Wanita yang Akhirnya Aku Panggil Mamah

by - September 12, 2018

Ya, setelah menikah di tanggal 12 Agustus 2018 lalu. Kini orang tua aku bertambah, aku sebut bukan sebagai mamah mertua, tapi murni mamah.
Mamah yang belum lama aku mengenalnya, namun dalam kurun waktu kurang dari beberapa bulan terakhir ini banyak memberikan kontribusi yang masya Allah. Aku saja membayangkan sebagai anak muda tercengang dengan segala skill dan kesabarannya.
Dari rasa kasih sayang yang begitu tulus terpancar dalam penerimaan aku bukan sebagai menantunya, namun benar sebagai anak.
Bahkan saat selesai proses ijab qobul, mamah memelukku seraya berkata,
"Jangan panggil ibu lagi ya, panggil aja mamah. Adys udah jadi anak mamah."
See, dengernya aja aku tuh ga sanggup buat ngambil tisu banyak-banyak karena saking terharunya. Betapa besar rasa penerimaan beliau terhadapku. 
Yang menjadi hal inspiratif dalam sosok mamah, adalah kebaikan dan kemurahan hatinya. Sungguh, jika ia mampu dan waktunya longgar, dengan segala kesediaannya untuk membantu dan hadir bagi orang-orang yang membutuhkan bantuannya.
Begitupun saat persiapan seserahan pernikahan aku. Aku tidak perlu repot-repot atau mencari vendor hias seserahan, karena mamah meng-handle nya sendiri dan hasilnya lucu banget, dan aku suka.
Dan yang membuat aku semakin bersyukur mempunya mamah adalah mamah jago banget masak. Dengan umur yang sudah tidak lagi muda, namun semangat untuk terus belajar dan mengasah skill dilakukan mamah. Masakan mamah terkenal enaknya dan membuka pesanan catering juga ketika waktu hari Minggu di CFD, Mamah dan Ayah berjualan gudeg mercon yang enaknya gak kalah sama gudeg khas Jogjakarta.
Sampai myang membuat aku terkesan adalah sup ikan buatan mamah yang endeus dan lezatos pokoknya.
Doakan kami selalu sebagai anak mamah yang insya Allah akan terus mendoakan mamah juga dan utamanya semoga kami tidak merepotkan. Love you mamah.

You May Also Like

4 komentar

  1. Cantiknya anak mama secantik nama & hatimu yg masih terlalu muda namun berusaha keras menggapapai kehidupan dg ragamnya. Keyakinan mama dengan keluguanmu disertai doa-doa luhur kelak menjadikanmu wanita tangguh & tak mudah menyerah. Selamat berjuang anaku, melangkahlah dijalan Allah.

    BalasHapus
  2. Subhanalloh,sampai terharu membacanya,kasih sayang mama dirasakan bukan hanya utk menantu dan anak2nya namun juga utk sesama yg begitu perhatian dirasakan banya orang,semoga menjadi contoh generasi penerusnya kelak dan semoga mama dan keluarga diberikan umur panjang yg barokah,rizki yg melimpah halal barokah,keluarga bahagia dan sejahtera juga Surga Firdaus nantinya.Ajzkk,Supatno&keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah pak Patno baca blog aku ini hehe jadi malu saya pak :) azkhro ya pak, sudah melancarkan.

      Hapus