[Review] Film Serial YOU di Netflix Season 1

(source pict: merahputih.com)

Hai! Kali ini aku mau review film yang menghabiskan kurang lebih 2 minggu lebih untuk menyaksikannya. Yup! Aku menonton YOU dalam serial Netflix yang setelah selesai para season 1 dalam 10 serial, ada lanjutan season 2 dengan 10 serial juga. 

Jujur aja aku langganan Netflix ini karena emang nunggu-nunggu moment bisa merasakan film yang hadir di Netflix, jadi pas aku bisa nonton rasanya bahagia banget wkwk. Aku pilih You karena banyak banget yang bahas serba-serbi soal film You ini dan memang muncul terus di kolom favorit aku ini nih.

Kehidupan Joe yang terlihat biasa aja, eh ternyata dia....

Pemeran utama dari YOU ini adalah Joe Goldberg, yang pada season 1 ini diceritakan bekerja di sebuah toko buku Mooney’s yang mana ia juga seorang bookworm (sangat giat akan perihal baca membaca buku). Tanpa melihat list buku-buku apa saja, ia sudah hapal dan bisa memberikan rekomendasi buku bagi para pemula yang ingin mencintai buku.

Scene awal, udah menunjukkan khas dari series YOU ini adanya dialog dari dalam dirinya Joe ini dan berlangsung sampai season 2, yang awalnya aku kira sebagai epilog-epilog aja. Langsung memperlihatkan sosok mahasiswi S2 yang memiliki side job sebagai asisten dosen dan juga pengajar Yoga. Hati-hati ketika melihat film ini banyak hal-hal di atas 18 tahun keatas, dan banyak juga perkataan-perkataan kasar tanpa sebuah sensor. 

Menariknya, sosok mahasiswa S2 itu adalah Beck seorang wanita yang mandiri dan memiliki seorang pacar bernama Benji yang dimata Joe pria ini sungguhlah tidak baik dan berencana menyingkirkan dari kehidupannya Beck, dan benar saja dikurung pada sebuah ruangan kaca tempat untuk buku-buku tua dari pemilik terdahulu yaitu Mr. Mooney yang membuat mental Joe terbentuk seperti ini.

Pembunuhan demi pembunuhan hadir pada season ini

Lalu Benji menghilang tanpa diketahui oleh Beck dan perlahan Joe mampu mengisi hidupnya Beck namun Joe merasa bahwa orang-orang yang ada disekelilingnya Beck (selain dirinya) ini bisa menghambat karier Beck yang bermimpi ingin menjadi penulis ternama (sesuai dengan status mahasiswanya). Termasuk pada circle pertemanannya yang hanya untuk menghabiskan uang, padahal keadaan Beck kesulitan membayar sewaan apartmennya ini.

Dan salah satu temannya ada yang mengalami penyimpangan mengarah pada menyukai sesama jenis karena fakta ini berhasil diungkap oleh Joe dengan meretas smartphone dan juga laptop milik Peach, yang mana Peach juga sering memberikan banyak bantuan, berupa kucuran dana (karena ia kaya raya banget) dan suatu hari mengajak Beck untuk pergi bersama-sama dengannya ke Connecticut setelah kejadian Joe ingin menghabisi Peach saat ia sedang jogging di taman yang sepi.

Bukan Joe namanya jika ia tidak miliki kemampuan menghilangkan jejak dan mencari cara untuk mendapatkan apa yang ia mau, dan itu semua dengan berkedok ia menyelamatkan Beck dari orang-orang yang menyakiti Beck. Di Connecticut itu adalah akhir dari jiwa Peach karena tertembak oleh pistol setelah Beck tidak mengerti apa-apa bahwa salah satu keluarga Salinger itu telah dibunuh oleh Joe.

Mengigau pada mantan bukan berarti susah move on

Hal yang paling mencengangkan ketika hubungan mereka hampir tidak baik-baik saja karena persoalan Candace ini, membuat Beck ingin mengakhiri hubungan dan Joe tertangkap sedang memata-matai dia, dan buat apa untuk melakukan sebuah hubungan jika tidak ada kepercayaan satu sama lainnya. Akhirnya Joe jadian dan berpacaran dengan teman dari kamar sebelah yang anaknya suka ia beri buku (karena ibunya bersama dengan lelaki ga bener juga yang hobi mabuk-mabukan plus suka pukul juga) namanya Minty. 

Ga berlangsung lama, ketika Joe dan Beck bertemu di lain kesempatan, sepertinya mereka memang menemuka untuk bersama kembali. Ada satu waktu dimana Joe selalu mengigau kepada sang mantan, yaitu Candace dan itu yang selalu mengusik Beck (ya karena mereka bobo bareng). Beck mendapatkan moment untuk mengetahui siapa Joe sebenarnya dan inilah saatnya kecintaan Joe malah berbuah pada rasa ingin memiliki sampai-sampai orang lain tidak boleh memilikinya juga.

Ya, setelah semua barang-barang korban yang selalu Joe kumpulkan pada bagian atap toilet apartment nya telah diketahui oleh Beck, wanita ini di kurung pada kurungan kaca tersebut dan sempat sangat membenci Joe namun ia malah membalikkan keadaan untuknya menerbitkan sebuah karya. Ia menuliskan semuanya dengan berbekal mesin tik (iya semanual itu, padahal ia ngetik biasa dengan macbook plissss, Joe emang tega!).

Sang kekasih ia bunuh demi menjaga “the real Joe”

Bagian yang paling bikin aku nyesek (wkwkw lebayyy) adalah Joe akhirnya membunuh Beck dengan alasan ia telah berusaha kabur dari dirinya dan meminta bantuan kepada dr. Nick (yang mana ini membuat Joe geram karena sempat berselingkuh dengan Beck) dengan alasan Beck membutuhkan dokter untuk mengatasi rasa was-was yang akhir-akhir ini menghampiri dirinya.

Dibunuh dengan cara tidak keliatan, alias ya dibunuh gitu aja gengs…Tiba-tiba keadaan sudah menjadi gelap dan ada ambulance yang membawa kantong mayat dan itu isinya Beck bersamaan dengan release nya buku pertama dan paling laris saat itu juga hingga bertahun-tahun, dan siapa lagi kalo bukan Joe yang memproses terbitnya buku itu. Menurut Joe, mimpi Beck menjadi penulis best seller dan terkenal sudah ia lakukan dan tidak ada yang bisa melakukan hal ini kecuali dirinya.

Ya ampun film ini yang awalnya keliatan baik-baik aja, isinya penuh dengan Joe yang psikopat dan ia tidak merasa untuk membunuh, ia selalu berprinsip yang ia bunuh adalah orang-orang yang membahayakan dan pantas untuk tidak hidup di dunia ini. Seru dan ada bagian tengah-tengah yang bikin aku bored banget, tapi semangat lagi ketika ada tanda-tanda bahwa Beck adalah sasaran korban ia berikutnya.

So, yang penasaran sama season 2 dari serial YOU ini, sabar ya setelah ini aku up, pokoknya ada kaitannya dengan Candance. Untuk itulah kenapa Candace selalu hadir disaat ia tidur ataupun dia dalam pengaruh alcohol (mabuk).

32 komentar

  1. Wah udah lama banget nggak nonton netflix, terakhir nonton insatiable karena kocak, tapi session 2 nya rada ngebosenin. Bisa nih untuk jadi wish list tontonan selanjutnya. Btw mba, kalau boleh kasih saran ini fontnya terlalu kecil. Saya baca via PC masih terlihat kecil. Maaf ya mba kalau kurang berkenan ^^

    BalasHapus
  2. Wah genre favorit nih. Dan udah penasaran juga sih tapi belum ada kesempatan buat nonton.
    Nonton series barat tuh harus open minded karena banyak budaya dan kebiasaan yang sangat jauh berbeda dari budaya dan kebiasaan di sini. Aku sering rekomendasiin series barat ke sahabatku tapi gak ada yang dia tonton. Anak drakor banget dia (padahal aku juga).

    BalasHapus
  3. Wah seru juga ngikuti serial yg bikin penasaran. Selalu ditunggu episode berikutnya. Btw sekarang makin banyak pilihan acara yg bisa kita tonton sesuai selera kita. Film, serial tv, musik dll.
    Saya sendiri jarang nonton tv, kecuali acara2 olahraga seperti siaran langsung sepakbola atau bulu tangkis.

    BalasHapus
  4. Anak saya nih lagi ngerengek banget minta pasang Netflix. Saya juga pengen sih. Kalau lagi pulang ke rumah mamah bisa puas nonton berbagai serial Netflix.

    Tapi, saya juga gak mau berhenti langganan tv kabel. Sedangkan suami minta kami memilih. Kalau mau langganan Netflix, harus berhenti tv kabel. Binguuung hahaha!

    BalasHapus
  5. Wah seri ini belum sempat saya tnton nih, tapi di netflix kayaknya recomen bgt. Saya akan coba tonton setelah namatin seri oney Heist.

    BalasHapus
  6. Baca reviewnya aja aku merinding]
    Aku terlalu penakut untuk menonton film tipe psikopat gini
    Duuuh bisa terbayang-bayang dalam waktu lama hiks

    BalasHapus
  7. ehh lihat sipnopsinya kok kayaknya seru yaa..
    soalnya saya penggemar film2 genre thriller gitu dehhh
    apalagi jalan ceritanya settingannya di perpus dan buku-buku..
    tambah suka dehhh..
    Nonton ahhh

    BalasHapus
  8. Jenis film psikopat ya? Wah salah satu genre film favorite saya nih, apalagi kalo penuh teka teki, kayak film Jigsaw itu, ehehheeh

    BalasHapus
  9. Saya pernah lihat iklan film YOU ini k, tapi belum pernah nonton. Wah kayanya harus ditonton ya apalagi saat banyak waktu di rumah karena wabah, jadi makin banyak deh list film yang bisa ditonton di rumah makasih k referensi filmnya

    BalasHapus
  10. Bisa jadi referensi tontonan nih, soal banyak serial yang belum saya tonton. Stay at home butuh hiburan yang banyak juga.

    BalasHapus
  11. Reviewnya menarik, kelihatan filemnya seru. sayang gak bisa nonton. Nice kak !

    BalasHapus
  12. Eh, ada Dan Humphrey *anaknya susah move on ��

    BalasHapus
  13. Psikopat, memang menarik untuk ditelusuri bahkan dibuat cerita seperti ini. Terkadang manusia mempunyai sisi tergelapnya. Dan akan muncul apabila merasa ada yang akan menghalangi jalannya seperti joe

    BalasHapus
  14. Wah makasih ya sdh direview in film2 Netflix yg bagus dan kece badai...keknya ngemil plus rebahan nya bakal berhari2 saya wkwk

    BalasHapus
  15. Saya ga langganan netflix pula nih
    Tp BTW menarik juga film nya
    Moga dan aya bisa nonton langsung hehe

    BalasHapus
  16. Nonton film series dari barat rasanya asik ya. Kayaknya film you ini bisa jadi salah satu daftar yang harus di tonton. Eh emang masih bisa nonton dari netflix ya?

    BalasHapus
  17. Film pembunuhan gitu ya aku sie paling senang film action, tapi netflix memang menghadirkan film2 bagus untuk ditonton, ku coba memberanikan diri nonton serial you.

    BalasHapus
  18. ini tuh drama romance thriller gitu bukan sih? penasaran emang kalo ada pembunuhan-pembunuhan gitu. bikin kepo siapa yang salah dan yang bener. keknya recommended untuk ditonton nih

    BalasHapus
  19. Reviewnya menarik nih, saya bisa membayangkan alur dari cerita film ini. Sepertinya saya harus punya keberanian lebih untuk bisa menonton film ini. Maklum soalnya saya takut kalau lihat adegan pukul-pukulan.. ☺

    BalasHapus
  20. Net flix saya belum coba kak..apalgi genre pembunuhan pastinya menarik dan endingnya susah2 ditebak..saya lebih seringnya menikmati episoden pembunuhan tapi dengan versi detektif gitu ala NCIS...law and order...

    BalasHapus
  21. kalau netflix aku nonton kkorea aja dah, film beginian cukup baca review dari blog seperti bloga Mbak grandy ini hihi

    BalasHapus
  22. Sepertinya keren ya Kak sayang saya belum pernah nonton nya di netflix serial You ini. How to say ini bukan genre saya tapi sih sepertinya bakalan Saya berani coba karena meskipun serem dengan pembunuhan tapi justru Malah membuat saya menjadi penasaran

    BalasHapus
  23. Joe ini posesif banget. Ya gak sih mba? Hihihi. Aku gak ngikutin season-1-nya soalnya. Dua adikku ngomong-ngomong lagi kecanduan ini nonton Netflix via HP. Mereka emang bilang pilihan filmnya lebih bagus.

    BalasHapus
  24. Wah. Sering denger film YOU tapi belom nonton. Seru kayaknya, meski kadang ngeri2 gitu sih nonton genre psikopat. Tapi penasaran juga. Apalagi banyak latar belakang buku. Masukin list ah :D

    BalasHapus
  25. Mengigau pada mantan (atau nama mantan), ini kalau di kehidupan nyata di sekitar kita bisa berarti perang dunia lokal ini mbak :)

    BalasHapus
  26. Medeni mba.. Hadeh.. Tapi seru ya ceritanya

    BalasHapus
  27. Setelah baca reviewnya saya berkesimpulan bahwa film ini gelap banget, kalau saya nonton ini bisa kepikiran terus nih, apalagi saya tipenya melankolis

    BalasHapus
  28. wah menarik kalau tema psikopat begini meski kadang nontonnya ku agak ngeri hihi..cuma penasaran dnegan kelanjutannya jadi terus lanjut aja nontonnya. Ku belum pernah nonton YOU. Menarik nih

    BalasHapus
  29. Wah seruuu ya, jd pengen nonton setelah baca review ini. Joe dr awal apa mmg terliat psikopat kak?

    BalasHapus
  30. Baca revienya bikin ikut gemas, duh.. kenapa pula malah sang kekasih yang dibunuh? hmm... kalau harus nonton 2 minggu berturut=turut kira-kira aku sanggup ga ya? nggak konsistwn deh kalu ngikuti serial kaya gini

    BalasHapus
  31. Ngeri sedap nonton You ini, kalo saya mbak. Soalnya psikopat banget, sampai kekasihnya pun dia bunuh tanoa rsa bersalah. Ngerii

    BalasHapus
  32. Kayaknya seru ya mbak film ini. Ini tuh buat bisa nonton di Netflix apa kita harus berlangganan gitu kah? Berapa mba biayanya untuk berlangganan?

    BalasHapus