Dunia Merangkul Teman-Teman Disabilitas

by - Desember 03, 2019

Dunia Merangkul Teman-Teman Disabilitas
(Selamat Hari Disabilitas Internasional. Dokpri)
Hari Disabilitas Internasional - Mengenal keberagaman di Indonesia memang lebih tinggi toleransinya dan meningkat prosentasenya dari waktu ke waktu. Dan menurut aku persoalan perbedaan itu dalam hal ini adalah bagi teman-teman disabilitas, ga bikin diri kita merasa superior di atas mereka, karena kita sama. 

Dan itu adalah sebuah keadaan dari teman-teman disabilitas yang merupakan keadaan dalam tatanan kebersamaan, yang masih memerlukan bantuan seperti ketersediaan sarana dan prasarana untuk mendukung aktivitasnya.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI)

Dunia Merangkul Teman-Teman Disabilitas
(Disambut dengan tarian Papua bersama-sama di HDI. Dokpri)

Pada tanggal 3 Desember, diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan dengan tema:
"Promoting the participation of persons with disabilities and their leadership: taking action on the 2030 development agenda" 

Yang menjadi sorotan utama adalah bagaimana menciptakan transformasi dalam TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) agar SDM unggul untuk mewujudkan masyarakt inklusi, dengan dapatkan perkembangan dan kepemimpinan mereka, begitu sambut ibu Dr. Cut Putri Arianie MHKes, Direktur P2PTM Kemenkes RI.

Dunia Merangkul Teman-Teman Disabilitas
(Bincang seru mengenai pengalaman menjadi penyandang Disabilitas. Dokpri)

Seru sekali karena kita bersama-sama dengan teman-teman disabilitas dalam satu ruangan yang sama dan aku sempat mengobrol singkat bersama pak Ratoe yang mengidap polio selama 62 tahun dan menggunakan kursi roda dalam beraktivitasnya sehari-hari sangat senang ketika berada pada circle yang sama seperti ini, berarti suara dan juga kesempatan disabilitas ada dalam satu kesetaraan. 

Dalam pembukaan bersama dengan Dr. Anung Sugihanono, M.Kes, Dirjen P2PTM Kemenkes RI menyampaikan data dari WHO2010 bahwa ada sekitar 15 dari 100 orang di dunia yang menyandang disabilitas, oleh sebab itu hal ini merupakan upaya dari Kemenkes untuk mengurangi dan mencegah terjadinya disabilitas.

Karena ya memang benar, melihat fakta-fakta di lapangan, bahwa yang mengalami disabilitas makin sempit kesempatannya yang memiliki hak juga sama seperti kita yang normal ini untuk dapat bertindak dan beraktivitas sesuai dengan kondisi mereka.

Hadirnya layanan Inklusif bagi penyandang Disabilitas

Dunia Merangkul Teman-Teman Disabilitas
(Menciptakan SDM Unggul bersama teman-teman Disabilitas. Dokpri)

Bersama-sama mewujudkan SDM unggul ini, membuat semua stakeholder ingin mewujudkannya dengan cara membuat peta jalan sistem layanan kesehatan dan mengadakan standar aksesbilitas akan bangunan properti seperti: gedung, fasilitas dan lingkungan termasuk detil ukuran dan penerapannya yang mana hal ini akan diatur melalui Permen PU (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum) Nomor 30 Tahun 2006.

Untuk peta jalan sistem layanan kesehatan ini dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan yang sudah kita lihat bersama-sama dalam bentuk aksesibilitas layanan publik pada tranportasi umum adanya jalur kuning dan juga deretan bebatuan yang berbeda aksesnya dengan yang lainnya. Sedangkan untuk standar aksesbilitas bangunan properti untuk penyandang disabilitas ini ada hal-hal yang harus diperhatikan:
  • Pada jalur pedestrian bagi pejalan kaki disabilitas dan pengguna kursi roda (mandiri) dirancang dengan gerakan yang safety, mudah dan tanpa hambatan
  • Rambu atau marka yang jelas sebagai alur informasi mereka dan juga lengkapi dengan informasi multimedia bagi penyandang disabilitas
  • Hadirnya toilet dan juga sanitasi aman yang aksesbilitasnya sangat ramah terhadap teman-teman disabilitas
  • Tangga fasilitas bagi pergerakan vertikal (yang ada dalam bangunan) untuk mempertimbangkan ukuran dan kemiringan pijakan dan tanjakan yang lebih memadai
  • Kehadiran area parkir yang ramah bagi teman-teman disabilitas diperlukan tempat yang luas untuk naik dan turunnya kursi roda serta naik turunnya penumpang dari akses transportasi pada area parkir yang tentu berbeda dengan kondisi biasanya
Dunia Merangkul Teman-Teman Disabilitas
(Dukung disabilitas dapatkan standar aksesbilitas bangunan. Dokpri)

Dan aku merasa sangat hangat ketika menyaksikan dan berinteraksi bersama-sama dengan teman-teman disabilitas hari itu, bahwa mereka miliki mimpi yang sama, banyak sekali prestasi-prestasi yang bisa ditorehkan ketika memang kesempatan untuk mereka berkarya itu terbuka lebar. Yuk, sama-sama kita rangkul teman-teman disabilitas karena mereka juga unggul dengan segala potensi mereka dan SDM Indonesia akan menjadi unggul juga.














You May Also Like

0 komentar