Yakin Bisa, Setelah Gajian tanpa "Bokek" dengan #MoneySmartInspirasi

by - Maret 14, 2019

(Source: pexel.com)
Hai buibu sekalian, gimana kabar keuangan di rumah saat ini? Kali ini aku mau sedikit cerita sedikit tentang apa yang aku rasakan mengenai keuangan pada awal-awal menikah. Dalam membuat anggaran atau apapun yang terkait dengan keuangan rumah tangga, harus in charge langsung menurutku dan dalam MoneySmartMenginspirasi kemarin ini, aku banyak banget mendapatkan insight literasi keuangan.

Dalam bahasan kali ini, aku akan mengulik issue yang sedang aku hadapi dalam waktu sekarang ini yang sehabis gajian, tau-tau pahlawan dalam dompet sudah berguguran. Dompet bisa diartikan sebagai saving keuangan secara konvensional dan memang aku semenjak 4 tahun sebelum menikah sudah belajar saving dalam bentuk tabungan emas. 

Menjadi pelit dan saving adalah dua hal berbeda, tapi sering banget dikaitkan satu sama lain. Aku mengakui orangnya sangat perhitungan dalam hal management keuangan ini, tapi bukan berarti pelit karena management ada tujuan dan alokasi tanpa perlu mereduksi. Dan suatu situasi, aku pernah banget merasa setelah tanggal gajian lalu beberapa hari terlewati, aku merasa uang gajian aku tidak cukup meng-cover kebutuhan hidup aku sampai aku ketemu dengan tanggal gajian bulan berikutnya. Aku pun merasa insecure banget, kok kayaknya aku kerja tapi masih berasa bokek terus.
Ternyata oh ternyata, ada beberapa kenyataan yang tanpa aku sadari yang membuat aku akhirnya selalu harap-harap cemas dengan tanggal gajian, berdoa agar cepat tiba. Dan aku menemukan artikel dari moneysmart ini yang membahas soal gaji selalu berkurang tiap bulan.
Ada beberapa hal yang menjadi perbaikan untuk bulan-bulan berikutnya agar uang gajian ini tidak dengan mudahnya habis sekaligus bahkan sampai merasa kurang.

1. Mengalokasikan uang sesuai pos-pos nya pada H+1

Aku harus menyiapkan beberapa pos keuangan yang tidak boleh banget diambil jika bukan peruntukannya. Semisal ada sebuah kondisi yang darurat, ya memang sudah semestinya menyiapkan dana darurat bukan?

2. Menyesuaikan Gaya Hidup

(Source: pexel.com)

Ini juga yang dibahas pada acara Moneysmart kemarin bahwa kita harus menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi keuangan kita. Jangan memaksakan pakaian mahal namun menguras seluruh tabungan untuk satu set pakaian outfit of the day dengan harga yang fantasis. Aku juga sudah belajar menyesuaikan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginanku, hingga kedepannya tidak akan kecolongan mana yang keinginan dan mana yang memang kebutuhan.

3. Tidak Menjalin Hutang-Piutang

Karena aku anaknya agak ga enakan kalo harus menagih-nagih uang sama teman ketika ada yang mau meminjam, aku baiknya menghindari transaksi tersebut karena aku pernah terjerat tidak terbayarkan karena aku gaenakan buat menagih hutang tersebut. Sama juga dengan diriku yang kalo belum ada uang nya yaudah, gausah memaksa untuk membeli dengan cara berhutang dulu. Intinya ya kita menyesuaikan dengan apa yang kita punya, dan kalaupun sangat kepepet, ya kita perbesar usaha untuk mendapatkan uang tambahan lalu mulai berinvestasi.

4. No Coffee Shop

(Source: pexel.com)

Harus kuakui, untuk mengejar beberapa deadline pekerjaan, menjadi habit tersendiri untuk menyambangi coffee shop karena fasilitas sangat mendukung dan tempat yang sangat nyaman agar pikiran ini fokus. Namun, hal ini yang menjadi penyumbang "bokek" jauh sebelum tanggal gajian tiba. Dan sudah bertemu solusi nya untuk mencari ruang kerja yang lebih nyaman, tentu sudah di support oleh pemerintah yaitu, perpustakaan nasional yang super duper nyaman dan akses nya sangat mudah.

5. Elegant dalam Memanfaatkan "Promo Time"

Dalam menjumpai beberapa macam jenis tawaran promo dalam sebuah merchant, aku sudah mulai mengesampingkan gengsi nih. Pasalnya, hal ini menjadi sebuah moment tersendiri buatku untuk sedikit "mengerem" pengeluaran dalam beberapa hari yang kebetulan banget lagi promo-promonya. Dan turut serta aktif untuk menyalakan notifikasi beberapa merchant yang biasa menyediakan layanan promo yang cukup sering.

(source: www.moneysmart.id)

Demikian sharing singkat dan beberapa point yang sudah mulai aku jalankan dalam waktu sekarang ini karena perubahan dalam literasi keuangan ini tidak hanya berkaitan dengan materi saja, namun penekanan pada praktik dan tidak harus menunggu uang yang banyak dulu baru belajar management keuangan. Bagiku, banyak atau sedikitnya itu sangat-sangat tergantung dari personal yang menggunakan keuangannya itu sendiri. Nah, buat temen-temen yang mempunyai ide atau ingin menuangkan pemikirannya soal keuangan, bisa banget buat sekaligus ikut serta dalam blog competition dari Money Smart bisa klik link ini. Terima kasih sudah membaca dan bisa sharing juga nih, punya pengalaman yang sama kayak aku gini ga kalo setelah gajian terbit kesadaran kalo keuangan mulai menipis di kolom komentar ya.

You May Also Like

32 komentar

  1. Sharing bermanfaat, sy baru tau money smart

    BalasHapus
  2. Penting banget memang ya bisa mengatur keuangan seperti ini.

    BalasHapus
  3. Aku juga gitu mba pos-posin H+1 bahkan aku biasanya langsung masuk rekening tapi ada beberapa rupiah yg aku sisihkan untuk keperluan darurat dalam amplop putih dan diatruh di tempat rahasia wkwkwk klo ga ada keperluan maka duit itu kutabung :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. gaya hidup emang bikin kebobolan sih ya mba, jadi aku mah ga mau krn gaya hidup tidak bisa sesuaikan pemasukan :p

      Hapus
  4. Yang nomor 4 itu, sepertinya berat banget deh....

    BalasHapus
  5. Mbaaaak itu kalimat pembukanya bikin aku ngakak deh. Baru gajian, pahlawan dalam dompet udah berguguran hahahaha #akubanget

    Makasi tipsnya mbak
    Memang bener sih, urusan uang ini harus bijak mengelolanya. Godaannya banyaaaak

    BalasHapus
  6. Iya banget lho mba. Apalagi poib 2 yang soal gaya hidup. Kadang yang bikin jebol keuangan yang soal kudu "gaya" itu sih ya. Makanya emang dana harus segera dialokasikan di H+1 gajian.

    BalasHapus
  7. Tips money smart nya keren nih. Bisa diterapkan. Apalagi jangan kalap ketika ada promo. Beli yang dibutuhkan

    BalasHapus
  8. coffe shop itu kelihatannya sederhana, tapi bikin menguras dompet juga..untung saya gak suka nongkrong

    BalasHapus
  9. Jadi lebih memahami lagi antara pelit dan hemat. Selama ini itu yang saya juga mulai tanamkan kepada anak. Supaya anak ngerti kalau tidak semua keinginannya dibeli bukan berarti orang tua pelit. Tapi karena ada kebutuhan lain yang lebih penting...

    BalasHapus
  10. Terkadang banyak promo produk atau diskon jadi musuh dari manajemen keuangan. Kadang serampangan membeli meski tidak terlalu membutuhkan barang yang dibeli karena tergoda harga diskon. Meski lebih komitmen lagi dalam manajemen keuangan.

    BalasHapus
  11. kerjaan aku banget nih tiap H+1 gajian langsung deh bagi2 uang sesuai post nya. Dan sisanya baru yg boleh aku pake hura-hura hahaha

    BalasHapus
  12. No coffee shop kayaknya yang agak susah buat aku wahaha. Soalnya kalo sehari ga ngopi aduh aku bisa migren. Itu sih yang paling berat buat mengalokasi keuangan

    BalasHapus
  13. Setuju banget teh. Kadang suka gak kerasa ya nyemil di kafe2 gitu tuh. Aku jg udh 2 bln kebelakang blm belanja fashion. Bukan karena gak kepengen tp karena belum ngerasa butuh aja..

    BalasHapus
  14. Aku kayaknya patut bersyukur karena nggak terlalu suka ngopi, jadi nggak banyak ngabisin waktu di coffee shop. Cuma tetep aja sih aku kalau kalap suka lupa sama yang lebih penting. Setelah baca ini, sepertinya aku harus mengatur lagi gaya hidup dan keuanganku nih :D

    BalasHapus
  15. aku malah sebulan sebelum udah aku pos-pos itu pengeluaran, tapi angger we tiap bulan nya ada aja yang bikin nguras tabungan haha. Gapapa deh, yang penting mah jangan sampe ngutang ya. Pengen ikutan blog competitionnya akutu, tapi masih gagap soal keuangan nih

    BalasHapus
  16. Bener banget nih, soal utang piutang. Sampai sekarang ada yang belum bayar, tapi aku nagihnya gak enak juga. Harus ditegasin diawal yaa..

    BalasHapus
  17. huaaa bener banget ini teh mengatur keuangan supaya lebih baik hehe yang nohok no coffe shop simple tapi ngaruh pisan hehe

    BalasHapus
  18. tulisan ini bermanfaat bagi aku ya ka

    BalasHapus
  19. Ini tips amouh banget nih buat dipake tiap bulan. Biar bisa tetep punya uang kapanpun juga..

    BalasHapus
  20. no 1 dan 2 sedang diterapkan niy mbak, semoga bisa istiqomah dahulu sebelum beranjak ke tips berikutnya hehehe

    BalasHapus
  21. Setuju banget ini mah, apalgi poin 1. Ini penentuan banget ya teh, kalau ga direncanain pasti ujung-ujungnya defisit. Harus bener-bener terencana memang...

    BalasHapus
  22. Aduh coffeshop itu memang racun banget, akupun lagi mulai ngerem biar nggak sering banget. Tapi demi 2019 bisa nabung, jadi mulai biasakan minum kopi ala homemade aja deh :D

    BalasHapus
  23. Inspirasinya boleh juga nih grandys buat diterapkan

    BalasHapus
  24. Poin no.3 itu sebisa mungkin dihindari
    Selain merasa terbebani sistem hutang biasanya menerapkan bunga yg kian menjadikan gelisah.
    Memang harus cerdas dalam mengolah keuangan

    BalasHapus
  25. Saya masih suka tergoda segala promo. Padahal mah kalau udah bisa menghilangkan godaan yakin bisa menabung lebih banyak :D

    BalasHapus
  26. nah, itu promo yang suka memaksa gaji nggak lagi bisa tersisa untuk disimpan hehe

    BalasHapus
  27. Makasih sharing ya mbak. Saya banget nih yang habis gajian, belum apa apa eh udah bokek. Huhuhu

    BalasHapus
  28. Promo time ini yang godaannya tinggi sekali...
    Seliweran di depan mata dengan hanya buka mata. Hils
    Tapi tetup tergantung niatnya ya mbak
    Demi sehatnya keuangan kita

    BalasHapus
  29. Kalau tidak mau bokek, yang penting kita cerdas mengelola keuangan. Ngopinya di rumah aja hehe

    BalasHapus
  30. akupun mulai bisa ngatur keuangan setelah nikah mba. sebelumnya boro2. abiiis trus gaji. jd tiap trima gaji, aku lgs bagi2 sesuai postnya. kebetulan aku kerja di bank, aku bisa create bbrp rekening tanpa atm, jd ga terlalu tergoda utk diambil.

    apalagi aku hobi traveljng, jd pasti budget traveling juga ada.

    ga lupa investasi jk panjang . aku lbh milih main di reksadana dan obligasi sih. nabung di emas juga utk persiapan pas pensiun :D. walo msh lama banget, ga ada salahnya semua hrs dipersiapin dr skr:)

    BalasHapus