#Ayohijrah Selangkah Lebih Baik Bersama Bank Muamalat Indonesia

by - Mei 02, 2019

ayo hijrah, selangkah lebih baik, ayo hijrah bersama Bank Muamalat Indonesia, Bebas Riba, hijrah terhindar riba, resign
(Dihari terakhirku ngantor. Dokpri)

Assalamualaikum semuanya, bagaimana kabar kalian pagi hari ini? Semoga selalu dalam lindungannya Allah karena sebaik-baiknya hidup adalah yang selalu mengingat dari mana ia diciptakan dan bagaimana ia kembali nanti. Selalu aku mengusahakan untuk belajar hari demi hari dan tiada lelah untuk selalu bersyukur atas apa yang telah menjadi qodarullah untuk diriku sendiri.

Pada kesempatan kali ini, aku mau menuliskan pengalaman berharga aku untuk hijrah dengan tidak berjauhan dengan suami (LDR) yang merupakan keputusan yang cukup berat bagi aku sebagai anak pertama dari 2 bersaudara yang sudah menikah. Menjadi tidak mudah karena banyak sekali pertimbangan ketika hanya berdiskusi bagaimana plus dan minusnya, hingga akhirnya tiba juga dimana hari itu juga aku benar-benar mengangkat tangan untuk selesaikan perkara hubungan jarak jauh dalam bentuk keputusan hijrahku ini. 

Kenapa harus aku sebut dengan hijrah?

(source: instagram @bank.muamalat)

Hijah memiliki pengertian menurut kamus Arab adalah keluar dari satu tempat ke tempat lain. Artinya ya aku keluar dari tempat yang selama 4 tahun ini membuat aku bergantung dari sisi financial namun ada sebagian hati aku rasanya tidak inginkan itu. Memutuskan untuk keluar dari tempat aku bekerja di Bandung ini merupakan sebuah keputusan matang, bulat dan aku sebut sebagai sebuah jawaban yang Allah beri di waktu yang sangat tepat.

Aku bertemu dengan suami tanpa sebuah perencanaan, tapi Allah adalah sebaik-baiknya perencana. Aku tidak menyangka di tahun 2018 aku benar-benar harus berhenti bekerja sesuai dengan background pendidikan aku, yaitu Diploma Teknik Kimia. Aku tetap bangga menjadi anak teknik, walaupun pada kenyataannya ada saja pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya tidak perlu aku jawab, karena aku sendiri sudah mengerti jawabannya.

Hijrah itu sesuatu yang Allah sukai

Aku percaya banget bahwa hijrahku ini adalah sebuah pilihan yang menjadi garis dan qodarullah hidupku, tentu Allah sudah atur sedemikian rupa agar aku terus bersyukur dan banyak belajar atas semua kejadian dan kejutan yang Allah kasih agar hamba-Nya senantiasa bertaqwa. Aku sangat meyakini keputusan hijrahku ini adalah sesuatu jalan yang tidak mudah, kalo mudah surga itu bisa ditukar dnegan piring cantik. Ujiannya macam-macam dan aku yakini, aku bisa melewati hijrahku ini dengan sebaik-baiknya sikap.

Aku kok yakin sih Allah akan suka dengan hijrahku ini? Karena sebagai muslim yang belajar terus dari hari ke hari, aku selalu menanamkan mindset kalo kita harus memiliki sifat yakin dan sifat percaya. Sama hal nya dengan iman, aku juga mengambil persoalan hijrahku ini sebagai sebuah perjalanan keimananku untuk semakin dekat sama Allah dan aku yakin Allah suka dengan keputusan hijrahku ini, karena alasan hijrahku ini adalah kepatuhanku berpindah kepada suami dan istri yang membersamai suami kemanapun ia pergi jika memungkinkan.

Resign dari manufacturing 

(soure: pexels.com)

Keputusan aku untuk melalui hijrah ini dengan keputusan berhenti bekerja selama 4 tahun dalam sebagian diriku berpendapat bahwa ini adalah keputusan "nekat". Sebagai pengantin yang baru saja memulai semuanya dari nol, memulai mengenal satu sama lainnya, saling mengerti akan karakter dan penanganan respon emosi yang tidak cukup mudah, dan faktor utama lainnya adalah dalam segi financial.

Aku tipe pekerja keras sedari awal, namun aku tidak memaksakan kehendak untuk berlama-lama hubungan jarak jauh dengan suami yang selama 3 bulan saja terasa begitu menyesakkan. Aku sangat-sangat pasrah dengan berbagai macam kemelut pikiran dan berkali-kali mengadakan diskusi terbuka bagaiaman keadaan financial nanti kalo aku benar-benar lepas dari pekerjaanku di Bandung. Suami yang selalu menguatkan bahwa akan ada saatnya, kita sebagai manusia di uji dengan sedemikian rupa, hingga harus mengorbankan apa yang membawa banyak daftar kemudorotan.

(source: instagram @bank.muamalat)

Lalu secara perlahan, aku diam-diam mulai menuliskan rentetan plus minus ketika aku masih bekerja dan seandainya menjadi ibu rumah tangga saja. Ternyata disaat proses menulis itulah aku menemukan hal yang tidak bisa aku tuliskan, aku lupa bahwa yang memberi rezeki aku itu bukan gaji tiap bulan mengalir di rekening, tapi Allah sang maha kaya di muka bumi ini. Insya Allah akan dicukupkan ketika kita benar-benar percaya dan tawakal kepada-Nya.

Ada keyakinan dalam diriku ini ketika aku terus support diriku untuk ayo hijrah untuk membersamai suami, membuat hubungan suami istri yang normal dengan pergi tidur dan sat bangun pagi ada suami di samping kita dan bisa menyiapkan segala keperluan yang suami butuhkan dengan tangan kita sendiri. Nikmatnya masya Allah tiada tara, walaupun kekhawatiran itu terjadi perlahan, namun aku harus tangguh dengan keputusanku untuk hijrah lebih mendekat dan membersamai suami.

Menjatuhkan pilihan perbankan syari'ah

Ketika bekerja, sudah pastinya pada tanggal tertentu akan ada dimana hari gajian dan itu berlangsung selama 4 tahun. Ketika memutuskan untuk selesai akan pekerjaan di Bandung, otomatis bank atau tabungan payroll untuk in and out nya keuangan saat ini sudah otomatis aku pindah alihkan. Karena tidak mau lagi mengulang hal yang sama, selama bertahun-tahun menggunakan bank konvensional sebagai ladang kita bertransaksi, aku ingin membuka rekening bank yang berbasis syari'ah. 

Saat mencari beberapa informasi dan juga referensi mengenai mana bank syari'ah yang sesuai dengan syari'at agama Islam, tentu sebelum aku menjatuhkan pilihanku kepada Bank Muamalat Indonesia tersebut, aku pun getol mencari tahu profilnya, karena tak kenal maka tak sayang, bukan jaminan kalo udah kenal lama tapi saling percaya satu sama lainnya. Yuk kita kenalan sama profil singkatnya berikut!

Bank Muamalat Indonesia, Lembaga Keuangan Syariah Terpercaya

Bank Mualamat Indonesia ini adalah lembaga keuangan syari'ah yang terpercaya dan semua sistem pekerjaannya dilakukan sesuai dengan syari'at Islam. Berdasarkan hasil informasi dari yang aku dapatkan melalui website resmi nya Bank Muamalat Indonesia ini adalah lembaga keuangan yang memulai perjalanan bisnis sebagai bank syari'ah pertama di Indonesia pada 1 November 1991 dan diresmikan pada tanggal 1 Mei 1992, wah kuran glebih sudah 27 tahun ya sobat muslimah.

Dan tidak hanya melayani kegiatan menghimpun dana melalui produk tabungan syari'ah, BMI ini memberikan layanan pembiayaan syari'ah, DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) Muamalat dan Baitul Maal Muamalat dalam bentuk penyaluran dana Zakat, Infak dan Sodaqoh (ZIS). Yang mana Bank Muamalat Indonesia ini memiliki visi yang sungguh mulia sebagai lembaga keuangan syari'ah yaitu
"Menjadi bank sya'riah terbaik dan termasuk dalam 10 besar bank di Indonesia dengan eksistensi yang diakui di tingkat regional"
Sebagai calon nasabah baru di Bank Muamalat Indonesia ini, aku harus tau lebih banyak tentang sistem dan juga alur agar bisa menjadi nasabah di Bank Muamalat Indonesia. Menurut informasi dari website resminya, ada 3 hal yang wajib kita ketahui sebelum memutuskan menjadi nasabah resmi Bank Muamalat Indonesia.

  1. Kenali kebutuhan keuangan, apakah produk ini ditujukan untuk diri pribadi atau instansi lainnya
  2. Pilih produk, produk yang diambil apakah seperti tabungan yang bisa kita ambil sewaktu-waktu atau untuk produk jangka panjang seperti deposito atau investasi.
  3. Tentukan pilihan, karena sudah mengerti dan mulai terpetakan produk mana yang kita ambil, detail produk bisa dilihat disini

Gerakan #Ayohijrah Bank Muamalat Indonesia

(source: instagram @bank.muamalat)

Ada yang udah tau belum kalo Bank Mualamat Indonesia membuat campaign yang sangat mulia ini melalui gerakan #Ayohijrah dengan Bank Muamalat Indonesia ini menjadi agen penggerak semangat umat untuk terus-menerus meningkatkan diri ke arah ajaran Islam yang baik, sempurna dan menyeluruh (kaffah) sehingga ajakan #Ayohijrah ini tidak hanya berhijrah secara ibadah, tapi juga dalam hal mengelola keuangan.

(Peresmian #Ayohijrah. Source: instagram @bank.muamalat)


Dan menjadikan Bank Muamalat sebagai pilihan untuk hijrah dalam pengelolaan keuangan adalah selangkah lebih baik karena Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1992, Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariah nya, Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, Bank Muamalat memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri.

Adapun  dalam memberikan layanan yang lebih berkah, Bank Muamalat Indonesia mengubah beberapa nama diantaranya:

  • iB HIjrah
  • iB Hijrah Haji dan Umrah
  • iB HIrah Rencana
  • iB Hijrah Prima Berhadiah
  • Deposito iB HIjrah
  • Giro iB hijrah
  • Pembiayaan Rumah iB Hijrah Angsuran Super RIngan dan Fix (masih dalam proses pengajuan kepada Regulator atau OJK)
Lalu kita bisa kepo nih sama beberapa gerakan #Ayohijrah yang dapat dilaksanakan seperti:
1. Seminar dan edukasi tentang terbankan syari'ah
2. Open booth di pusat kegiatan masyarakat
3. Kajian islami dengan narasumber dari kalangan ulama
4. Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syari'ah

Semoga ya teman teman semua, dengan hadirnya gerakan #Ayohijrah dari BMI ini menjadi solusi buat sobat muslimah atau teman-teman semau disini yang masih maju mundur untuk menjadi nasabah di sebuah bank karena antisipasi terjerat riba dan pastinya kita mau selangkah lebih baik dalam menjalani kehidupan di dunia ini yang tidak hanya fokus dalam duniawi, tapi keberkahan dari hasil jerih payah itu harus dipastikan tidak membawa kemudorotan. 



You May Also Like

17 komentar

  1. Masya Allah ndys.. Terharu aku bacanya.. Aku juga sedang mencoba untuk terus yakin bahwa Rezeki sudah dijamin oleh Allah SWT..

    BalasHapus
  2. Hijrah memang perlu perjuangan dan konsisten . Untungnya ada Bank Muamalat yang membantu kita dalam urusan perbankan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Plus minus memang harus dipikirkan dari sekarang karena hijrah untuk masa depan sampai akhirat masih bisa kita rasakan dampaknya

      Hapus
  3. bener ya mba, rejeki udah di atur sama Tuhan, tinggal pinter2nya kita mengeloa :)

    BalasHapus
  4. Dulu aku kerja dibank konvensional pengen banget keterima kerja dibank muamalat ini

    BalasHapus
  5. kepingin buka tabungan hijrah rencana buat nambahin pos tabungan, kalau di muamalat kan ngga khawatir sama bunganya. besok aku coba tanya-tanya ke cabang muamalat yang dekat rumah ah :)

    BalasHapus
  6. Bank ini udah jadi bank favorit karena sistemnya syariah jadi berasa aman tentram ya beb kalo nabung disini

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah ya sudah membuat keputusan tepat dengan berhijrah hingga bisa deketan dengan suami, saya juga nasabah bank muamalat nih

    BalasHapus
  8. Masyaallah, cerita hijrahmu menginspirasi sekali. Semoga bisa terus istiqomah taat di jalan Allah ya.

    BalasHapus
  9. Bener, dek Grandys.
    Keputusan yang in syaa Allah membawa keberkahan untuk keluarga kecilmu.

    Menikah kalau berjauhan, apa artinya?
    Huuhu~

    Bank Muamalat menjadi teman hijrah ummat muslim, in syaa Allah.

    BalasHapus
  10. Semoga keputusan Hijrahnya ini menjadi berkah untuk mba dan suami ya. Dan semoga menang lombanya.

    BalasHapus
  11. Masya Allah Tabarakallah semoga Hijrahnya Istiqomah ya mbak

    BalasHapus
  12. makin banyak juga ya berbagai macam produk/jasa yang mendukung buat hijrah, jadi lumayan mengurangi insecure juga

    BalasHapus
  13. MasyaAllah Tabarakallah, luar biasa ceritanya, Semoga hijrahnya istiqomah selalu ya mbak

    BalasHapus
  14. Bank Muamalat itu salah satu pionir yaa mba.. dan pelayanan yang diberikan juga oke yaa

    BalasHapus
  15. terkadang saya bingung ketika mau mulai hijrah terutama dari per-bank-an yang jahat ternyata ini solusinya. makasih kak infonya

    BalasHapus
  16. Setuju banget deh mba, kalo memang rejeki itu udah diatur sesuai porsi kita masing2 tinggal cara kita menyikapinya aja :)

    BalasHapus