Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Karawang

by - November 19, 2019


Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Indahnya ketika kita kenal dan rawat situs Cagar Budaya Indonesia. Dokpri)

"Mah kita sebagai masyarakat Rengasdnegklok kok belum pernah ngunjungin Candi Jiwa?"

"Iya juga sih kak, yuk kalo mau kita kesana"


Situs Candi Jiwa Batujaya - Sebagai anak yang terlahir nomaden, aku terkadang merasa tidak cukup puas untuk mengedukasi  diri aku terhadap pariwisata dan juga peninggalan seperti cagar budaya di sebuah daerah.

Seperti aku dulu pernah menghabiskan masa kecil di Ternate, namun aku belum sempat membuat konten mengenai Kesultanan Ternate, atau masa-masa remaja aku di Karawang, yang masih cupu ini belum ada dokumentasi yang cukup mumpuni untuk mengenang bagaimana Rengasdengklok sebagai salah satu kota bersejarah di Indonesia.

Milenial harus rawat Candi Jiwa dan situs lainnya di Batujaya

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Situs cagar budaya Indonesia di Batujaya, Karawang adalah Candi Jiwa. Dokpri)

Atas dasar rasa penasaran dan merasa berkewajiban sebagai anak milenial untuk menyebarluaskan hal-hal kebaikan mengenai Cagar Budaya Indonesia, dan aku rasa lewat tulisan ini semoga kita para anak-anak bangsa Indonesia dan khususnya para teman-teman serta adik-adikku di wilayah Karawang dan juga Rengasdengklok bisa melihat kalo kita sebenarnya punya candi yang keren apabila kita rawat dan juga lestarikan.

Mengunjungi situs Candi Jiwa yang lokasinya sekitar 30 km dari rumahku yang berlokasi di Perum Pesona Kalangsuria Rengasdengklok menggunakan motor bersama mamahku tercinta yang selalu setia menemani aku hihi. Perjalanannya lancar dan cukup menyenangkan karena disambut oleh rimbunnya pohon-pohon yang mengantarkan kita menuju lokasi.

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Ada hidden place di kawasan situs budaya Batujaya ini. Dokpri)

Kawasan Batujaya ini terletak di Pantai Utara Kabupaten Karawang (Jawa Barat) yang merupakan salah satu lokasi ditemukannya peninggalan dari wilayah kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda pada abad 5-16 M yang tidak lepas juga dari pengaruh agama Hindu-Budha. Ada 62 titik situs cagar budaya yang ditemukan di kawasan Batujaya namun baru tiga cagar budaya yang sudah dilakukan pemugaran yaitu:

  • Candi Jiwa
  • Candi Blandongan
  • Candi Serut

Kenapa harus Batujaya yang ditemukan sebanyak 62 situs cagar budaya?

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Pak Etoy salah satu narsumku. Dokpri)
Memang benar aku bertanya seperti itu ketika berhasil masuk pada wilayah Candi Jiwa dan bertemu dengan pak Etoy sebagai pedagang asongan tapi luar biasa akan pengetahuan beliau mengenai sejarah candi dan juga beberapa sejarah di kota Rengasdengklok. 

Hal ini juga diperkuat ketika aku mengunjungi museum yang berada di satu kawasan Candi Jiwa ini namun berada pada bagian depan, aku mendapatkan penjelasan bahwa Batujaya merupakan wilayah perlintasan bagi pelayaran dan perdagangan internasional antara India-Cina. Sehingga mungkin sekali ketika ditemukan berbagai macam tembikar yang diindikasikan pernah ada komplek pemujaan di Batujaya ini.

Pertama kalinya situs-situs ini ditemukan secara administrasi yang berada pada wilayah dua desa (Desa Segaran dan Desa Telagajaya) dan masuk pada satu kecamatan yaitu Batujaya yang tersebar seluas 5 km persegi sebanyak 62 situs tadi. Fyi aja, lokasi komplek dari situs cagar budaya Batujaya ini berada di areal persawahan lho jadi kebayang ya, kalo mungkin saja 62 situs itu berada juga di rumah-rumah masyarakat sekitar persawahan.

Mengenali Candi Jiwa 

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Candi Jiwa. Dokpri)

Untuk menuju Candi Jiwa ini mudah, karena lokasinya mudah ditemukan dan telah disediakan lahan parkiran dan ada HTM nya yaitu Rp. 5.000,00 per satu motor ya guys dengan parkirannya juga berbayar lagi Rp. 2.000,00
Saat masuk, kita sudah disambut oleh salah satu situs yang sudah ditandai oleh pemerintah sebagai situs budaya yaitu Situs Damar dan menurut pak Etoy adalah seperti gerbang selamat datang atau tempat lentera-lentera diletakkan ketika ada tamu kerajaan masuk ke dalam.  
Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Sedang renovasi untuk Candi Jiwa. Dokpri)

Lalu kita jalan menyisiri jalan yang sudah disediakan oleh pemerintah menuju lokasi Candi Jiwa dan tak jauh dari Candi Jiwa itu ada Candi Blandongan. Yang belum sempat aku kunjungi adalah Candi Serut yang memang belum ada akses jalan yang sudah dibeton seperti menuju Candi Jiwa ini. Jarak antar candi ini tidak sampai lebih dari 100 meter lho, ketika ditarik garis lurus.

Ketika aku datang, kondisi Candi Jiwa mengalami perbaikan karena ditambahkan penampungan air yang ketika musim hujan berlangsung, seringkali terjadi penggenangan air, dan tidak mungkin dialirkan pada areal persawahan yang berada pada semua sisi Candi Jiwa ini.

Sejarah Candi Jiwa

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Sejarah Candi Jiwa. Dokpri)

Candi Jiwa ditemukan pada tahun 1984 lalu pada tahun 1996-2001 dilakukan pemugaran oleh Direktorat Peninggalan Purbakala yang sampai saat ini ketika hari-hari keagamaan Hindu dan Budha, lokasi Candi Jiwa ini dipakai untuk mereka beribadah.

Untuk batu batanya dari Candi Jiwa sendiri adalah yang berbahan dasar bata merah, bukan batu pada umumnya candi. Dan aku telah membuktikan dari struktur batu batanya ini, yang lebih ringan walaupun bentuknya besar dari batu bata biasa, dan ini terbukti dari batu apung.

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Elemen dari batu bata Candi Jiwa. Dokpri)

Masyarakat sekitar pada awalnya membuka lahan untuk berkebun di atas candi ini sebelum ditemukan, dan setelah ditemukan, maka penyebutan Candi Jiwa awalnya adalah Unur Jiwa yang mana Unur adalah tanah tinggi atau semacam bukit kecil.

Candi Jiwa ini bentuknya bujursangkar dengan ukuran 19 m x 19 m dan tinggi bangunan yang bersisa ini adalah 4.70 meter karena rusaknya bangunan ini besar kemungkinan terkena sapuan dari bencana tsunami pada masa tersebut, mengingat Candi Jiwa ini lokasinya dekat dengan pantai Pakis Jaya.

Situs lainnya, Candi Blandongan

(Candi Blandongan. Dokpri)

Situs-situs yang ada pada kecamatan Batujaya ini awalnya ditemukan dari sumber sumur lalu antar satu candi dengan candi lainnya, dan pada lokasi lain seperti Ciabuaya terdapat 2 candi yang menjadi cikal bakal juga ditemukan situs Cagar Budaya Indonesia yaitu Candi Lanang dan Candi Wadon. 

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Candi Blandongan. Dokpri)

Untuk Candi Blandongan sendiri, berbeda dari segi struktur yang bisa kita sandingkan adalah adanya pintu masuk pada keempat sisi bangunan berupa tangga yang berorientasi pada empat arah mata angin:
  • Timur Laut
  • Tenggara
  • Barat Daya
  • Barat Laut 
Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Bagian dari Candi Blandongan. Dokpri)

Tangga-tangga ini terbuat dari batu cetakan, dan menurut penjelasan dari petugas museum yang kita temui, bahwa setiap candi memiliki fungsi pada masanya, ada yang dipakai sebagai tempat peribadatan, tempat perkumpulan (berupa hall) dan berupa tempat tinggal dan dan berbentuk seperti bujur sangkar dengan ukuran 25.18 m x 25.18 m

Sehingga, candi Blandongan yang setiap anak tangganya terbuat dari batu cetakan ini terdapat sisa-sisa bangunan sekat yang diartikan seperti kamar-kamar. Dan di Candi Blandongan inilah yang banyak ditemukan peninggalan seperti pecahan anting-anting, tembikar dan piring-piring.

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Ada pesan tidak boleh turun ke bawah area pelataran Candi Blandongan. Dokpri)


Tentang Candi Serut

Candi yang belum sempat untuk aku explore ini karena belum ada akses menuju kesana seperti halnya 2 candi ini (Candi Jiwa dan Candi Blandongan) yang sama juga menyerupai unur atau bukit kecil dan dihuni oleh penduduk setempat dan ada 4 candi dalam kawasan Candi Serut ini dan semuanya dilapisi dengan lepa stucco (dari getah pohon dicampur dengan telur).

Apa itu situs Lempeng?
Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Situs Lempeng, Batujaya. Dokpri)

Merupakan sebuah situs berupa batuan yang ditemukan pertama kali dekat dengan sumber mata air yang airnya jernih dan menurut mitos yang berkembang di masyarakat sekitar, air ini ada khasiatnya. Lalu aku juga mencoba mengambil air itu (ada di Youtube aku ya) dengan cara menimbanya dengan tidak terlalu dalam untuk kedalaman sumurnya itu. Situs ini juga menjadi yang aku tuju karena lokasinya bersebelahan dengan Candi Blandongan.


Kewajiban merawat situs Cagar Budaya Indonesia

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Sarana pengunjung di Situs Batujaya. Dokpri)

Dalam rangka explore situs cagar budaya aku setuju banget sih, kalo dalam kawasan ini benar-benar sudah dijaga untuk kita ga sembarangan masuk dan turun ke bawah (untuk masuk dan naik ke atas candi) jadi kita haya berada di bagian pelataran luarnya saja.

Ini penting untuk merawat dan menjamin keletarian akan situs budaya ini sehingga bisa dinikmati kelak oleh anank dan cucu kita bahwa Indonesia memiliki ragam dan situs budaya seperti candi Jiwa dan situs lainnya di Batujaya ini. 

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Fragmen tulang. Dokpri)

Oleh sebab itu hadirnya Museum Kawasan Cagar Budaya Batujaya ini dapat membantu sebagai media representatif karena merupakan ruang yang dapat memberikan informasi tentang penelitian dan pelestarian situs dari beberapa artefak berupa fragmen kepala arca, elemen candi, fragmen tulang, dan juga perhiasan seperti anting-anting dan manik-manik. 

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Bebeapa temuan tembikar. Dokpri)

Aku berada disini merasa sangat beruntung sebagai anak yang pernah besar dan menuntut ilmu di Rengasdengklok ini yang kaya akan sumber sejarah bangsa Indonesia dalam Cagar Budaya Indonesia yang harus kita lestarikan dengan baik dengan tidak mengambil elemen candi berupa bata ataupun mencorat-coret bagunan candi tersebut. 

Kenal dan Rawat Situs Candi Jiwa Batujaya, Rengasdengklok
(Kenal dan Rawat Cagar Budaya Indonesia. Source: Koleksi Pribadi)


Teman-teman bisa mengikuti Kompetisi Blog Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah yang diadakan mulai dari tanggal 1-20 November 2019 ya!



You May Also Like

24 komentar

  1. Kompleks candinya ijo royo-royo ya mba. Cantik. Semoga nanti kalo main ke sana saya bisa mampir. Selama ini saya tahu Rengasdengklok karena sejarah Perjanjian Rengasdengklok saja. Semoga suatu hari bisa berkunjung. Terima kasih sudah berbagi mba.

    BalasHapus
  2. Semoga bisa mampir ke sini.lokasinya tidak jauh dari Cirebon.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Sayang peninggalannya banyak yang sudah rusak/tidak utuh dimakan zaman ya mbak.
    Andai bisa direkonstruksi kembali menjadi bangunan seperti aslinya di jaman dulu, pasti menarik banget ya

    BalasHapus
  5. Saya baru tau ada candi Jiwa ini, Mbak Grandy dan juga candi-candi lainnya. Makanya kalau tidak dirawat, bakal musnah sebelum saya dan orang-orang lainnya mengunjungi candi Jiwa ini. Menarik nih, Mbak. Apalagi tiketnya sangat terjangkau. Jadi wajib dikunjungi.

    BalasHapus
  6. Aku jarang dengar sih tentang Candi yang satu ini, tapi menarik juga jika dibahas intinya situs maupun cagar budaya Indonesia tetap dijaga ya. Thanks informasinya :D

    BalasHapus
  7. Aku setuju sama tag linenya, cagar budaya memang harus dijaga kalau ngak akan punah. Sudah jd kewajiban kita semua juga untuk menjaganya

    BalasHapus
  8. Jadi ingin kepoin situs yang ada di sekitaran Cikarang sini. Katanya, ada di daerah pedalaman ke arah sukatani. Rasanya cagar budaya seperti ini harus selalu dilestarikan dan diperkenalkan ke masyarakat, ya. Biar nggak punah

    BalasHapus
  9. sebagai keturunan rengasdengklok dari pihak kakeknya ayah (kakek buyut), rasanya aku maluuuuu belum pernah lihat peninggalan bersejarah di rengasdengklok. kapan2 kudu ke sana bawa suami dan anak2. soalnya kalo melintas rengasdengklok aku cuma ceritain kakek buyut aja :D

    BalasHapus
  10. Wah nama candinya aja udah merasuk ke dalam hati. Jiwa. hahhaha

    BalasHapus
  11. Yaampun Candi Jiwa tuh nggak terlalu jauh dari rumah aku sebenernyaa tapi sampek saat ini aku belum kesampean kesini hehe. Semangat merawat dan melestarikan cagar budaya :)

    BalasHapus
  12. Tempatnya asik banget ternyata, melihat rumputnya apalagi, seger..
    Jadi tau nih soal situs canti jiwa, baru denger juga namanya. Dan yang paling suka tiket masuknya itu lho, murah.

    BalasHapus
  13. di karawang ada candi juga setahu aku di jawa barat hanay ada candi cangkuang di garut

    BalasHapus
  14. Semoga menang ����tulisan lengkap dan informatif begini. Kecehhh kayak modelnya *ehh. Btw luas juga ya ukuran 25x25 di jaman dulu udh jadi hall. Berarti mereka juga butuh sarana kumpul. Sayangnya pengunjung belum banyak yg tertarik dan seantusias jika mereka mengunjungi mall ya. Semoga tetap lestari dengan kita menjaganya, kalau bukan kita siapa lagi. Kalau tidak sekarang kapan lagi? Ya kan

    BalasHapus
  15. Bolak balik baca Candi Jiwa malah terbaca Janji Jiwa. Lha kok kayak kopi, hahaha.

    Btw pedagang asongan tadi harusnya diangkat jadi tour guide. Kalo wisata Candi gini minim info jadi cuma foto-foto namun kurang mengenal sejarahnya.

    BalasHapus
  16. Saya jadi semakin tertarik deh buat datang ke sini. Soalnya ada taman bunga matahari. Saya suka banget sama bunga ini

    BalasHapus
  17. Indonesia begitu banyak peninggalan situs budaya yang wajib untuk dilestarikan. Karena memiliki nilai historical yang menyimpan jutaan makna

    BalasHapus
  18. Aku baru tau di rengas dengklok ada situs candi. Kudu dimampirin nih 😍

    BalasHapus
  19. Ah dekat nih di Karawang, pengen kesana aaah buat foto-foto hehehe makasih infonya ka Grandys :)

    BalasHapus
  20. Nambah lagi satu pengetahuanku tentang candi-candi di Indonesia. Luar biasa bangsa kita punya banyak banget kekayaan cagar budaya
    Ini kompleks Candi Jiwa kayaknya asri banget ya

    BalasHapus
  21. Keluarga Ada sawah di Karawang Dan sekitarnya, tapi ga Tau soal Candi Jiwa ini. Baca tulisannya jadi pengen mampir nanti sekalian panen

    BalasHapus
  22. Daku terkesima sama yang bagian foto hidden place. Soalnya bisa aja dirimu menemukannya. Kuy rawat dan jaga situs budaya kita ya

    BalasHapus
  23. Berarti ini merupakan candi kedua yang ditemukan di Jawa Barat ya. Sepertinya belum banyak yang tahu soalnya kebanyakan orang masih menganggap Candi Cangkuang di Garut merupakan satu-satunya candi di Jabar.

    BalasHapus
  24. Saya baru tahu loh, kalau dekat dengan Jakarta ada situs sekeren ini. Dan memang sih, situs seperti ini kita harus rawat agar bisa dinikmati kelak buat anak cucu kita

    BalasHapus