Berlibur ke Labuan Bajo. Dream Comes True

by - April 02, 2019



travel blogger, liburan labuan bajo, labuan bajo indah, backpacker labuan bajo, kepulauan flores, muslimah traveller
(Deretan bukit Labuan Bajo. Dokpri)

Haloha sobat traveller dimanapun kalian berada, semoga selalu menggantungkan mimpi setinggi langit itu wajb pake banget ya! Nah di bagian pertama postingan aku untuk konten tentang liburan aku selama di Labuan Bajo, akan dimulai dari sini ya. So, dalam beberapa waktu kedepan jangan bosan plis buat mantengin liburan Labuan Bajo aku ini sebagai referensi cerita aku kepada teman-teman. 


Rasa Syukur Berlibur ke Labuan Bajo
Pertama-tama aku bersyukur kepada Allah karena bener-bener surprise tak terduga bisa pergi dan officially liburan ke Labuan Bajo. Dibalik cerita happy ini, aku pernah mengalami rasa kecewa dan sedih kayaknya sebuah ketidakmungkinan untuk bisa pergi ke Labuan Bajo yang saat itu aku rencanakan untuk honey moon sama suami. Tapi Allah maha tau apa yang terbaik bukan? Aku berangkat di waktu yang tak terduga dan tidak bersama dengan suami juga. Alasannya karena ada kegiatan yang gabisa untuk dia tinggalkan dan budget juga yang belum support untuk itu. 


Aku juga dipaksa untuk ikut sama suamiku, karena aku berangkat dengan keluarga kakak iparku bersama kedua mertuaku juga. Yaowis, pikirku kapan lagi kan bisa pergi liburan ke Labuan Bajo dan aku sudah mengantongi izin pula sama suami. Dengan hembusan bismillah, aku pun mencoba untuk bener-bener prepare agar bisa menikmati saat-saat liburan Labuan Bajo nanti.


Travelling=Menemukan Value Kehidupan di Labuan Bajo
Aku selalu percaya ada banyak hal yang aku dapatkan nanti ketika benar-benar melakukan perjalanan ini. Dimulai dengan time management, emotional management serta kesehatan fisik yang harus tetap paipurna karena secara berturut-turut selama 2 hari full melakukan perjalanan tidak hanya di darat saja. Aku juga sebelumnya tidak mendapatkan briefing apa-apa dari kakak iparku ini, mengenai list kemana aja saat liburan Labuan Bajo. Pikirku, "ya aku travelling bersama keluarga dan aku yang diajak", jadi ya lebih baik ikut saja karena pasti sudah disepakati satu sama lainnya, terhitung aku disini yang masih millenial pasti kan lanjut aja kemanapun haha.

Ternyata ini menjadi trigger saat diperjalanan nanti lho, ada beberapa kekagetan aku ketika melakukan perjalanan tidak dengan seusiaku. Ya kan ada kedua mertuaku, kedua kakak iparku serta keponakanku yang pastinya tidak mudah memilihkan destinasi apa aja yang cocok buat rentang usia yang cukup variatif ini.

Hari Keberangkatan ke Labuan Bajo

Tiba di hari keberangkatan, aku sengaja memesan angkutan online dan cukup sangat cepat sampai, karena kita harus spare waktu 2 jam dari waktu boarding pass yaitu 10.40 WIB. Alhamdulillah aku mendapatkan maskapai penerbangan yang compatible yaitu Batik Air berbarengan dengan kedua mertuaku. Ternyata menunggu dari jam 7 sampai jam 9 itu cukup membosankan ya gengs, rasanya aku sudah lemas duluan lho sebelum tiba di Labuan Bajo nya haha. 

Saat menunggu, pastinya kita sarapan dulu dengan bekal super praktis ala mertuaku yang hebat banget soal masak-memasaknya. Beliau membuat rendang kering dan ini bisa tahan hingga 6 bulan kedepan, cocok banget buat teman perjalanan. Oya, bisa pesen juga sih kalo ada yang mau (haha numpang promo).

Sempat hampir tertinggal boarding pass karena kebelet ke toilet dan disini aku mengalami sedikit "anyang-anyangan" rasanya sakit saat pipis. Aku diam saja sih, mencoba untuk tidak menghiraukannya. 

Maskapai Batik Air


travel blogger, liburan labuan bajo, labuan bajo indah, backpacker labuan bajo, kepulauan flores, muslimah traveller, batik air, maskapai batik air, family travel
(Bersama mamah dan ayah mertua. Dokpri)

Totally aku suka dengan maskapai ini, karena dalam waktu pulang dan pergi selalu on time dan para pramugarinya juga ramah-ramah banget, serta aku bisa menikmati perjalanan udara aku dengan menonton film yang up to date dari layar yang disediakan maskapai ini.

Waktu perjalanan dari Cengkareng menuju Labuan Bajo atau bandar udara Komodo adalah 2 jam 20 menit WITA dan pada satu jam terlewati kita akan diberi suguhan makanan cepat saji yang enak menurut aku untuk dinikmati di dalam pesawat. Sayangnya aku tidak sempat mengabadikan makanannya ya, aku mendaptkan menu mie ayam kecap dan kecapnya ga terlalu hitam banget gitu, jadi kayak semi saus tiram deh. 

(Hai world 33.000 ft to Labuan Bajo. Dokpri)


Ternyata aku tertidur gaes selama perjalanan 30 menit terakhir sebelum landed. Dan menurut aku critical eleven dengan Batik Air ini cukup soft dan ga bikin aku harus pegangan kencang pinggiran kursi haha. Ketika detik-detik tiba di lapangan lepas landas, telinga aku mulai bereaksi karena kita berada di ketinggian 33.000 ft lho. Sesampainya di bandar udara Komodo, aku merasakan sedikit lembab panas gitu (humidity tinggi) dan mulai masuk kawasan super susah sinyal karena aku menggunakan provider kuning. Jadi, mohon diingat ya, gantilah dengan si merah haha.

Drama Penjemputan di Bandara Komodo-Labuan Bajo


travel blogger, liburan labuan bajo, labuan bajo indah, backpacker labuan bajo, kepulauan flores, muslimah traveller, komodo island
(Bandar Udara Komodo. Dokpri)

Ini bikin kocak deh, karena ga nemu jaringan, dan sambungan WiFi bandara aja ga support dong. Ketika aku tanya petugas, katanya baru bisa di pintu keberangkatan, sehingga mau gamau hamba harus berjalan lagi kesana dan sampai disana ya ga nyambung-nyambung juga haha. Akhirnya orang-orang flores sana memang ramah kok, dan aku ditawarkan untuk menyambungkan WiFi dari smartphone petugas bandara itu hingga bisa menemukan chat whatsapp dari kakak iparku untuk penjemputan ke Bintang Flores Hotel.

Kenapa kok repot banget? Karena hamba gatau nama orang yang jemputnya siapa dan ketika itu pas banget di telfon tapi yang jemput namanya beda. Kan nambah galau aku tuh, jadinya aku harus make sure lagi ke kakak iparku dan nama yang dicantumkan itu salah menunggu, mengira kalau kita adalah dari Surabaya. Alamaaaaak haha.


travel blogger, liburan labuan bajo, labuan bajo indah, backpacker labuan bajo, kepulauan flores, muslimah traveller, komodo island
(Akibat WiFi bandara Labuan Bajo ga support. Dokpri)

So, hikmah dari curhatan pertama  ini adalah: 

1. Dalam hidup itu bukan hanya bisa bermimpi, tapi bersiap ketika mimpi kita menjadi kenyataan. Bersiap dengan gosokan hidup untuk pada akhirnya bisa mencapai apa yang kita mimpikan itu.

2. Dengan siapapun travellingnya, kita harus tau itenary perjalanan selama kita berlibur. Hal ini untuk mengetahui outfit apa yang akan dikenakan (agar tidak salah kostum) dan bagusin feed instagram haha.

3. Selalu perbanyak syukur dan berdoa setiap saat, terutama dalam perjalanan. 

Sip, semoga curhatan pertama aku ini sampai hari keberangkatan bisa memacu aku untuk menyelesaikan cerita-cerita lainnya yang sedang menunggu untuk diluruhkan dalam rumah tercinta ini. Selamat membaca dan berkomentar ya, serta nantikan cerita lainnya!





You May Also Like

37 komentar

  1. Wahh seru banget ya kisahnya, mulai dr yg g jalan sm suami. Trus jalan bareng mertuanya dan kehilangan sinyal dan harus jalan dulu. Oke lah fix jadi kepengen ke Labuan Bajo saja, mau bertatap muka dgn saudara kita yg di Flores ramah2 banget �� ikutan seneng bacanya

    BalasHapus
  2. Ini nih tulisan yg ditunggu banget. Labuan Bajo, I'll be there! The next!

    BalasHapus
  3. aku juga pengen ke labuan bajo :D. trutama pgn rasain LOB nya di kapal gitu mba. tp blm sempet2 nih. thn ini udh telanjur penuh jadwal traveling, rasa2nya ga mungkin utk masukin labuan bajo. tp thn depan aku usahain banget. trus kuliner di sana seafoodnya seger2 kan yaaa. itu yg aku incer juga :D

    BalasHapus
  4. Wah, kkapan-kapan mau ke Labuhan Bajo ah. Semoga bisa keturutan kayak mimpi Mbak dulu. Ngimpi banget jadi traveller sih. Hehehe

    Makasih infonya, ya, Mbak.

    BalasHapus
  5. Ahhh berasa anti-klimaks :( mana foto-foto selama disana mba haha kepo akutu!

    BalasHapus
  6. Yes, mau bgt jd traveller.
    Seru bgt y ba pastinya, seneng tak terkira bisa tercapai mimpinya

    BalasHapus
  7. Aduh aku mupeng banget sih pemgen traveling ke laboan bajo. Bagus bangt kan disana. Semoga ada kesempatan nanti.

    BalasHapus
  8. wah aku blom pernah ke labuan bajo, kayaknya bagus banget ya mbak? sayang ga ada foto pemandangannya

    BalasHapus
  9. Pengen banget, ke bajo adalah salah satu wishlist nih supaya bisa ke sana. Sebenarnya jalannya udah terbuka lebar kesana secara ada temen tour yg mau menggratiskan saya dan suami kesana. Cuma bayar fiket pesawat doang. Tapi suami masih sibuk sama kerjaannya jadi belom sempet heu. Semoga lain kali diberi kesempatan ke bajo. Aamiin.

    BalasHapus
  10. salah satu destinasi yang pengen aku singgahi itu labuan bajo.. tempatnya bener-bener keren ya teh ihihi, semoga nanti ku bisa kesana jugaaa

    BalasHapus
  11. ak jg pngn liburan ke laboan bajo mba hihi, ak blum pernah coba pake batik air, bgus ya klo g pernah terlmbat dan pramugarinya ramah2 ��

    BalasHapus
  12. Seru ya mba,, jadi pengen ke sana,, mudah² bisa jalan² ksna

    BalasHapus
  13. Foto bukitnya masyaalloh... semoga suatu saat bisa ke sana juga. BTW saya berhenti di part gosokan hidup hehe

    BalasHapus
  14. Bagus banget pemandangan di fotonya mbaa, semoga suatu saat bisa kesana, dengan orang orang terdekat juga biar seruu

    BalasHapus
  15. Aku ga pernah ke labuan bajo padahal papa ku asli sana hahha . cuman denger cerita nya aja .. Jadi pengen kesana tapi lumayan sih harga nya tapi itu masih bucket list aku huhuhu

    BalasHapus
  16. Noted nih kalau ke labuan bajo harus pake operator yg paling bagus, biar ada sinyal internet wkwk.. walau gatau kapan bisa kesana :""

    BalasHapus
  17. Labuan Bajo memang cantiik! Explore semuanya mba.. asli tempat yang luar biasa indaaah

    BalasHapus
  18. Kapan ya aku bisa ke labuan bajo juga, baca ceritanya jadi ngebayangin juga dan yaa jadi pengen kesana jugaaa

    BalasHapus
  19. Bahagianya bisa ngerasain mengujungi labuan bajo... Akutu pengen banget tapi karena terlalu jauh ngga dibolehin sama mama. Baru bisa kalo uda nikah paling huhu

    BalasHapus
  20. Beb ini tuh tempat impian aku, sepupu aku udh pernah kesini dan bagus parah virew disana yaowoh kapan ya diriku kesana ?? Aaa kamuu beb jadi kepengen deh tp kapan yah hihi

    BalasHapus
  21. challenging banget kalau bepergian sama orangtua, kita maunya apa, ortu maunya gimana, paling enak travelling saat muda bersama dg teman yang memang punya minat yang sama, Hihi ditunggu cerita selanjutnya mbak

    BalasHapus
  22. Mudah 2an next holiday tercapai nih mba liburab ke labuan bajo, udah lama banget masuk travel bucket list ku

    BalasHapus
  23. Wah pengen banget ke laboan bajoo. Kutunggu cerita seru liburannya ya. Tiket pesawat lagi mahal yapi ya sekarang :(

    BalasHapus
  24. wah akhirnya kesampaian ke labuan bajo. aku juga pengen, pengen lagi sama keluarga atau solo traveling juga nggak papa deh. tapi harganya masih selangit hiks :(

    BalasHapus
  25. Gak ngebayangin liburan sama mertua. Bisa bebas narsis gak ya, mba. Heehee....
    Ditunggu cerita selanjutnya mba.

    BalasHapus
  26. Ehm, jadi penasaran sama kelanjutan travellingnya nih Mbak... pasti seru memilih destinasi yang bisa klik untuk semua usia ya...

    BalasHapus
  27. Alhamdulillah... Senangnya bisa mengunjungi tempat yang diidamkan. Apalagi bareng mertua.
    Benar banget Mbak... Pengalaman mengajarkan banyak hal...dan bersyukurlah kita bisa mengambil hikmah di dalamnya🤗

    BalasHapus
  28. asyik euy mbak..jelong-jelong menuju Pulau Flores...mantap niy, menunggu cerita selanjutnya niy mbak

    BalasHapus
  29. Labuan Bajo juga menjadi salah satu destinasi impianku mba semoga aku juga bisa kesana seperti mba ya :)

    BalasHapus
  30. Baca post ini jadi mau banget deh ngerasain liburan di Labuan Bajo, semoga kesampaian deh :D

    BalasHapus
  31. Akhirnya bisa ke Labuan Bajo juga ya Mbak :) Walau gak sama suami. Semoga bisa balik lagi sama suami. (dan saya juga semoga bisa ke sana :)))

    Wah, saya pakai si merah. Insyaallah aman yaaa hahaha

    BalasHapus
  32. Mbak, aku penasaran sama rendang keringnya bikinan mertuanya Mbak Grandys. Bisa gitu ya tahan 6 bulan? Huwaaaaa, jadi pengen nyobain, Mbak. Berguna banget loh mbak dijadiin bekal buat pergi-pergi gitu. Kayak Mbak Grandys yang traveling bareng mertua. Hihiii, asik banget liatnya. <3

    BalasHapus
  33. Asyiknya jalan2 sama ayah dan mama mertua. Makin akrab dan makin dicap mantu idaman.. ceileee... iya yah kalau rentang usianya macam2 begini kudu bisa pintar atur mau ke mana ajah yang bisa dilalui seluruh peserta trip

    BalasHapus
  34. Bahagianya mbak bisa liburan ke labuan bajo barenh keluarga ya meskipun dibalik rasa happy itu sempat muncul rasa kecewa tapi yang penting udah sampai di labuan bajo ya... jadi yabg penting nikmati saja liburannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh maaf mbak banyak typonya
      *bareng
      *yang

      Hapus
  35. Betul banget kak, tahu itinerary perjalanan itu penting biar persiapan kita juga maksimal yaaa. Oiya kak itu susah sinyal apa cuma di area bandara atau di seluruh area Labuan Bajonya?

    BalasHapus
  36. Wah, Labuan Bajo. Siapa yg gak ingin ke sana, ya? Akhirnya impian Mbak terwujud nyata, ya. Bisa ke sana bareng mertua pula. Bagus nih ada hikmah di akhir tulisan :)
    Lanjuuut, Mbak...

    BalasHapus