Curhatan Ibu Rumah Tangga, Kisah Lama Sebelum Resign

by - April 09, 2019


curhat, curhatan seorang istri, curhatan mantan pekerja pabrik
(Kini aku sangat bersyukur. Dokpri)

Hai, kali ini aku mau curhat ah, biar blog nya menggambarkan kalo yang punya blog juga punya sekelumit masa-masa sulit untuk bisa lepas dari cengkraman yang cukup membuat hidupnya serasa sesak. Semoga bagi siapapun yang sedang berjuang dengan sungguh-sungguh mencapai apa yang memang menjadi arti dalam hidupnya, selalu Allah beri titik terang. Karena itu pasti.

"Aku bersyukur hari ini begitu dengan mudahnya Allah membukakan yang selama ini terus aku sesali, yaitu segala ketetapannya yang seringkali aku abaikan dan seringkali pula tidak aku indahkan. Mengapa baru sekarang seperti ini aku dipertemukan aku dengan beberapa bayak gambaran yang selama ini pun aku tidak tahu dari mana aslanya, tahu-tahu saja semua sudah terpampang dengan jelas di depan mataku dan sungguh aku merasa terbelalak karena-Nya. Apa itu?"


Dan bekerja menjadi buruh pabrik, benar-benar membuka mata batin aku untuk bisa terus bersyukur dalam berbagai kondisi, walaupun rasanya sangat-sangat sulit. Seperti menelan empedu yang setiap cecap pahitnya begitu sangat terasa.

"Sebuah rasa syukur yang berkali-kali lipat atas segala hal apapun yang terjadi pada diriku sendiri disetiap derap langkaahku untuk melangkah. Yang mana itu adalah berbagai macam penyaksian dari manis-pahit dan asamnya rasa dalam setiap kejadian yang akau alami, namun sungguh aku terdekap dalam diamku unutk merenungi apa-apa yang telah terjadi sejauh perjalananku ini. Yang aku tahu, adalah segala macam pencapaianku yang selama ini sering aku getarkan untuk bisa aku capai, karena orang-orang saja bisa seperti itu, ,mengapa aku tiak bisa? Bukankah setipa orang mempunyai kekuatan masing-masing untuk memenangi segala sesuatunya, itulah pikiranku saat itu. Kini aku mengerti, mengapa Alalh tidak me-qodarkan aku untuk menjadi seorang dokter, aku begitu sulitnya masuk dalam sebuah perguruaan tinggi yang aku inginkan hingga aku dipilihkan jalanku unutk masuk dalam politeknik negeri malang dan mengambil teknik kimia dan aku mengalami itu begitu derasanya serasa naik dan turunnya roller coaster."

Pertanyaan-pertanyaan yang masih saja terus digaungkan.

"Mengapa dulu disaat masa perkuliahanku, aku rasa sangat tidak produktif, banyak hal-hal yang aku lewatkan dalam masa mudaku, mungkin Alalh tidak ingin aku menjadi dokter yang tidak bertanggung jawab, mungkin Allah memilihkan aku jalan perkuliahan yang begitu rumit, untuk menempaku dalam setiap pilihan yang kita pilih itu.  Tidak mengartikan kita akan mendapatkan jawaban yang sesuai dengan harapan kita, sudah tentulah jawaban dari Allah lah yang terbaik untuk diri kita. Dan mengapa aku rasa dahulu saat masa kuliah tersebut merasa tidak produktif, karena Allah mempersiapkan mentalku untuk bisa lebih produktif pada fase yang telah Allah beri di saat umurku 23 tahun, sungguh Allah lah yang selalu menentukan jalan hidup seseorang tanpa ada satu kurang pun."

Dan mengapa pada masa mudaku, aku berpacaran dalam kurun waktu 2 tahun? Ya kau mengerti sekarang, masa lalu adalah pijakan untuk membawa kita pada pijakan kita saat ini, sudah barang tentu tidak perlu kita sesali, namun terlebih membawa kita untuk terus mengingat seberapa besar Allah membuat jalan kehidupan kita sedemikian rupa tanpa kita perlu merasakan dzolim dengan apa-apa yang telah Allah tetapkan.

Allah mengizinkan itu semua pastilah denga sebuah alasan besar, agar aku bisa menempuh perjalanan untuk semakin terus mendekat kepada-Nya. Tidak Allah biarkan aku berlama-lama dalam sebuah cobaan yang kelam itu. Allah tarik aku begitu cepat daripada yang aku duga sebelumnya. Allah dekap aku dalam setiap jalanku hingga saat ini aku syukuri untuk tidak lagi dan lagi masuk dalam hal-hal yang membuat aku semakin jauh dan jauh lagi pada Allah. Cinta yang Allah turunkan itu adalah cinta dari -Nya semata.

Dan mengapa aku masuk dalam pekerjaanku sekarang dan hingga usiaku bekerja mencapai tiga tahun? Sebuah angka yang sangat menakjubkan, yang membuktikan betapa kerasanya kau dalam memompa semangatku untuk bisa terus kuat dan kuat, juga pastilah Qodar lalah yang tidak pernah lepas atas ini semua. Juga pada doa-doa yang selalu orang tuaku panjatkan kepadaku.

Aku mengerti, mengapa tahun-tahun pertama dalam masa pekerjaanku itu begitu sangat-sangat erat rasanya, hingga aku ingin menyudahi tentang apa-apa yang sedang akau tekuni saat itu. Aku tidak mengerti lagi, bagaimana jalan pikiranku saat itu, yang aku inginkan adalah ingin terlepas dari segala sesuatu yang terasa begitu mencekikku hingga aku kesulitan hanya untuk mengambil udara saja aku begitu kesulitan, terkesan sangat berlebihan, namun sejujurnya hal itulah yang aku rasakan sat itu yang artinya kau tidak bersyukur atas segala hal-hal yang tak mengenakan yang tejadi dalam kehidupanku saat itu.





Tahun pertama bekerja adalah masa yang terberat bagiku.

"Tahun pertamaku bekerja yang penuh dengan tempaan mental dan rasanya sangat tidak mungkin aku bisa berada pada kondisi sekarang, jika bukan karena hari itu dan masa itu. Allah memberikan jalan kehidupanku saat tahun pertama bekerja seperti itu, agar aku semakin banyak belajar untuk bisa lebih tanggung jawab dan tidak menyepelekan berbagai macam hal kecil yang menjad pengantar hal yang besar. Allah juga ingin mengingatkan kepadaku untuk belajar tegas dan tidak terbuai dalam zona nyaman belaka. Hal itu pun masih terjadi pada masa habisnya kontrak pekerjaanku, yang saat itu aku diperpanjang selam 6 bulan. Aku tidak akan berada pada posisi sekarang jika bukan karena masa perpanjangku."











You May Also Like

3 komentar

  1. Bekerja di Pabrik memang memberikan banyak pelajaran tentang kerasnya hidup yaa ndys.. Aku terharu bacanya..

    BalasHapus
  2. Kadang kita baru mengerti baiknya rencana Allah setelah beberapa lama berlalu ya, dan hal kaya gini sering aku alami hehe. Semoga kita selalu bersyukur dengan apapun keadaan kita yg sekarang ya ndys hihi

    BalasHapus
  3. ini ada terusannya kah Mbak? jadi penasaran

    BalasHapus