37.000,00. Perkedel Rp. 6.000,00 dan segelas es jeruk Rp. 15.000,00.








Lalu saat menuju pulang, di bagian depan ada mamang-mamang yang jual es podeng. 
Es podeng ini jika dilihat mirip es campur gitu, bedanya ini disajikan dengan cup plastik dan bisa dibawa-bawa gitu dan campuran unik didalamnya seperti, alpukat, mutiara merah, kacang, meses, roti, ketan hitam lalu es krim cita rasa lokal gitu. Satu cup harganya Rp. 13.000,00 dan pokoknya es ini mengingatkanku dengan jajanan es sewaktu dulu masih sekolah atau pulang ngaji. Namun, esoknya aku tidak mengalami gangguan dintenggorokan, karena biasanya aku sangat sensitif terhadap minuman dingin yang kandungan pemanisnya dominan.
 Sekian postingan aku tentang kuliner siang hari dari betawi ini yang aku ikut sertakan pada One Day One Post bersama Estrilook Community. Semoga bisa menjadi refrensi kalian saat pergi atau jalan-jalan ke Tangerang ya, see you another post!

Shower Gel "Palmolive Lavender"- Bikin Relax itu Gak Boong!




Cuma satu kata, setelah membeli sabun ini, aku jadi menunggu “kapan waktu aku bisa mandi lagi ya?” senagih itu sama mandi karena saking excited nya sama si sabun ungu ini.
Jadi berawal dari tatap, eh salah maksudnya berawal dari scroll-scroll timeline Twitter yang menurut aku, akhir-akhir ini jadi berafedah karena sering banget nemuin hal-hal amzing yang bisa aku coba dan setidaknya merubah habit aku yang mager banget buat mandi. Dan aku nemu akunnya kak Ratri lagi sharing thread soal shower gel Palmolive ini. Kak Ratri tidak hanya merekomendasi shower gel ini aja, ada beberapa shower gel yang bisa aku coba dan jadi kepo banget gitu sama shower gel. Awalnya, aku merasa kalo sabun mandi ngapain harus concern banget, yang penting bersih, melembabkan dan wangi. Ternyata itu aja ga cukup dear!

Lalu, pada sebuah kesempatan, aku grociers shopping sama abang suami ke salah satu pusat perbelanjaan di Cimahi wkwk. Disana aku langsngu menuju rak dengan berbagai macam sabun-sabun gitu kan, trus nemu deh si palmolive ini dan pengennya sih yang warna biru, tapi di salah satu recomended nya kak Ratri, ada si ungu lavender ini. Langsung aku comot aja, dan aku baca sekilas yaitu “Aroma Therapy” , “Absolute Relax” dan “with Ylang-Ylang EO”. Waw! Sekeren itu kandungannya, jadi pengen buru-buru mandi dong haha.




Aku bolak-balik kemasannya dan ini isinya 250 ml dengan liquid yang terlihat full, karena dengan packaging yang plastik. Shower gel ini juga tidak diproduksi lagi di Indonesia, namun di Thailand yang terlihat dibalik kemasannya. Untuk harga Rp. 24.700,00 cukup worth it ketika dicoba dan aku langsung cerita gitu kan ke mamah, mamah awalnya gak ngeh dengan shower gel yang aku ceritain, karena aku nyebutnya ‘palm-olive’ ternyata pembacaan yang benar adalah dengan digabung. Mamah sontak tertawa, karena shower gel itu adalah sabun jaman dahulu kala, dan sabun yang dipakai sama almarhumah mbah putriku. Waw!
Kece kaaaan, efek Ylang-Ylang itu lho yang bikin aku cekikian karena selama ini pengen nabung buat beli EO Ylang-Ylang belom kesampaian dan keturutannya lewat shower gel dulu nih hehe.
Jadi, saat diaplikasikan warna gel nya ternyata cenderung transparan gitu, dan sedikti mengeluarkan warna ungu,tapi untuk akumulasi liquid nya terlihat ungu banget ya dear. Trus saat diaplikasikan pada seluruh tubuh, wanginya menyeruak keluar dan parah aku suka banget sama sensasi wanginya ditambah saat proses pembilasan, tidak meninggalkan kesan kesat di permukaan kulit, melainkan gelenyar licin gitu dan menandakan moisturier dari shower gel ini memang ajib banget.



Shower gel ini juga mempunya tag line “Savor the relaxing reverie of Aroma Therapy under the shower! Wiith a shooting scent its formula is infused with Ylang-Ylang EO & delicate iris extract to provide you the essence of a relaxation and blissfull shower moment”.




Awalnya aneh ya dengan output licin gini, namun itu tidak menghilangkan kebiasaan mandi aku dan suka sama shower gel ini ditambah wanginya awet gitu lho, dan benar saja sensasi relax nya nyata ada. Buktinya setelah penat seharian di kantor, pas mandi dengan shower gel ini, trus rebahan dan ngantuk pun tiba haha.

Ingeredients nya: Water, Sodium Lureth sulfate, Cocamidopropyl Betain, Fragrance, Sodium Chloride, Cocamide MEA, Sodium Salicylate, Sodium Benzoat, Citric Acid, Polyquatemium-7, Tetrasodium EDTA, Cananga Odorata (Ylang-Ylang) Flower Oil, Pogostemon Cablin (Patchoull) Oil, Lavandula Angustifolia (Lavender) Oil, Iris Germanica Roor Extract.



Nah setelah simak kandungan dari shower gel ini, apakah jadi berminat untuk auto order? Kalo ditanya aku akan repurcahse lagi atau tidak, jawabanku adalah IYA! Tapi dengan varian yang berbeda, maybe RED!  So, aku semakin open minded nih, ternyata sengaruh itu lho sabun sama produktivitas kita sehari-hari, merindukan suasana santai dan nyaman bisa dimulai darri sebuah sabun, selamat mencoba ya teman-teman. Boleh sharing sabun-sabun lainnya yang cukup membawa efek perubahan positif buat tubuh ataupun aktivitas sehari-hari. Terima kasih  


Kejadian di Kereta Executive Cimahi-Gambir yang Bikin Ngelus Dada


Waktu itu sepulang aku bekerja, tepatnya pukul setengah 6 sore aku sudah tiba di stasiun Cimahi dengan bebawaanku yang cukup untuk 1 hari kedepan. Maklum di awal pernikahan ini, kami masih diberikan ujian untuk terus menyuburkan rasa cinta dan sayang kami satu sama lainnya dengan cara berjarak. Untuk cerita LDM (sementara) akan aku bahas terpisah ya.

Setelah selesai adzan magrib berkumandang, aku masuk melalui pintu peron untuk check ticketing dan aku pun menuju mushola untuk solat Magrib. Kereta yang aku tumpangi nanti adalah jenis Executive di gerbong 8 2B. Sangat langka aku bisa mengingat detail angka jika tidak banyak meninggalkan kesan dalam, berarti kejadian ini salah satu yang membekas di hati aku dong haha.
Saat kereta datang, aku masuk salah satu gerbong dan mulai berjalan ke belakang. Saat aku sudah di dalam gerbong 8 itu, aku kembali lamat-lamat memperhatikan boarding pass tiket dan mencocokan dengan tempat aku berdiri. Saat itu gerbong sudah full terisi, agak kikuk juga kan ya apalagi aku sendirian dan kondisi mood swing karena PMS. Kembali aku melihat tiketku dan memang benar, seat ku telah di tempati oleh sepasang bapak dan ibu yang cukup berumur 60 tahun-an ya kurang lebih. Aku menunduk dan berkata dengan sopan untuk menerangkan, bahwa yang ibu tempati adalah seat diriku.

Dan you know apa yang terjadi, si ibu merasa terganggu mungkin ya, ada orang berani-berani nya negur seat yang telah ia duduki. Lalu aku kembali menjelaskan sembari meminta beliau untuk memperlihatkan tiketnya. Kalo jadi gue, udah malu banget itu mah, karena aku sendiri yawes aku terima apa yang terjadi sekarang ini. Dan bener aja keruwetan mulai tampak, si ibu meminta aku untuk "tidak apa-apa" jika ia satu seat dengan si bapak, dan seharusnya seat ibu ada di seberang nya. Yasudah aku berbalik dan menemukan seat di seberang itu sudah ada ibu sosialita yang sedang enak duduk. Lagi-lagi aku agak dibuat sinis karena mengganggu kenyamanannya. Lha wong kalian-kalian ini yang mesen tiket, ga dipertimbangkan saat di kereta akan kepisah, tapi minta biar barengan. Atuhlah disitu aku ingin nangis dong sebenarnya. Ternyata bener, ketika aku sampaikan tiket yang tadi sudah aku tuker sama ibu paruh baya tadi, biar aku duduk di seat seberang itu. Si ibu sosialita ini salah gerbong, dia seharusnya di gerbong 7, karena ingin bersamaan dengan temannya dia memohon untuk aku saja yang di gerbong 7.
 
Apa yang kamu rasakan ketika kondisi sendirian dan seakan semesta tidak berpihak padamu?
Ya sambil menahan dongkol, aku tidak mau banyak berdebat lagi, dan aku tinggal pergi. Sayup-sayup kudengar si ibu masih memohon maaf dan jika di gerbong 7 ternyata seat tersebut di tempati orang, aku diminta untuk memberitahukannya lagi. Tak sudi bangggg. Udah whatever aja pikirku sambil menahan gondok, aku pergi dan menemukan seat ku kosong, otomatis aku duduk dan langsung menenggak air mineral. Buku bacaan aku buka, dan aku pasang headset ku. 

Lesson learned dari kejadian diatas, menjadi meaning banget buatku. Sebagaimanapun posisi status sosial kita, tidak bisa merenggut hak dan seharusnya sesama manusia bisa tolerenasi. Terutama, utamakan membaca dan sesuaikan seat dengan yang tertera di tiket. Sejauh ini, aku masih merasa kurangnya awareness untuk budaya membaca. Ketika sudah memiliki tiket, otomatis ia bisa seenaknya untuk duduk di seat mana saja, ditambah dengan argumen kalo ingin bersama dengan temannya. Ya gapapa sih selagi gerbong itu kosong sok mangga aja, tapi lagi kondisi penuh ya wilujeng weh wayahna sesuiakan dengan seat yang tercantum. Postingan ini diikutsertakan dalam One Day One Post bersama Estrilook Comunity.
Sekian sharing aku kali ini, dipetik yang manfaatnya ya :)

Super Inspiring Woman Versiku

Kali ini aku bersama dengan Bandung Hijab Blogger akan saling berkolaborasi untuk sama-sama menyadari bahwa ada 3 orang sosok wanita yang menjadi inspirasi.
Sama-sama kita sadari, terlahir sebagai perempuan adalah anugerah yang terindah untuk bisa semakin bertaddabur bahwa Allah telah memberikan visi misi untuk kita hidup di dunia ini menjadi sebaik-baiknya sosok manusia yang bertaqwa.
Dari kita pahami bersama, bahwa wanita adalah sebagai madrasah ula, pendidik pertama dan utama untuk anak-anaknya, support dan sahabat sang suami, dan sebagai tiang negara karena wanita akan memberikan warna bagi peradaban ini. Sehingga, 3 wanita versi saya diantaranya:

1. Ibunda Siti Khadijah

Siti Khadijah adalah putri Khuwailid bin As’ad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qurasyiyah al-Asadiyah. Siti Khadijah dilahirkan di rumah yang mulia dan terhormat, pada tahun 68 sebelum hijrah. Khadijah tumbuh dalam lingkungan yang keluarga yang mulia, sehingga akhirnya setelah dewasa ia menjadi wanita yang cerdas, teguh, dan berperangai luhur. Siti Khadijah ditinggalkan ibunya, lalu sepuluh tahun kemudian ayahnya, Khuwailid, menyusul. Sepeninggal kedua orang tuanya, Khadijah dan saudara-saudaranya mewarisi kekayaannya. Kekayaan warisan menyimpan bahaya. Ia bisa menjadikan seseorang lebih senang tinggal di rumah dan hidup berfoya-foya. Bahaya ini sangat disadari Khadijah. Ia pun memutuskan untuk tidak menjadikan dirinya pengangguran. Kecerdasan dan kekuatan sikap yang dimiliki Khadijah mampu mengatasi godaan harta. Karenanya, Khadijah mengambil alih bisnis keluarga. Dengan segala kemampuan yang luar biasa itulah, Khadijah berdagang dan bertemu dengan Rosul lalu menikah dan sama-sama melakukan dakwah kepada umat muslim. Waktu tiba cobaan datang dalam kehidupan rumah tangga rosul dan bunda Khadijah, ibundalah yang terus menguatkan rosul dan mempergunakan semua hartanya demi menegakkan agama islam. Setelah berakhirnya pemboikotan kaum Quraisy terhadap kaum muslim, Siti Khadijah sakit keras akibat beberapa tahun menderita kelaparan dan kehausan. Semakin hari kondisi kesehatan badannya semakin memburuk, ibunda wafat ada usia 65 tahun. Dari sedikit kisah ibunda Khadijah, kita bisa melihat kiprah seorang wanita yang tanpa letih terus mengupgrade dirinya agar berdaya untuk umat dan ketangguhannya dalam membersamai pasangannya, sudah semestinya aku sangat terinspirasi dari sosok ibunda Khadijah.

2. Mamah Retno Indrijani

Mamahku adalah sosok tersuper dari semua wanita yang ada di dunia ini. Mamah adalah segalanya bagiku, karena setiap tetes perjuangannya bahkan tetap terasa hingga aku dewasa ini. Melahirkanku dengan caranya yang tidak udah, harus melakukan SC lalu memutuskan menjadi full time mom adalah sebuah keputusan yang luar biasa demi membersamai anak-anaknya. Setiap uluran kasih sayangnya begitu kental terasa. Ujian demi ujian kehidupan rumah tangga bersama papah tidak menyurutkan keputuasaan untuk terus memberikan apa yang terbaik bagi anak-anaknya. Mamahku my best mom ever. Love you mom.

(walaupun kata orang kita ga mirip, aku tetep anak gadis mamah yg ngangenin)

3. Ibu Susi Pudjiastuti


(pict from Tribunstyle)

Siapa yang tidak kenal dengan sosok ibu satu ini? Palagi slogannya yang sering dijadikan bahan meme disetiap akun medsos yang menunjukkan betapa kuatnya seorang wanita dalam roda pergerakan suatu bangsa. Sebagai menteri kelautan dan perikanan dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK memang sering menarik perhatian publik, dimulai dari penampilannya yang terkesan sangat cuek namun begitu mudah untuk dapat turun tangan langsung di lapangan. Aku sangat terkesan dari sosok ibu Susi ini, karena aku salah satu penggemar makanan ikan dan sangat senang ketika ibu selalu menghimbau kepada kita anak bangsa dalam intensitas mengkonsumsi ikan ini sebagai menu lauk-pauk kita sehari-hari. Selain itu, ibu Susi adalah mentri yang tidak melanjutkan keperguruan tinggi (suatu saat ya bu), namun beberapa prestasi gemilangnya baik di kancah domestik amupun internasional, ibu ini makin bikin saya kagum bukan main.
Yang menunjukkan betapa besar integritas beliau untuk patut saya jadikan sosok wanita inspiratif adalah saat Aceh terkena Tsunami pada 26 December 2004 pesawat Susi Air adalah pesawat yang pertama kali berani terbang masuk ke Aceh demi membawa bantuan untuk korban.

Itulah 3 sosok super inspiratif woman versiku yang bisa aku bagikan dalam kolaborasiku kali ini bersama BHB (Bandung Hijab Blogger). Semangat untuk para wanita dengan berbagai caranya yang positif selalu menghebat. Terima kasih sudah membaca ya, jangan lupa untuk klik teh Rahayu  si teteh satu ini teman kolaborasiku dalam BHB Collab kali ini.

Mengenali Jejak yang Telah Berlalu

Postingan ini sedikit drama ya, aku menemukan tulisan ini draft dan telah lama terependam karena belum waktunya untuk di share. Ini hanya sebagian dari rasa bersyukurnya aku melewati proses kebersamaan dalam menjalani hidup, dan betapa aku sangat merindu keberadaan Ayah saat itu. 

Yakinilah, apa yang telah kamu tebar di hari-hari ini adalah sebenarnya apa yang akan kamu dapatkan ketika esok menjelang.

Aku terkadang merasa terlalu naif, untuk bisa hidup bak seorang yang sangat meikmati arti dan makna kehidupan tanpa ada rasanya lelah sedetik pun.

Ketika lelah itu menyergap, adakalanya aku hanya bisa mengingat bait-bait lama yang isinya membuat aku menguraikan dari seberapa besar perjuangan seroang ayah yang harus pergi jauh dengan menyebrangi berbagai macam pulau, mau berlelah menahan gejolak rindu dan gejolak lain yang aku pun tidak mengerti.

Mungkin, ini yang dinamakan sebagai sebuah jalan kehidupan, adakalanya saat awal pernikahannya masih seumur jagung, 1-5 tahun, Ayah memilih untuk berwirausaha dengan berbisnis sendiri dan mengandalkan hasil secara penuh dari sana, namun ketika sebuah tuntutan kehidupan semakin besar, mau tidak mau dan seolah tida ada pilihan lain, Ayah mengambil opsi tersebut untuk dapat kembali membuat istri dan anak-anaknya tercukupi dengan baik.

Adakalanya hal ini terkesan seperti rengekan seorang anak yang ingin selalu berada di samping Ayahnya dalam setiap waktu.

Membersamai tumbuh kembang hingga menyaksikan sendiri bagaimana kerasanya perjuangan seorang Ayah, sehingga tercetus  "Ayah tahu-tahu kamu sudah besar nak". Ini adalah sebuah puisi dan bait sederhana tentang pertemuan denganmu ketika ada seseorang yang akan meminangku. Dan ini bentuk curahan hatiku saat itu, merasakan ketidakberdayaan rasa menuju kepastian rasa.

"Pada suatu malam yang cukup emmebaut hati siapa saja beku dan menggingil karena saking termakan oleh suhu yang tidak mau melonjak naik, aku masih saja terdiam di atasa permbaringan sambil menatap ke atas langit-langit kamar tidurku.

Lampu sengaja aku matikan

Denganmu kini ak tidak sengaja menciptakan sebuah percakapan yang sedikit konyol. Hal ini berkaitan erat dirimu denganku. Awalnya mungkin hanya sebagai bahan bercandaan, bahwa aku dan kamu sedang tidak mengalami keconongan hati kepada apapun. Namun, jika benar, waktunya sudah tiba dan aku harus bisa apa selain menerimamu dengan sepaket kekurangan dan kelebihanmu itu.

Kali ini, tolong jangan coba untuk membercadakan aku dengan leluconmu yang sangat tidak lucu itu terkai hati mana yang akan berlabuh dengan jodohnya masing-masing. Sekali lagi jikalau kita memang ditakdrikan bersama maka apa yang akan kamu lakukan kisanak?"


Terima kasih sudah membaca, jangan ada yang sedih ya. Semua akan indah pada waktunya, yakini itu. Keep smile and happy life.

Honeymoon Newlywed Ala Grandys-Fadhli

 Jadi setelah selesai rangkaian acara walimahan kemarin, aku sama suami mendadak banget ini teh buat trip ke Jogja. Karena pas H-2 minggu dari hari H walimahan, belum ada keputusan yang pasti kita mau kemana. Sebenarnya honeymoon bukanlah agenda wajib yang harus dilakukan oleh pasutri (newlywed) kayak kita ini, cuman aku pribadi dan suami emang suka travelling dan pengen banget gitu kan jalan berdua hehe.


Suami dapet lokasi penginapan seperti yang telah kita sepakati bersama, bentuknya kayak villa privat dan ada privat swimming pool nya juga, dan alhamdulilah nemu dong. Tempatnya jangan kaget ya, terpencil guys. Daerah Kali Kuning, ini bagi yang road trip Merapi pasti ngeh nih daerah ini.
Keberangkatan awal kita dari rumah Tangerang menggunakan taxol seharga Rp. 130.000 sampai stasiun Senen. Kita menggunakan kereta Mataram Premium dari Stasiun Senen ke Stasiun Lempuyangan. Tiket keretanya ekonomi  dan seharga 150.000 per orang, keberangkatan ini aku bertiga sama ade dan suami. Ade kebetulan balik Jogja karena ada hal yang harus dia urus menjelang wisuda, cie lulus. Terima kasih banyak PT. KAI 
(Penampakan kereta Mataram Premium Ekonomi)

(Si dede duduk sendiri)

Menurut aku kereta Mataram Premium ini super comfy banget, harga ekonomi tapi kualitas exective. Dari tampilan kereta nya aja kayak executive kan, dan design kursinya single/personal gitu, nyaman deh pokoknya. Tak terasa, selama perjalanan Jakarta-Jogja aku tidur dan pukul 06.00 kita tiba di stasiun Lempuyangan dan langsung di jemput oleh driver dari pihak penginapan. Ade ditawarin yuk sarapan bareng, kayaknya habis jetlag dia kurang begitu responsif dan memilih sarapan sendiri saja di kosan, baiklah kita antar dia ke kosan daerah Asrama Kinanti (belakang pasca sarjana).
Lalu kita ke daerah gudeg untuk sarapan pagi. Nama gudeg nya aku lupa banget dan ga sempet aku foto-fotoin juga beserta porsi makanannya. Aku di gudeg ini makan bertiga, udah lauk ayam/telur dan minuman segelas teh/jeruk hangat Rp. 68.000,00

Lalu kita perjalanan menuju daerah Gunung Kidul untuk mendapatkan vitamin sea. Yes i need vitamin sea. Dan aku tertidur selama perjalanan itu, sampailah kita disebuah masjid pinggir jalan gitu. Tempatnya enak dan kata mas driver nya, memang suka di pake transit buat para backpacker untuk sekedar cuci muka ataupun mandi. Aku udah gak sabar banget buat mandi karena lengket sepanjang perjalanan di kereta, walaupun itu malam hari ya. Setelah kita selesai bersih-bersih dan membayar infaq yang sudah disediakan kotaknya disana, kita beranjak menuju pantai Krakal dan pantai Sepanjang. Tiket masuk gunung kidul ini Rp. 20.000,00 untuk dua orang dan sudah bisa akses ke beberapa pantai yang tersedia di kawasan Gunung Kidul ini.

Pertama di pantai Krakal, kita berfoto di bibir pantai dan aku ingin belajar ngomong depan kamera, inilah awal aku jadi ketagihan buat berbagi cerita di video hehe. Lanjut kita menuju tugu ikan dengan anak tangga yang telah disediakan dan disana anginnya kenceng banget, grubug-grubug kerudung aku masih tetap stay padahal itu kekurangan jarum pentul dan aku mengandalkan sling bag yang aku pakai.


(Di atas Tugu Ikan)

Sepanjang mata memandang, aku melihat keindahan ciptaan Allah yang begitu indah dari laut yang berhamoni dan terciptanya ombak hingga bisa membuncah ketika bertabrakan dengan batu karang, bersyukur banget aku bisa menghirup dalam-dalam udara pantai ini. Kita tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di pantai karena kondisi badan kita yang belum istirahat. Saat melewati jalan turunan, aku menemukan kejahilan tangan-tangan tak bertanggung jawab mencorat-coret kaktus yang tumbuh di area pinggir anak tangga disitu. Sedih banget karena kenapa masih memiliki mental seperti itu, kurangnya edukasi dan bahkan sosialisasi mungkin menjadi faktor utama sehingga aku bahas juga di video yang aku rekam kemarin.

(Bibir Pantai Krakal)


Setelah turun lalu kita membersihkan telapak kaki karena penuh dengan pasir pantai dan kita menuju pantai sepanjang. Di pantai sepanjang kita tidak membayar tiket masuk karena tidak ada tukang parkir dan keadaannya sangat sepi banget, cuma mobil kita aja dan aku memutuskan untuk melihat-lihat saja dan sudah mendekati jam makan siang, aku merekomendasikan Sate Klathak khas daerah Imogiri untuk menjadi santapan makan siang kita.
Perjalanan ditempuh selama kurang lebih satu jam setengah dan sampailahkita ke Sate Klathak Pak Pong dan dalam kondisi sepi, yeay! Fyi, karena sate ini terkenal dan jadi serbuan beberapa turis baik asing dan domestik untuk tak melewatkan kuliner satu ini, ya walaupun Sate Klathak Pak Pong ini ada cabangnya juga di Jogja. Aku rasa saat menyantap di daerah berbeda rasanya saat di kota hehe.
Dan lagi-lagi aku tidak mem-breakdown harga posri sate klathak ini. Aku pesan sate, nasi dan sop iga yang rasanya endolita banget. Lain kali aku akan review labih lengkapnya tentang sate Klathak ini ya. Aku makan siang bertiga habis Rp. 150.000 sudah dengan minum.


(SK Pak Pong)

(Makannya pake kecap sama ada kuah sayur kuning itu, mashoook pak Eko!)



(Tusukannya pakai jeruji besi gitu lho, jadi empuk banget dagingnya)

(Balung/tulang, favorit suami)




Lanjutkan perjalanan menuju penginapan, tadinya kita mau langsung ke penginapan aja, karena habis makan siang efeknya apalagi kalo bukan ngantuk hehe. Tapi ditengah perjalanan aku ingin banget ke Tebing breksi yang katanya bagus buat pemenuhan feed instagram haha. Akhirnya kita mampir dulu kesana dan masuk dengan biaya sesuka dan seikhlas nya kita, saya bayar Rp.10.000,00 dan kondisi tidak terlalu ramai menurut pak dirver. Langsung saja mencari spot foto dan panas nya lumayan menyengat jadi hanya setengah atau 45 menit saja kami disana.

(Ambil dari area parkir, siap sunscreen yang tebel ya dear)
(Antri foto, nyari spot kosong, anginnya grubug-grubug)


Saatnya kita menuju penginapan “The Cangkringan Village” lokasi nya berada Jl. Raya Merapi Golf, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Yogyakarta. Kita ambil paket 3D2N (3 hari 2 malam) seharga Rp. 3.5000.000,00 dan sudah dapet apa aja? Ini dia:
-          Villa private 2 malam
-          One day city tour
-          Breakfast
Dan aku suka tempatnya, walaupun jauh ya dari pusat kota. Dingin, sejuk, tenang dan damai lah pokoknya. Saat malam harinya, kita kelaparan tuh, lalu rental motor dan di anter ke villa untuk 1hari12jam dan kena charge juga karena diantar, total Rp. 140.000,00
Saat malam-malam kita mencari bakmi Jawa gitu dan saat pulang, serem banget sepanjang perjalanan aku kayak berada di sequel nya hunger game yang lewat terowongan itu lho.

(Bagian pintu depan, khas pintu Bali gitu)


(Ini kamarnya)

(Privat swimming pool)


Esok harinya kita breakfast dan menu breakfast nya lumayan lengkap dari makanan western hingga asian. 
(Yang berhasil diabadikan, sisanya ludes :p)


Dan kita memutuskan jalan di kota sambil nengokin ade sekitar pukul 2 siang. Perjalanan lumayan seru karena masih siang ya, jadi bisa melihat rombongan yang naik Jip untuk trip Merapi Lava Tour dan melewati Kali Kuning juga gak seserem saat malam hari. Ketemuan di warung Inyong yang ada mendoan enak dan gede banget dan masih hangat di cocol sambal sejenis kecap gurih gitu. Sedaaaap. Diwarung inyong kita makan berempat dengan tambahan mendoan dan ada yang buat dibungkus juga buat ade, kita habis Rp. 88.500,00

Esok harinya adalah hari terakhir di Jogja, dan aku ingin nyemplung ke kolam renang yang awalnya aku excited, karena dingin banget bangeeet, kayak air kulkas, aku urungkan niat untuk berenang dan untuk terakhir aku inginlah berenang dan amaing aku kedinginan lalu bergegas nymplung ke plungpool. Saat selesai, kita menuju kota dan menyewa motor sekitaran UGM. Proses menyewa motor ini lumayan ribet banget guys, ada setengah jam registrasi gitu, di tanya no NPWP, kuliahnya dulu dimana dan jurusan mana, danitu semua tertangani dengan baik oleh suami haha, aku tinggal diem aja sambil agak ngomel dalam hati karena seribet itu. Katanya ade, kalo registrasi baru disini memang cukup ribet. Kita sewa motor untuk hari itu sampai jam 5 sore, karena habis magrib kita sudah balik ke Jakarta lagi. Kita makan di rumah makan Raminten dan lagi gak rame-ramenya, alias normal cenderung sepi, padahal itu jam makan siang. Aku memesan nasi bambu ayam dan ini rekomended banget buat temen-temen yang mau kulineran disini dan lagi-lagi aku lupa mendokunetasikan foto makanan beserta struck harga.

(Kalian akan disapa)


(Pembatas menuju seat restoran)

 Disini aku habis Rp. 97.000,00 makan berdua dan tamabahan camilan seperti mendoan dan sempolan. Lucunya suami aku pesan cendol yang penyajiannya di gelas besar gitu kan, trus gak habis, minta di bungkus eh ketinggalan dong. Oiya disini juga dekat dengan toilet ada kandang kuda gitu lho, pantas saja di bagian tempat duduk belakang sedikit tercium bau tak sedap, namun sudah tercover dengan bebauan dari bunga-bunga dupa yang tercium sangat khas di restoran ini. Dan uniknya, saat pemesanan, kita langsung membayar ditempat karena waitress akan mengeluarkan kalkulator dan kita langsung bayar disitu jadi tidak ada istilah kasir. Dan juga kedatangan dari makanan kita gak terlalu lama, cenderung cepat, ratingnya 8/10 untuk Raminten ini.

Nah setelah dari Raminten, kita hunting oleh-oleh bakpia Djava. Selama perjalanan kita kejebak macet gitu dan beberapa keindahan kota Jogja yang sempat aku abadikan.




Dan sepulangnya mencari oleh-oleh, kita ketemuan lagi dengan ade dan Lala (teman muda-mudinya) di Warung Ice Cream, Tempo Gelato.
(Disini kita bayar dulu dan dapat kertas buat detail pesanan)



(Dikasih ke mas-mas dan suami udah beres aja tuh)



Kita memesan eskrim dengan cup seharga 65.000 karena saking gak tahunya persoalan tempo gelato ini kita memesan yang paling banyak variannya, lupa aku tuh pesan apa ya wkwk. Dan ketika ade datang bersama lala, dia kaget kenapa aku pesannya yang besar, karena yang seharga 25.000 aja udah kenyang, Bener aja, ketika baru seperempat dari porsi ice cream ini, aku udah merasa muneg (a.k.a eneg) karena harus tanggung jawab ya dihabiskan dan disini worth it dengan disediakan cup buat minum air mineral karena efek habis makan Ice cream itu haus kan. Nah Gelato sendiri adalah sejenis ice crem khas negara Italia dengan bahan utamanya adaah susu, krim dan gula serta ditambahkan buah-buahan asli ataupun campuran lainnya seperti gandum atau cookies. 

(Meja nya unik, ada lempengan SS, buat mudah ngebersihin ceceran Ice Cream)



Perbedaan dari ice cream biasanya adalah, rasa gelato tidak setajam ice cream, karena dibekukan di -10 derajat celcius sedangkan ice cream biasa -20 derajat celcius.  Tekstur gelato lebih padat dibandingkan dengan ice cream biasa dan ini yang membuat rasa kesegaran dan gurihnya di gelato nyampe banget di tenggorokan, favorite aku adalah mangga dan cookies coklat. Untuk tempat, mudah dijangkau karena masih daerah Jakkal (Jalan Kaliurang dekat dengan Mirota kampus) dan saat masuk kedalam, suasananya klasik dan nyaman untuk santai-santai sore pas juga untuk take picture disini.  Enak banget deh aku suka, rate aku 8.5/10

 Sekian perjalanan aku selama di Jogjakarta yang memang selalu bikin siapapun yang kesini ingin balik lagi untuk menuntaskan rasa rindu yang tidak dapat diutarakan dengan kata-kata. Semoga bermanfaat untuk review aku tentang honemoon newlywed ini, terima kasih banyak sudah mampir di blog aku.