Sushi AEON BSD Tangerang: Rekomendasi Makan Sushi Murah, Enak dan Banyak

 

sushi-aeon-bsd

Hari itu waktu masih pandemi dan jadwalnya kita WFH, aku sama suami bingung mau makan apa yaudah lah makan Sushi AEON BSD ajaaaaaa wkwk.

Aku belum pernah juga makan sushi-sushi yang terkenal itu lho, yang ada di AEON BSD. Begitulah, rumahku ke AEON BSD itu lumayan jauh kalo naik motor. Tapi kalo naik mobil rasanya ya nyaman-nyaman aja. Apalagi aku udah mulai kangen sama jalan-jalan, terakhir jalan-jalan cuma explore makanan, ya ngga apa-apalah yaaaaa.

Saat sampai di sana, masih taat protokol kesehatan ya. Dan sushi-sushi itu ada di lantai dasar gitu dari arah parkiran ga jauh jadi ya langsung aja kesitu.

sushi-aeon-bsd


Kami memilih untuk membawa pulang daripada memakannya di sana. Walaupun memang di sana disediakan juga tempat makannya (dan itu kursinya banyak yang digeser-geser haha, you know lah ya).

Lalu disitu memang surganya sushi dengan harga yang katanya cukup terjangkau. Memang sih, waktu itu kami beli 2 pack sushi ini dengan harga terlampir ya dan habis 200ribuan. Ini udah cukup banget.

Baca Juga: Lezatnya Sate Maranggi Haji Yetti Purwarkarta, Udah Coba?

Apalagi aku bukan yang begitu suka sama sushimi yg pakai salmon mentah. Sedangkan suami aku sejak ikut DEBM, memang jadi gamakan nasi ataupun olahan Karbo. Kalau ada cheating itu biasanya berlaku saat hari Sabtu Minggu soalnya pasti akunya ngerengek mau jajan atau makan di luar hehe.

Kalau aku suka yang dibalut sama Nori gitu. Dan kami juga ga makan itu sushi di tempat tapi kami bawa pulang. Jujur aja itu tempat ramai banget, apalagi menjelang malam dan mau tutup gitu, suka ada discount hingga 20%.

sushi-aeon-bsd


Minusnya, kita itu kalo mau sambal, atau cocolan untuk sushimi berupa kecap asin atau yang ijo itu apa tuh yang nyegrak banget di hidung, pembeliannya secara terpisah gengs. Selain sushi ada juga street food Jepang kayak model karage gitu. Ada model kaya bakwan sayur tapi rich banget sama sayuran dan bawang bombaynya itu endeus banget.

Baca Juga: Review Ketan Susu Legendaris Kemayoran, Endeus!

Sedangkan untuk Sushi nya sih kita lihat-lihat rate harga. Dan setelah aku rasakan, makin malam, lokasi sushi AEON BSD ini tuh malah makin ramai woiiii. Sumpah deh, kayak habis ada flash sale dunia nyata gitu lho.

sushi-aeon-bsd


Ya aku sih pertama ngga begitu suka makan salmon mentah yang dibuat sushimi, jujur aku suka sushi yang pakai balutan nori aja itu udah cukup sih. Akhirnya pesan yang termurah, dan keliatan paling lengkap. Udah sih pertimbangan kita mah itu doang wkwk.

Dan makannya juga kami di rumah ya guys, ngga di tempat, karena serem banget oiiii, Covid-19 tapi masih aja ramai begini, aku juga pengen buru-buru pulang, ini tuh kayak nuruti kekarepanku karena baru ini selama 2 tahun stay Tangerang aku makan sushi AEON BSD wkwk.

sushi-aeon-bsd

Review keseluruhan rasa sushi di AEON BSD:

ENAK!
HAHAHAHHA

Intinya kalau mau makan sushi dan agak hemat (ya walaupun tetap habis 200K) tapi segini tuh udah sampe dalam tahap kenyang bosen dan "blenger" gitu lho. Aku sendiri makan sushimi hanya satu potong selebihnya suamiku yang makan karena dia lagi DEBM jadi stop nasi.

Baca Juga: Soto Kadipiro, Legendarisnya Soto di Jogja

Kalau rasa sushi lainnya itu enak dan memang taste banget sih. Aku juga merekomendasikan sushi AEON BSD ke kalian, buat kalian explore. Mungkin kalau udah ngga ada covid-covid lagi, aku bisa explore lebih lagi sama street food yang banyaaaaak bertebaran dan belum aku icip-icip secara satu persatu.

Oiya ketinggalan, ada satu kuliner yaitu siomay yang ada di dalam foodcourt Sushi AEON BSD ini. Rasanya juga enak, legit dan besar. Ya kalau harga, lumayan mehong sih, satu biji 9K guys. Penampakannya kayak gini

sushi-aeon-bsd


Review One Eighty Coffee & Music di Jalan Ganesha Bandung

review-one-eighty-coffee-bandung
(Review One Eighty Cofee Jalan Ganesha Bandung. Dokpri)


Perjalanan waktu ke Bandung saat itu adalah menjadi saat-saat yang cukup refreshing bagi kami walaupun masih dibaluti oleh duka. Postingan tentang kepergian ke Bandung saat pandemi ini karena kabar duka yang datang dari keluarga Bandung.

Keesokan harinya kita pulang dan mampir untuk makan siang. Bingung banget kan di Bandung kulinerannya banyak dan ngga cukup buat satu harian untuk nguliner. Akhirnya browsing dan ketemu juga sama One Eighty Coffee and Music yang terletak di jalan Ganesha. Dekat banget sama ITB guys, pkoknya ini caffe yang hits karena keunikannya.
review-one-eighty-coffee-bandung
(wakaka my daughter and my Mom. Letaknya depan warung Pasta dekat ITB Salman ya gengs. Dokpri)



Sudah banyak juga diliput oleh media masa dan beberapa yang mereview One Eighty Coffe and Music ini karena adanya tempat makan yang terletak di dalam kolam renang setinggi betis orang dewasa. Keadaan ini awalnya aku kira, kita akan makan di atas kaca yang bawahnya terdapat air guys, eh ternyata beneran berendam di dalam kolam renang yang ada airnya wkwk.
Udah gitu, sempat putar balik karena aku kira ini tempatnya salah dong, akibat lihat artikel yang salah menuliskan nama Cafe nya.

Ambience One Eighty Coffee

review-one-eighty-coffee-bandung
(Lokasinya ya. Dokpri)


Saat masuk, aku merasa ini nyaman banget sih. Langsung suka aja sama kondisinya yang walaupun sedikit ramai, tapi tetap tentram dan aman. Rasanya kalo dating di sini tuh juga nyaman sih wkwk. Banyak juga beberapa mahasiswa yang mengerjakan tugas atau ada yang kerja juga di cafe ini.



review-one-eighty-coffee-bandung
(Agak remang-remang tapi sungguh enakeun ini tempat. Dokpri)

review-one-eighty-coffee-bandung
(Maap motonya jalan pas mau keluar haha. Dokpri)

review-one-eighty-coffee-bandung
(Nah kayak gini loh bagian dalam One Eighty Coffee Bandung. Dokpri)

review-one-eighty-coffee-bandung
(Nyamannya. Ini lokasi outdoor nya ya. Dokpri)

review-one-eighty-coffee-bandung
Ada spot ini juga tapi sepi, kayak dipakai kalo pas rame-ramenya. Dokpri)


review-one-eighty-coffee-bandung
(View dari lantai 2 pada One Eghty Coffee Bandung. Dokpri)

Selain karena ternyata aku impressed banget ternyata ada kolam renang dengan betis orang dewasa sambil berendam dan makan dengan keadaan kaki basah, area lainnya juga sempat aku explore sih. Tapi pada akhirnya kami juga nyaman sampai milih-milih menu saja, selebihnya akhirnya kami memilih duduk di tempat biasa ajalah.
review-one-eighty-coffee-bandung
(yang penting mah eksis dulu di mana pun kamu berada haha. Dokpri)



Malah suamiku nyeletuk, ini tuh konsepnya briliant yak. Kayak lagi kebanjiran trus makannya sedang di tengah kebanjiran. Aku pikir, wah iya juga ya. Tapi ini tuh menjadi daya tarik sendiri sih buat orang-orang yang memang ingin coba untuk explore tempat makan yang ngga biasa. Lumayanlah buat pengalaman juga.

review-one-eighty-coffee-bandung
(Herannya, ada aja yang betah dari awal pesan makanan sampai beres makanan di lokasi yang ada aernya ini wkwk. Dokpri)

review-one-eighty-coffee-bandung
(Asalkan menikmati aja dulu ahaha, walaupun sudah mulai keriput nih ujung-ujung jari kaki. Dokpri)

review-one-eighty-coffee-bandung
(Finally kita pindah atas aja deh wk! Dokpri)




Menu-menu di One Eighty Coffee


Semua makanan ringan dan juga berat tersedia di sini dan memang didominasi oleh makanan Italia sih. Kayak spagetti, pizza dan beberapa macam steik juga. Selain itu ada pilihan seperti salad, burger, nasi goreng dan juga 

So di sini aku mau share menu apa saja yang aku makan selama di One Eighty Coffe ya manteman. Karena sayang banget aku udah jauh-jauh ke Bandung tapi ngga di review. 

review-one-eighty-coffee-bandung
(Beef Stroganofe. Dokpri)

review-one-eighty-coffee-bandung
(Soup salmon. Dokpri)



Suamiku karena sejak DEBM, jadi dia memang stop beragam karbo. Akhirnya pesan menu Salmon Head Soup dan juga Beef Stroganofe. Kalau yang bisa aku icip sih yang salmon head soup nya dengan rasa yang full kari dan keadaannya masih hangat dan panas gitu, jadi segar. 


Tapi setelah mulai mendingin dan pada akhirnya itu soup ngga disentuh lagi karena pas aku sendok, kok rasanya jadi anyep dan ngga seenak waktu di awal. Sungguhan deh manteman. Kalau yang Beef Stroganofe, jujur aku makan chips nya doang dan kalau kata suami aku sih standart rasanya dan cenderung kayak terlalu B aja gitu. 

review-one-eighty-coffee-bandung
(Spend time together)

Selanjutny menu adik dan juga mamahku nih Nasi goreng kremes, Steak sandwich, croissant with dip tapi ada beberapa ngga ada fotonya ya guys, maapkeun (buat yang croissant).


review-one-eighty-coffee-bandung
(Nasgor kremes. Dokpri)

review-one-eighty-coffee-bandung
(Wonton Curry Noddle. Dokpri)

review-one-eighty-coffee-bandung
(Minuman Honey berry tea. Dokpri)


Jujur aja aku suka banget dengan wonton curry noddle nya. Enak dan juga rasa rempahnya terasa banget. Kalau makanan milik adikku dan juga mamahku ini hanya aku icip sedikit aja sih. Malah yang lucu itu aku ngga bisa bedain mana minuman aku sama suami.


Jadi yang berawarna merah pekat di atas, jujur aku bingung ini blueberry ataukah honey berry tea. Buat yang mau kepo sama harga-harganya, aku udah share di bawah ini ya manteman. Over all aku hanya suka dengan ambience nya, untuk persoalan rasa aku serahkan buat teman-teman saja apakah dengan harga berikut ini worth it atau tidak.

Dari soal rasa memang aku rasa ada yang kurang apalagi jika ketahui beberapa list harga per porsi seperti ini. 

  • Blueberry ice tea 29.000
  • Honey berry tea 29.000
  • Mango Frozzio 35.000
  • Salmon head soup 39.000
  • Beef stroganofe 65.000
  • Nasi goreng kremes 42.000
  • Wonton curry noodle 50.000
  • Steak sandwich 75.000
  • Croissant with dip 24.000
  • Tax 38.800
  • SERVICE 19.400


Semoga teman-teman berkenan untuk cerita aku kali ini. Doakan aku semoga lebih lancar lagi bercerita dalam blog ini sehingga bisa banyak interaksi dengan teman-teman di kolom komentar. Boleh banget untuk drop perasaan atau ada yang ingin ditanyakan seputar topik yang aku jelaskan yaa, semoga kita semua tetap jaga kesehatan!