Sejauh Manakah Aku Bekerja dan Kini Aku Resign Juga

by - November 08, 2018

Apa yang aku dapatkan selama aku bekerja di perusahaan berbasis farmasi ini?

BANYAKKKKK.

Selain suka dukanya yang selalu ada (karena tidak melulu soal kerjaan kan yang ada unsur suka dukanya) oleh sebab itu aku mengambil segala positif vibes selama aku bekerja disini. Aku coba serap semuanya pada postingan kali ini, agar suatu saat kalo kangen, bisa buka-buka blog aku ini.

Jadi, saat pertama lulus dari kampus tercinta di Malang, aku ng-blank banget mau bekerja dimana, seperti kebanyakan fresh graduate aku mengikuti arus dan mencoba apply kesemua perusahaan dan tibalah qodarullah aku melakukan proses melamar pekerjaan hingga harus wawancara user di Bandung, test kesehatan dan fisik juga dan terakhir aku beneran diterima disini. Speechless sih, awalnya bingung kok bisa ya? Nah, setelah aku akan resign dari sini, aku berusaha tarik benang merah hingga aku temukan alasan Allah begitu apik dalam mengatur skenario setiap hamba-Nya.

Keluarga aku bisa pindah di Karawang, jadi aku bisa mengunjungi mamah setiap sebulan 2 kali sesuai shifting yang aku jalani. Dan itu rasanya seneng banget. Lalu tahun pertama masuk kerja banyak ketimpangan yang aku rasakan karena disinilah aku sedikit demi sedikit dibentuk melalui kejadian-kejadian yang awalnya menyakitkan kini aku menjadi berterima kasih karenanya.

Memiliki partner yang begitu logis, analitik dan cenderung keras, melatihku banyak hal dan itu langsung merubah sedikit demi sedikit mindset ku untuk bisa berdamai dengan segala rasa sakit.

Saat aku bekerja, aku belum melakukan wisuda, jadi pada bulan Oktober 2014 aku izin 2 hari untuk menghadiri wisuda dan kembali lagi bekerja. Setiap hari selalu saja aku menumpahkan rasa galau ku ke mamah dan mamah selalu tak henti-hentinya menyemangati aku untuk tidak boleh kalah dan menyerah dengan keadaan. Yang aku ingat mamah selalu memberi sugesti positif bahwa aku bisa melewati itu semua dengan baik, hingga di titik dimana Allah akan memberi sinyal bahwa aku sudah cukup untuk di perusahaan ini. Pada tahun pertama aku mendapat banyak sekali ilmu pengetahun tentang bagaimana sebuah proses sediaan serbuk obat dan vitamin untuk ternak bisa di pasarkan, karena sesungguhnya di awal aku merasa asing dengan perusahaan ini.

Pernah suatu sore, setelah aku lolos tahap selanjutnya, aku iseng menuju belakang rumah di Nganjuk yang waktu itu sedang usaha ternak ayam, bebek, entog gitu dan menggunakan vitamin dari perusahaan aku ini haha. Barulah dari situ aku banyak menggali segala sesuatunya tentang job desc pekerjaan ini.

Aku belajar menjadi seorang leader yang baik itu seperti apa, dan awal-awal perjalanan aku ini susah dan sering banyak makan hatinya, karena aku terlalu baper gitu.

Pada tahun 2015-2018 ini, aku mengikuti berbagai training diantarnya:

Lean manufacturing dan kaizen

Touring plant and overview semua produk yang dihasilkan

Change Management

Konsep Poka Yoke

Kalibrasi

7 Tools

Teknik Presentasi

Step for Success

Personal Financial Planning

The Power of Positve Thinking for Handling Complain

Improving Self Leadership

Supervisi

Efective Communication Skill

Lalu selain training, di tahun-tahun selanjutnya yang membuat aku bisa menggali lebih banyak potensi di diri aku hingga aku menemukan komunitas menulis dan itu berlangsung sampai sekarang (walaupun target buku masih inproses terus) aku bersyukur dengan adanya training tadi banyak sekali hal-hal yang merubah aku pada kebaikan.

Selain harian pekerjaan yang membagi pekerjaan sesuai leadtime proses, diminta untuk terus melakukan improvement yang berkesinambungan, skill komunikasi yang efektif ini berpengaruh banyak di kehidupan selain pekerjaan juga. Aku juga jadi mengetahui apa saja sediaan farmasi beserta istilah-istilahnya, karena teman-teman yang mayoritas lulusan apoteker dan farmasi ini, mengarjarkan aku secara tidak langsung untuk bisa ikut serta mengikuti hal-hal yang update dari farmasi itu sendiri.
Ada istilah OEE (Overall Equipment Effectiveness) sebagai bahan analisa sebuah mesin berkaitan dengan yield dan itu yang menjadi hitungan KPI (Key Performance Index) bulanan. Aku juga pernah membedah bagaimana menentukan KPI dalam sebuah divisi. Selain itu ada istilah 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Seiketsu, dan Shitsuke) dalam bahasa Indonesia nya (Rapih, Resik, Ringkas, Rajin, Rawat) dan ini berefek langsung pada mindset untuk bisa selalu hidup teratur dengan tidak menumpuk barang. Sampai-sampai aku membeli buku Marie Kondo (teknik beberes ala Japan) yang dicetuskan olehnya demi bisa “waras” dengan keadaan rumah yang ter-organizer.

Selain itu juga, dalam hal teknik presentasi yang banyak dipakai saat melakukan meeting semesteran dan harus menyampaikan hasil pencapaian selama satu semester yang disaksikan oleh para team management.

Sedikit saja yang bisa aku bagikan dari segala sisi postif yang bisa aku serap dari perusahaan ini, dimana aku menemukan passion yang sekarang menjadi pilihanku untuk bisa fokus didalamnya. Aku juga pernah jatuh bangun karena sakit DB dan melakukan bedah mulut karena impaksi gigi bungsu geraham bagian kiri sehingga absensi berpengaruh banget di KPI, pernah juga kesiangan parah karena kebablasan sehabis bulan ramadhan 2015 kalo gak salah waktu itu, juga menjadi bahan bercandaan orang-orang rumah kalo aroma khas pabrik sampai terbawa dan itu melekat banget. Kayaknya, udah pada hapal dengan kebiasaanku yang harus mengganti baju produksi, saking sering dibecandain sama orang rumah. Mungkin suatu saat aku akan rindu dengan segala aromanya. Dan tidak menutup kemungkinan, aku selalu saja menggerutu ketika weekend karena harus masuk setengah hari dan sering tidak bisa menghadiri acara-acara yang selalu aku ingin hadir, karena bentrok dengan jam kerja. Saat shift 3 juga pernah jatuh bangun, saking ga kuat menahan ngantuk, aku pernah tidur sambil jalan di pukul 11 malam. Terima kasih banyak memori yang telah tercipta disini, selain hal itu aku juga menemukan banyak sosok-sosok inspiratif dan positif disini, overall aku nyaman dengan rekan-rekan kerjaku karena begitu hangat dan welcome. Sekali lagi, aku bersyukur bisa Allah berikan jalan pekerjaan di perusahaan ini selama 4 tahun, 2 bulan, 16 hari ini untuk semua kenangan yang terbaik akan aku pergunakan untuk bisa sharing bermanfaat pada banyak orang dan juga untuk terus bisa open minded. Oiya, terlewat, selain hal-hal yang serius, aku juga sering mengikuti acara perusahaan tanpa terkecuali, karena menurut aku waktunya bisa bersosialisasi sama teman-teman di bagian laiin yang jarang ketemu saat bekerja, seperti pernah outbond 2x dan aku lupa namanya wkwk. Daaaan yang tak pernah terlupa adalah kata pepatah bahwa palu sebagaimana difungsikan akan membentuk sesuatu hingga bermanfaat dan itu aku rasakan disini. Dengan intrik yang tidak hanya dari atasan atau rekan kerja saja, dalam satu team pekerjaan yang menuntut lebih memang sudah semestinya menuju angka kesempurnaan. Terlepas diomongin dibelang, di bilang gak tegas, plin-plan, pelupa, leader yang tidak pas semua sudah aku telan bulat-bulat. Kini masa depan terpancar dan aku merasa sudah waktunya tutup buku dengan cerita lama itu sebagai bahan pembentuk diri. Terima kasih banyak, semoga ada rindu yang terbersit.

(Ini Shift 2 squad, bakal kangen banget ya Allah)
(PCC Team!)

You May Also Like

23 komentar

  1. waaahhh mbak, aku pun insyaAllah sedang menuju resign juga..semoga diberikan rezeki yang lain ya mbak..semangat menjemput rezeki mbak :)

    BalasHapus
  2. Tetep semangat dan sukses terus yaa Teh!

    BalasHapus
  3. Semangaaaaat terus teh rezeki selalu ada ko :)

    BalasHapus
  4. Wah kaizen, poka yoke, kok kaya kuliah aku d Teknik Industri. Kerjanya berhubungan sama manufaktur bgt inimah. 5S itu kaya Just in time management. Ndys lulusan TI jugakah? Sbnernya ilmu2 TI bisa diterapkan juga lho buat management Rumah Tangga. Intinya insyaa Allah gakkan sia2 deh pengalaman kerja ndys.

    BalasHapus
  5. Wah teh kebetulan banget akupun lulusan Farmasi jadi tahu persis lika liku bekerja di industri.
    You are super strong :)
    Semoga allah berikan skenario yang lebih baik di balik semua keputusan yang telah teteh ambil.
    All the good luck ya teh untuk babak baru di hidup teteh :)

    BalasHapus
  6. Sukses terus teh, insyallah selalu dicukupkan meskipun udah resign juga yah hihi

    BalasHapus
  7. Kdg2 kebersit sih pgn pensiun dr kerja kantoran skr, tp ntah kenapa maju mundur trus :p. Masih belum siap intinya.. Kayaknya, deep inside, aku beneran cinta ama kerjaan skr, makanya ga jadi2 lempar surat resign :)

    BalasHapus
  8. Wah semangaat dan tetap berkarya ya mbak ..
    Saya sbgai guru masih berat meninggalkan anak anak untuk resign..

    BalasHapus
  9. Terus semangat, mbak. Kalau saya udah lama resign, sekarang anak2 dah lumayan besar n bisa ditinggal tapi kok rasanya berat mau kerja lagi. Jadi milih nikmatin hidup jadi ibu rumah tangga aja.

    BalasHapus
  10. Tetap semangat, Mba, di mana pun berada. Meski resign tapi gak berarti kita berhenti berkarya.

    BalasHapus
  11. Kuliah d malang mana mb
    Aku malang juga kuliahny
    Btw smoga resign mbawa berkah y mba

    BalasHapus
  12. Apapun keputusanbyang diambil itu yang terbaik Semangat berkarya mbak

    BalasHapus
  13. Jadii inget waktu pertama kali resign ... Nice share Mbak semoga sukses ke depannya 😊

    BalasHapus
  14. Semangattt
    Saya juga dlu resign dengan bahagia & sadar diri. Banyak pengalaman & intrik di dunia kerja yg sungguh mengayakan utk bekal saat berumah tangga ☺

    BalasHapus
  15. Sebuah keputusan tidak ada yang salahhh, pasti ada hikmah besar yang menanti mbaaa, semangattt

    BalasHapus
  16. aduh mbak, tulisannya bikin aku nangis...saya baru juga resign dari kerja
    Kangen tempat kerja dan segala hal yang di dalamnya
    hiks hiks...

    BalasHapus
  17. Insya Allah ada hikmahnya mb 😊
    Semangat 😍
    Sukses selalu ya mb 😉

    BalasHapus
  18. Setiap hal dalam hidup akan menjadi pengalaman berharga. Semua ada hikmahnya. Terima kasih atas sharingnya, Mbak.

    BalasHapus
  19. Semangat mbaaak... Awalnya itu nggak mudah. Tapi lama-lama seru juga kok.

    Lagian orang yang biasa sibuk akan punya kesibukan lain yang menggantikan kesibukan di kantor. Sibuk belajar, didik anak, dan lain-lain. Mangats yaaa...

    Btw, saya pernah lho main ke Medion. Hehehe...

    BalasHapus
  20. Istilah 5Rnya patut dicontoh...makasih sharingnya mb..
    Terus semangat ya ..

    BalasHapus
  21. Semangat terus mba, insha Allah keputusannya membawa keberkahan, aamiin :)

    Saya pernah berada di posisi ini, mantap resign abis itu galau berkepanjangan, dan akhirnya balik bekerja lagi, namun resign lagi hahaha.

    Nikmati saja mba, insha Allah kalau tiba waktunya, semua perasaan itu bakal hilang kok.
    Waktu akan memberitahukan bahwa setiap keputusan pasti ada hikmahnya :)

    BalasHapus