Honeymoon Newlywed Ala Grandys-Fadhli

by - Oktober 11, 2018

 Jadi setelah selesai rangkaian acara walimahan kemarin, aku sama suami mendadak banget ini teh buat trip ke Jogja. Karena pas H-2 minggu dari hari H walimahan, belum ada keputusan yang pasti kita mau kemana. Sebenarnya honeymoon bukanlah agenda wajib yang harus dilakukan oleh pasutri (newlywed) kayak kita ini, cuman aku pribadi dan suami emang suka travelling dan pengen banget gitu kan jalan berdua hehe.


Suami dapet lokasi penginapan seperti yang telah kita sepakati bersama, bentuknya kayak villa privat dan ada privat swimming pool nya juga, dan alhamdulilah nemu dong. Tempatnya jangan kaget ya, terpencil guys. Daerah Kali Kuning, ini bagi yang road trip Merapi pasti ngeh nih daerah ini.
Keberangkatan awal kita dari rumah Tangerang menggunakan taxol seharga Rp. 130.000 sampai stasiun Senen. Kita menggunakan kereta Mataram Premium dari Stasiun Senen ke Stasiun Lempuyangan. Tiket keretanya ekonomi  dan seharga 150.000 per orang, keberangkatan ini aku bertiga sama ade dan suami. Ade kebetulan balik Jogja karena ada hal yang harus dia urus menjelang wisuda, cie lulus. Terima kasih banyak PT. KAI 
(Penampakan kereta Mataram Premium Ekonomi)

(Si dede duduk sendiri)

Menurut aku kereta Mataram Premium ini super comfy banget, harga ekonomi tapi kualitas exective. Dari tampilan kereta nya aja kayak executive kan, dan design kursinya single/personal gitu, nyaman deh pokoknya. Tak terasa, selama perjalanan Jakarta-Jogja aku tidur dan pukul 06.00 kita tiba di stasiun Lempuyangan dan langsung di jemput oleh driver dari pihak penginapan. Ade ditawarin yuk sarapan bareng, kayaknya habis jetlag dia kurang begitu responsif dan memilih sarapan sendiri saja di kosan, baiklah kita antar dia ke kosan daerah Asrama Kinanti (belakang pasca sarjana).
Lalu kita ke daerah gudeg untuk sarapan pagi. Nama gudeg nya aku lupa banget dan ga sempet aku foto-fotoin juga beserta porsi makanannya. Aku di gudeg ini makan bertiga, udah lauk ayam/telur dan minuman segelas teh/jeruk hangat Rp. 68.000,00

Lalu kita perjalanan menuju daerah Gunung Kidul untuk mendapatkan vitamin sea. Yes i need vitamin sea. Dan aku tertidur selama perjalanan itu, sampailah kita disebuah masjid pinggir jalan gitu. Tempatnya enak dan kata mas driver nya, memang suka di pake transit buat para backpacker untuk sekedar cuci muka ataupun mandi. Aku udah gak sabar banget buat mandi karena lengket sepanjang perjalanan di kereta, walaupun itu malam hari ya. Setelah kita selesai bersih-bersih dan membayar infaq yang sudah disediakan kotaknya disana, kita beranjak menuju pantai Krakal dan pantai Sepanjang. Tiket masuk gunung kidul ini Rp. 20.000,00 untuk dua orang dan sudah bisa akses ke beberapa pantai yang tersedia di kawasan Gunung Kidul ini.

Pertama di pantai Krakal, kita berfoto di bibir pantai dan aku ingin belajar ngomong depan kamera, inilah awal aku jadi ketagihan buat berbagi cerita di video hehe. Lanjut kita menuju tugu ikan dengan anak tangga yang telah disediakan dan disana anginnya kenceng banget, grubug-grubug kerudung aku masih tetap stay padahal itu kekurangan jarum pentul dan aku mengandalkan sling bag yang aku pakai.


(Di atas Tugu Ikan)

Sepanjang mata memandang, aku melihat keindahan ciptaan Allah yang begitu indah dari laut yang berhamoni dan terciptanya ombak hingga bisa membuncah ketika bertabrakan dengan batu karang, bersyukur banget aku bisa menghirup dalam-dalam udara pantai ini. Kita tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di pantai karena kondisi badan kita yang belum istirahat. Saat melewati jalan turunan, aku menemukan kejahilan tangan-tangan tak bertanggung jawab mencorat-coret kaktus yang tumbuh di area pinggir anak tangga disitu. Sedih banget karena kenapa masih memiliki mental seperti itu, kurangnya edukasi dan bahkan sosialisasi mungkin menjadi faktor utama sehingga aku bahas juga di video yang aku rekam kemarin.

(Bibir Pantai Krakal)


Setelah turun lalu kita membersihkan telapak kaki karena penuh dengan pasir pantai dan kita menuju pantai sepanjang. Di pantai sepanjang kita tidak membayar tiket masuk karena tidak ada tukang parkir dan keadaannya sangat sepi banget, cuma mobil kita aja dan aku memutuskan untuk melihat-lihat saja dan sudah mendekati jam makan siang, aku merekomendasikan Sate Klathak khas daerah Imogiri untuk menjadi santapan makan siang kita.
Perjalanan ditempuh selama kurang lebih satu jam setengah dan sampailahkita ke Sate Klathak Pak Pong dan dalam kondisi sepi, yeay! Fyi, karena sate ini terkenal dan jadi serbuan beberapa turis baik asing dan domestik untuk tak melewatkan kuliner satu ini, ya walaupun Sate Klathak Pak Pong ini ada cabangnya juga di Jogja. Aku rasa saat menyantap di daerah berbeda rasanya saat di kota hehe.
Dan lagi-lagi aku tidak mem-breakdown harga posri sate klathak ini. Aku pesan sate, nasi dan sop iga yang rasanya endolita banget. Lain kali aku akan review labih lengkapnya tentang sate Klathak ini ya. Aku makan siang bertiga habis Rp. 150.000 sudah dengan minum.


(SK Pak Pong)

(Makannya pake kecap sama ada kuah sayur kuning itu, mashoook pak Eko!)



(Tusukannya pakai jeruji besi gitu lho, jadi empuk banget dagingnya)

(Balung/tulang, favorit suami)




Lanjutkan perjalanan menuju penginapan, tadinya kita mau langsung ke penginapan aja, karena habis makan siang efeknya apalagi kalo bukan ngantuk hehe. Tapi ditengah perjalanan aku ingin banget ke Tebing breksi yang katanya bagus buat pemenuhan feed instagram haha. Akhirnya kita mampir dulu kesana dan masuk dengan biaya sesuka dan seikhlas nya kita, saya bayar Rp.10.000,00 dan kondisi tidak terlalu ramai menurut pak dirver. Langsung saja mencari spot foto dan panas nya lumayan menyengat jadi hanya setengah atau 45 menit saja kami disana.

(Ambil dari area parkir, siap sunscreen yang tebel ya dear)
(Antri foto, nyari spot kosong, anginnya grubug-grubug)


Saatnya kita menuju penginapan “The Cangkringan Village” lokasi nya berada Jl. Raya Merapi Golf, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Yogyakarta. Kita ambil paket 3D2N (3 hari 2 malam) seharga Rp. 3.5000.000,00 dan sudah dapet apa aja? Ini dia:
-          Villa private 2 malam
-          One day city tour
-          Breakfast
Dan aku suka tempatnya, walaupun jauh ya dari pusat kota. Dingin, sejuk, tenang dan damai lah pokoknya. Saat malam harinya, kita kelaparan tuh, lalu rental motor dan di anter ke villa untuk 1hari12jam dan kena charge juga karena diantar, total Rp. 140.000,00
Saat malam-malam kita mencari bakmi Jawa gitu dan saat pulang, serem banget sepanjang perjalanan aku kayak berada di sequel nya hunger game yang lewat terowongan itu lho.

(Bagian pintu depan, khas pintu Bali gitu)


(Ini kamarnya)

(Privat swimming pool)


Esok harinya kita breakfast dan menu breakfast nya lumayan lengkap dari makanan western hingga asian. 
(Yang berhasil diabadikan, sisanya ludes :p)


Dan kita memutuskan jalan di kota sambil nengokin ade sekitar pukul 2 siang. Perjalanan lumayan seru karena masih siang ya, jadi bisa melihat rombongan yang naik Jip untuk trip Merapi Lava Tour dan melewati Kali Kuning juga gak seserem saat malam hari. Ketemuan di warung Inyong yang ada mendoan enak dan gede banget dan masih hangat di cocol sambal sejenis kecap gurih gitu. Sedaaaap. Diwarung inyong kita makan berempat dengan tambahan mendoan dan ada yang buat dibungkus juga buat ade, kita habis Rp. 88.500,00

Esok harinya adalah hari terakhir di Jogja, dan aku ingin nyemplung ke kolam renang yang awalnya aku excited, karena dingin banget bangeeet, kayak air kulkas, aku urungkan niat untuk berenang dan untuk terakhir aku inginlah berenang dan amaing aku kedinginan lalu bergegas nymplung ke plungpool. Saat selesai, kita menuju kota dan menyewa motor sekitaran UGM. Proses menyewa motor ini lumayan ribet banget guys, ada setengah jam registrasi gitu, di tanya no NPWP, kuliahnya dulu dimana dan jurusan mana, danitu semua tertangani dengan baik oleh suami haha, aku tinggal diem aja sambil agak ngomel dalam hati karena seribet itu. Katanya ade, kalo registrasi baru disini memang cukup ribet. Kita sewa motor untuk hari itu sampai jam 5 sore, karena habis magrib kita sudah balik ke Jakarta lagi. Kita makan di rumah makan Raminten dan lagi gak rame-ramenya, alias normal cenderung sepi, padahal itu jam makan siang. Aku memesan nasi bambu ayam dan ini rekomended banget buat temen-temen yang mau kulineran disini dan lagi-lagi aku lupa mendokunetasikan foto makanan beserta struck harga.

(Kalian akan disapa)


(Pembatas menuju seat restoran)

 Disini aku habis Rp. 97.000,00 makan berdua dan tamabahan camilan seperti mendoan dan sempolan. Lucunya suami aku pesan cendol yang penyajiannya di gelas besar gitu kan, trus gak habis, minta di bungkus eh ketinggalan dong. Oiya disini juga dekat dengan toilet ada kandang kuda gitu lho, pantas saja di bagian tempat duduk belakang sedikit tercium bau tak sedap, namun sudah tercover dengan bebauan dari bunga-bunga dupa yang tercium sangat khas di restoran ini. Dan uniknya, saat pemesanan, kita langsung membayar ditempat karena waitress akan mengeluarkan kalkulator dan kita langsung bayar disitu jadi tidak ada istilah kasir. Dan juga kedatangan dari makanan kita gak terlalu lama, cenderung cepat, ratingnya 8/10 untuk Raminten ini.

Nah setelah dari Raminten, kita hunting oleh-oleh bakpia Djava. Selama perjalanan kita kejebak macet gitu dan beberapa keindahan kota Jogja yang sempat aku abadikan.




Dan sepulangnya mencari oleh-oleh, kita ketemuan lagi dengan ade dan Lala (teman muda-mudinya) di Warung Ice Cream, Tempo Gelato.
(Disini kita bayar dulu dan dapat kertas buat detail pesanan)



(Dikasih ke mas-mas dan suami udah beres aja tuh)



Kita memesan eskrim dengan cup seharga 65.000 karena saking gak tahunya persoalan tempo gelato ini kita memesan yang paling banyak variannya, lupa aku tuh pesan apa ya wkwk. Dan ketika ade datang bersama lala, dia kaget kenapa aku pesannya yang besar, karena yang seharga 25.000 aja udah kenyang, Bener aja, ketika baru seperempat dari porsi ice cream ini, aku udah merasa muneg (a.k.a eneg) karena harus tanggung jawab ya dihabiskan dan disini worth it dengan disediakan cup buat minum air mineral karena efek habis makan Ice cream itu haus kan. Nah Gelato sendiri adalah sejenis ice crem khas negara Italia dengan bahan utamanya adaah susu, krim dan gula serta ditambahkan buah-buahan asli ataupun campuran lainnya seperti gandum atau cookies. 

(Meja nya unik, ada lempengan SS, buat mudah ngebersihin ceceran Ice Cream)



Perbedaan dari ice cream biasanya adalah, rasa gelato tidak setajam ice cream, karena dibekukan di -10 derajat celcius sedangkan ice cream biasa -20 derajat celcius.  Tekstur gelato lebih padat dibandingkan dengan ice cream biasa dan ini yang membuat rasa kesegaran dan gurihnya di gelato nyampe banget di tenggorokan, favorite aku adalah mangga dan cookies coklat. Untuk tempat, mudah dijangkau karena masih daerah Jakkal (Jalan Kaliurang dekat dengan Mirota kampus) dan saat masuk kedalam, suasananya klasik dan nyaman untuk santai-santai sore pas juga untuk take picture disini.  Enak banget deh aku suka, rate aku 8.5/10

 Sekian perjalanan aku selama di Jogjakarta yang memang selalu bikin siapapun yang kesini ingin balik lagi untuk menuntaskan rasa rindu yang tidak dapat diutarakan dengan kata-kata. Semoga bermanfaat untuk review aku tentang honemoon newlywed ini, terima kasih banyak sudah mampir di blog aku.


You May Also Like

25 komentar

  1. Teh itu harga paket penginapan kayaknya kelebihan 0 nya, kaget ga mungkin 35 jt kan 3d2n 😁 btw jogja selalu asik yah untuk travelling hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha aku juga mau komen gitu :D

      Hapus
    2. Wkwk iya punten, siwer nih. Nanti ku perbaiki teeeh. Nuhun😚

      Hapus
  2. Serunyaa ... Jd pengen ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu teh kesini, 2 harian juga puas nih wkwk

      Hapus
  3. ciyee honeymoon ciyee wkwkwk.
    aku salfok sama sate klatak, ku pengen belum pernah nyoba :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa ya aku d cie in masih malu-malu gini wkwk. Ih hayuuu nyobain, enak beeeet pokoknya

      Hapus
  4. setiap ke jogja gak pernah mau dateng ke raminten... serem, takut sama cewek2 kekar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha bener teh Ale, awalnya aku ragu, tapi pas udah di dalem ga ada yang aneh-aneh seperti yang santer diberitakan haha

      Hapus
  5. Seru nih langsung honeymoon ke Jogja.. Aku honeymoon nya bulan depan setelah nikah wkwk, H+2 setelah nikah langsung kerja lagi :(

    Btw itu villa nya ada paket buat keluarga ga ya? rencana pengen bawa anak, suami, mertua, sama adik ipar ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soalnya mau nunda-nunda ntar keburu expire rasanya, eh. Wkwk. Oh iya bun, ini villa nya affordable buat keluarga, seruu pokoknya

      Hapus
  6. waah terima kasih teh tipsnyaa jadi pengen cepet nikah ahahaha😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah, semoga diwaktu yang tepat ya teh,pangerannya datang😚

      Hapus
  7. Villanya comfy gitu ya teh. Tipe2 villa di bali. Semoga ada kesempatan bisa ke sana.

    BalasHapus
  8. aku gak sanggup kalau denger sate klatak, se suka itu aku sama sate klatak hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget ya tehra, empuk dan gede-gede pulaak

      Hapus
  9. Duuh kayaknya seru banget yaa jadi pengen holiday kesana deh hehe

    BalasHapus
  10. Cakep banget villanya.. aku kayaknya kalau ke Jogja nggak akan pernah puas deh, selalu ingin balik lagi. Udah lama juga nggak ke Raminten, masih berasa tuh wangi dupanya sampe sekarang. Eh, apa menyan ya itu? 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget, Jogja selalu jadi magnet rindu tehnes. Iyaaa itu resto nya dominan wangi dupa plus menyan teh

      Hapus
  11. Huhuhuu, aq g honeymoon jd pgn dech 2nd honeymoon sxlian bikin anak k2, #ehhh

    BalasHapus