Preparasi Wedding (bersambung)

by - September 12, 2018



Singkat kata, kami sudah sama-sama untuk masuk pada persiapan pernikahan ya.
Awalnya, bingung banget asli ini mah. Gak tau banget apa yang harus dipersiapkan, namun mamah aku juga baru pertama kali buat ngebesan macem gini kan ya, sedangkan dari pihak abang dengan 3 bersaudara lelaki semua jadi cenderung aku yang secara alami untuk mengamati lingkungan sekitar aja. Tapi alhamdulillah, mamah nya abang begitu terbuka dan sudah beberapa kali pengalaman untuk nanganin wedding gitu, kayak preparation untuk catering, jumlah undangan, dan juga hiasan seserahan.
Oke, bismillah kita mulai ya.
Jadi awal banget, aku dulu tanya-tanya yang sudah menikah di tahun 2018 baik yang awal bulan ataupun yang baru banget hari-hari itu mereka menikah. Jadi terima kasih banyak buat yang sudah mau aku tanya-tanyain macem wartawan dan kadang bikin kalian lelah ya menjawab pertanyaanku dan mau gak mau jadi problem solver juga buat setiap permasalahan intrik yang suka muncul ditengah-tengah persiapan.
Lalu menjelajah disetiap website wedding dan segala macamnya untuk mencari tahu secara detail dan sistematis apa saja yang harus kita siapkan. Secara garis besar dan aku sesuaikan sama urutan ketika aku ngurusnya ya ini, jadi semisal ada yang berbeda itu mah dikembalikan kepada masing-masing preferensi kaliannya aja ya.
Sebelumnya, abang saat proses dengan aku dan memutuskan untuk melangkah bersama menuju jenjang pernikahan adalah tidak mengulur banyak waktu artinya maksimal adalah tahun ini. Aku juga sudah menyampaikan kepada abang, perihal keadaan dan latar belakang keluarga aku yang masing-masing dari kita mempunyai istilah “dapur sendiri-sendiri.”
Aku cukup terharu saat ia begitu mendengarkan dan sampai pada titik tidak mempermasalahkan hal ini dan bisa diatur sedemikian rupa tapa membuatnya menjadi sangat rumit. Ternyata, begitulah konsep takdir Allah membawaku pada kemudahan dalam merancang pernikaha ini, yang awalnya berasa kayak semua ini gak akan mungkin terjadi jika papah masih bekerja jauh. Akhirnya sinkronisasi tanggal cuti papah yang kemungkinan di akhir tahun dan kita ambil di bulan September. Oh iya, alhamdulillah kita semua satu pemikiran bahwa semua hari, tanggal, bulan dan tahun itu baik. Sehingga sudah kesepakatan bersama kita tidak ada perhitungan tanggal yang spesifik dengan berbagai metode.
Berikutnya, setelah cukup membingungkan juga tanggal pasti cutinya papah itu kapan, berubah lagi menjadi Agustus. Lalu untuk tanggal gimana? Ini super kompleks sih, tapi akhirnya menjadi jalan keluar bagi kita semua, yang awalnya adalah 18 Agustus namun di rubah menjadi tanggal 12 Agustus karena penyesuaian dari kami keluarga. Bersyukur untuk tanggal bisa kita peroleh secara mufakat.
Jadi step yang aku bagi di sini sampai refrensi venue dulu yaa
1. Mengkomunikasikan Konsep Acara
Pertama banget adalah konsolidasi tentang konsep acara pernikahan yang mau kita adakan itu yang kayak gimana sih. Nah, disini orang-orang yang berperan untuk mengetahui konsepan acara adalah keluarga inti, yaitu orang tua kita sendiri dan orang tua besan ya.
Jadi, aku dulu sebelum ketemu abang (masih jaman tarik-ulur) pernah share tentang dream wedding aku ke papah dan mamah. Aku share ke mereka ketika aku rasa, aku sudah siap untuk menikah ya, jadi jika dulu masih labil-labilnya aku pas liat pernikahan orang-orang aku hanya jadikan kesemuanya sebagai refrensi dan tidak aku share. Ketika waktu itu tiba, aku utarakanlah kalo aku tuh inginnya konsep simple karena aku tidak suka keribetan. Sehingga tema garden party atau pernikahan private aku pilih. Dan aku akan mengeliminasi penggunaan acara adat dalam pernikahanku ini, alhamdulillah aku dan kedua orangtua ku satu frekuensi tentang hal ini.
Karena, aku adalah adalah keturunan campuran Bandung dan Nganjuk sehingga jika diberikan opsi adat, aku cuma meminta saat prosesi akad, aku memakai busana seperti adat sunda, cukup itu saja. Lalu, untuk konsep venue, aku sempat berselisih paham, terutam adengan papah. Papah inginnya mengadakan acara dirumah, tentu dengan memanfaatkan tempat dirumah adalah sesuatu keputusan yang bijak dan cukup menghemat budget, namun aku dan mamah mengajak papah untuk melihat keadaan aktual saat ini, jika dilakukan dirumah akan berakibat a, b, c dibandingkan dengan dilakukan di gedung.
Salah satu yang menjadi pertimbangan kenapa aku tidak mengadakan di rumah adalah:
1. Waktu cuti papah dan tiba di rumah adalah H-2 minggu dari acara, tidak memungkinkan untuk mamah meng-handle kesemuanya, apalagi aku yang bekerja di luar kota, tidak stay 100% dirumah untuk memperhatikan progress. Dan aku sampaikan juga, cukup rumit untuk mengkoordinasikan itu semua.
2. Menutup akses jalan daerah komplek dan berlangsung keribetan di rumah akan lebih menyita waktu, belum lagi kepada tetangga yang tertutupnya akses jalan dari gang lokasi rumah yang walaupun perumahan.
Setelah beberapa pertimbangan dan negosiasi dilakukan, maka terkerucutkanlah menggunakan konsep dengan venue gedung. Lalu selanjutnya untuk konsep private wedding, papah dan mamah aku tegas tidak setuju akan hal itu, karena mereka ingin saat aku menikah nanti adalah perwujudan dari rasa syukur dan dibentuk dengan sebuah acara yang mengundang layaknya sebagaimana tamu undangan. Aku disitu masih belum terpikirkan untuk yes or no.
Mencari Refrensi Venue
Setelah konsep acara didapat, lakukan pencarian venue yang sekali lagi sesuai dengan konsep acara dan pastinya budget. Budget adalah hal yang paling bikin was-was selama persiapan pernikahan ini. Jujur, karena aku terdidik tidak menghamburkan banyak uang untuk sesuatu hal yang dirasa tidak menjadi esensi dalam hidup, kurang lebih seperti itu. Hanya saja, aku berpikir dengan realistis atas keadaan dari daerahku, yang menawarkan fasilitas gedung pernikahan dengan pilihan-pilihan yang ini dan ini. Sehingga, menjadi tantangan terbesar dalam mengkomunikasikan ke pihak keluarga juga menjaga kestabilan emosi. Disini bukan persoalan materi yang menjadi tantangan menurut aku, namun proses pendewasaan yang makin mendekati hari H akan terus di uji sama Allah, oleh sebab itu jangan pernah lepas untuk sholat hajat dan meminta dilancarkan segala prosesnya.
Karena aku adalah gadis nomaden (insya Allah segera menetap ya setelah ini) saat ini domisili keluarga aku sudah pindah semua di Rengasdengklok, kabupaten Karawang. Jadi mulailah hari selama 2 minggu, aku bersama mamah dan abang selama 2 minggu di weekend survey lokasi venue.
Yang pertama adalah Sindang Reret Resto
Aku awalnya dapet CP karena aku kepo dari instagram dengan bermodal mencari hastag gitu dan berujung ke detail pelaminan pengantin yang location nya memang di SR. Saat detail itulah nama Shaqeela Makeup di tag dan aku tanpa pikir panjang untuk kepo instagram nya dan menanyakan lebih jauh melalui chat whatsapp. Selama berwhatsapp dan aku mendapatkan referensi dari SR ini, maka di weekend besoknya aku sepakat untuk survey tempat langsung karena dari CP Shaqeela Makeup (Teteh Firly) aku dapat kontak marketting SR nya juga. Setelah detail kontak Marketting SR yang kebetulan sedang ada wedding di hari minggu tersebut.
Langsung di hari Minggu nya ya, kita berbarengan kesana dan canggung banget gitu, bingung apa yang mau ditanyakan. Padahal, malamnya kami berdiskusi dan mencari bahan untuk ditanyakan saat pertemuan besok. Saat ngobrol dengan marketting, baiknya kita minta brosur paketan wedding yang telah disediakan disana. Saat aku kemarin, kurang lebih sih soal berapa lama venue tersebut menangani wedding beserta WO nya, juga testimoni dari pengantin yang melakukan wedding disana, mencicipi makanan yang disediakan resto tersebut ini wajib dilakukan setelah melakukan survey di tempat.
Oh iya, aku juga mengambil tips dan trik dalam memilih venue wedding, yang kami sepakati adalah venue restoran. Karena apa?
Dalam sisi catering yaitu untuk mengantisipasi kekurangan makanan saat hari H dengan tidak diprediksinya tamu undangan yang datang. Dan saat survey, kita jadi bisa sekaligus mengerti citra dari rasa menu yang disajikan saat wedding akan seperti apa, karena kurang lebih, taste menu itu hampir sama dengan apa yang nanti disajikan saat wedding.
Lanjut ya, setelah sharing tentang garis besar wedding yang akan diadakan di SR tersebut, kita langsung survey tempat dan saat itu kebetulan sedang ada wedding jadi tergambarkan dengan jelas, ya seperti itu suasananya.
Jika bisa aku gambarkan keadaannya, berliku untuk sampai ke tempat pelaminan pengantin dan ruang pelaminan terpisah dengan ruang makan para tamu. Dan dari situ sebenarnya bisa ada opsi lain untuk mengambil tema semi outdor bahkan full outdoor. Namun setelah pertimbangan panjang dan lebar dari kondisi lingkungan suhu Karawang yang subhanallah jika dilakukan saat pagi hari menuju siang, juga jika waktu dipilih saat sore hari beserta perhitungan budgeting, karena kita sudah tau gambaran harga paket wedding, akhirnya kita keep terlebih dahulu untuk survey SR ini.
Oh iya, untuk setiap proses booking venue, baik sepaket maupun hanya venue saja, secara general harus masuk DP terelebih dahulu baru bisa booking. Karena cukup deg-deg an karena ini sudah bulan April namun kita masih belum bisa menemukan kecocokan.
Minggu berikutnya kami menyusuri yang hanya sewa venue saja. Kita mulai dari masjid central di kawasan karang Pawitan. Secara akses cukup mudah karena terletak di tengah kota, namun minusnya kondisi gedung yang seperti serba guna di tambah atap yang tidak affordable dan sedari awal mamah dan papah tidak setuju akhirnya kita memutuskan mencari lokasi lainnya. Kebetulan saat perjalanan, ada wedding expo di sebuah mall di Karawang, tanpa berpikir panjang kita kesana dan terjebak macet parah sepanjang perjalanan karena ternyata ada pawai acara Cap Go Meh yang biasa dilakukan. Akhirnya hanya aku dan mamah yang masuk ke dalam mall. Setelah berkeliling, melihat-lihat dari range harga untuk souvenir dan MUA aku cukup pusing ketika berpikir akan secara terpisah-pisah vendornya untuk mengurus acara wedding ini.

Tengkyu yang sudah mau membaca, istirahat dulu yaaa, pegel pisan nih semoga bisa melanjutkan dengan setiap momen yang aku jalanin pas persiapan kemarin yaaa

You May Also Like

28 komentar

  1. persiapan nikah emang rumit yah. apalagi ngatur soal makanan. kadang undangannya 1 yang datang se-komplek ahahahaha. tp yang penting semua berjalan lancar yaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya teh ayu, pas ngatur buat makanan dengan buffe dan segala macam pondokannya jadi sebuah pengalaman banget. Bener-bener nguras otak dan jiwa soalnya haha

      Hapus
  2. Wah, momen yang paling menyenangkan ini, tapi memang bikin kepala muter sana sini, yaa gapapa lah seumur idup sekali hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa pada kahirnya bisa ternikmati dan terkenang dengan baik, intinya disitu sih teh Dee

      Hapus
  3. kayaknya kalau mau ngadain pernikahan gak cuma persetujuan dari laki2 dan perempuannya ya, keluarganya harus ikut setuju dan satu fikiran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener-bener approval nya tuh hampir keluarga besar sih teh, kadang udah ngerasa terkomunikasikan, masih suka ada aja misskom nya hehe

      Hapus
  4. Antara pusing sm excited aku dlu ngurusin nikahan. Pas udh beres acaranya malah suka kangen ngurus ini itu. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kangen banget ya teh, kadang suka senyum-senyum sendiri kalo inget preparasi nikahan

      Hapus
  5. Waw ini kayanya aku bakal alami karena nikah itu ga nyatuin kita tp kami ya 2 keluarga di satukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat teh aya! bakal happy ending insya Allah :)

      Hapus
  6. Semoga yah segera bisa ngalamin pengalamab kayak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya Allah teh Ume insya Allah d waktu yang terbaik yaaa :)

      Hapus
  7. ini nih panutanqoe wkwk..
    krn aku mo nikah, jd butuh referensi
    maacihhh teteh

    BalasHapus
  8. Trimakasii udah sharing tentang persiapan pernikahan teh, sangat membantu luv!💓

    BalasHapus
    Balasan
    1. luv u too teh, semoga ada ibroh yg bisa di ambil ya teh :)

      Hapus
  9. Persiapan pernikahan memang riweuh banget yaa.. tapi seru!! Seru sama pusing, riweuhnya itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru sangat mom, jadi suka senyum-senyum sendiri kalo pas inget-inget haha

      Hapus
  10. Thanks for sharing Teteh tulisannya sangat bermanfaat sekali😊

    BalasHapus
  11. Lengkaappp bgt sharingnyaa💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. saking lengkapnya udah kayak curhat ya teh, thankyou udah mampir teh :)

      Hapus
  12. Balasan
    1. semoga menjadi sarana penghibur diri ya teh Ra hehe

      Hapus
  13. Balasan
    1. terimakasih udah mau ngikutin cerita aku ya teh Feee

      Hapus
  14. Selalu suka sama cerita wedding preparation.. Ditunggu lanjutannya teeh😀 semoga ku uga segera bisa bikin postingan ginian #curcolanaknyateh

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyik nih teh Cam, semangat yak kutunggu kisahmu :*

      Hapus

Instagram