Jaga Kesehatan Mental, Ada Yang Viral! Curhatan Suami Mengenai Istrinya Yang Tidak Akur Dengan Ibunya

(Menyampaikan isi kepala atas sebuah kejadian viral di akun Cermin Lelaki. Dokpri)


"Aduh aku tuh gamau tinggal sama mertua, atau ibu atau keluarga, pokoknya ya keluarga kita ya keluarga kita aja"

Ada yang pernah mengalami fase seperti diatas? Sebagai manusia, sikap egosentris dari masing diri perorangan pasti selalu ada ya, apa yang teman-teman rasakan kala itu ya berarti memang seperti itulah otak dan rasa kita didesign untuk saling berkolaborasi, baiknya dalam menghasilkan sebuah tindakan.

Apalagi para pengantin baru nih, eh tapi ga semua sih. Mungkin cuma aku aja kali ya pernah ngalamin masa-masa itu. Aku rasa memang kesiapan aku sama suami untuk mengatur semua-semuanya itu ya sambil berjalan pasca menikah.

Ngalamin pendekatan di awal-awal menikah

Memang kondisiku tidak lagi dengan jalan pacaran, jadi ketika ada lelaki yang berniat baik, saat itu orang tuaku merestui dan aku merasa open sama dia, karena jawaban terjujur itu dari hati, hati tidak menolak kok.

(Mengenal setelah menikah, berjuta rasanya, hepi aja ya sis! Dokpri)

Namun ada baiknya memang mengenal lebih jauh gimananya dan mengenai sistem rumah tangga yang nanti mau dijalanin. Ada berbagai macam rasa, yang sudah aku alami sejauh ini. Aku hanya bercerita dan mungkin bisa dijadikan pelajaran, terutama adik-adik yang katanya pengen nikah. Nikah itu berarti menerima kekurangan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya dan ini bukan sebuah persoalan yang gampang.

Allah memberikan cobaan dalam setiap rumah tangga hambanya itu tentu untuk menguji seberapa taatnya dia sama tuhannya. Langsung aja saat aku nemu sebuah postingan dari sebuah akun cermin lelaki (kalian bisa cari di Instagram) dimana akun itu awalnya aku temuin sama temenku pas lagi chit-chat dan bilang kalo disitu kumpulan curhatan para lelaki.

Kehadiran sebuah akun curhatan para lelaki, Cermin Lelaki

Katanya laki-laki itu susah curhatnya? Emang iya, makanya dibuatlah akun itu (kali! wkwk aku cuma nebak aja sih) karena emang disitu full curhatan lelaki semua dan mimin yang membalasnya itu dengan sebutan master (kepada yang curhat).

Berbagai curhatan begitu mengalir disana, akun tersebut memang viral dan terkadang aku pernah sampai diminta suami buat ga kepoin cermin lelaki itu, takutnya malah aku ga sehat mental, apalagi di masa-masa pandemi covid-19 ini, lakukan self quarantine, kalo ga pintar-pintar kelola kewarasan mental diri sendiri untuk ga sembarangan masukin input dan bentuk output yang ga balance, bisa ambyar.

Tapi kali ini aku memutuskan untuk menjaga kewarasan, dengan nemuin ada yang viral dari Cermin Lelaki ini dan aku memberikan output ini adalah bentuk dari aku ingin beropini, dengan apa yang aku tahu, dengan beberapa pengalaman pribadi maupun orang lain yang pernah berada di kondisi yang sama juga, misalnya.

Jadi ada sebuah kejadian pasangan suami istri yang sudah menikah selama 2 tahun dan perbedaan usia mereka terpaut satu tahun, dengan kondisi si istri itu udah punya rumah sebelum dia menikah dengan suaminya ini. Dan kondisi ibu dari suaminya itu ikut tinggal bersama, karena merasa tidak enak jika ibunya tinggal sendirian di rumahnya sedangkan rumah anaknya lebih bagus.

Konflik antara istri dan mertua

(Pict from @cerminlelaki)

Konflik bermunculan, dan yang buat para netizen gemes bahkan suamiku juga ikut tersulut itu karena totally sikap suaminya ini ga tegas. Dan banyak juga yang berkomentar kalo si cowoknya ini adalah dulunya anak mamih banget.

Jujur ya, ini pure curhatan aku sebagai seorang istri yang tinggal di rumah mertua dalam kurun waktu lebih dari setahun. Bagaimana rasanya? Semua rasa ada dalam satu kesatuan yang tercipta di muka bumi ini, namun biarlah hanya aku dan Allah aja yang tahu bagaimana detail rasanya. Karena, kita sama-sama manusia, miliki prasangka, miliki analisa sendiri yang tidak mungkin gitu aja diterima oleh lain kepala.

Jadi, aku tuh selalu percaya bahwa apa-apa yang dilakukan oleh ibu mertuaku sejauh ini baik dan semua perlakuannya tidak ada yang menyakitkan aku secara mendasar. Jika melihat kejadian di cermin lelaki itu, ibunya si suami minta istrinya untuk tetap bekerja dan produktif namun urusan pekerjaan rumah tangga harus beres agar menjadi wanita yang sebenarnya, karena dulu sewaktu ia menjalani rumah tangga ia pun bekerja dan tidak mengandalkan pekerjaan rumah itu oleh ART.

What!!!????!!!!

Rasanya emosiku juga ikut memuncak, karena pasalnya aku sebagai istri paham banget banget bagaimana sih kalo kita diperlakukan kayak gitu. Jadi ART nya disuruh berhenti sama ibunya dan minta istri itu kerjain pekerjaan rumah disaat waktunya longgar, jadi ga ada kata leyeh-leyeh.

Waduh, apakabar kalo hal itu menimpaku, aku yang tidak bekerja secara office, lalu terlihat santuy, ada kalanya rebahan, update social media, udah jadi sasaran empuk banget kayaknya. Trus itu liat deh suaminya, dia bisa-bisanya ngebelain terus ibunya. Helowwww, anda itu sadar tidak sedang tinggal di rumah siapa? Bukan rumah anda lho!

Ketegasan suami dalam sebuah rumah tangga itu penting banget, dimana rasa kasih sayang kepada istrinya? Aku sih ga ngerti lagi ya perasaan istrinya, udah ambyar tapi dikuat-kuatin aja kayaknya. Bukan harus tau mana yang benar dan salah. Tapi plis, bijaksana dalam menyikapi sebuah permasalahan, karena masalahnya dia udah menikah, ada istri yang ia janjikan lho di meja akad untuk menjaganya. Trus bentuk penjagaan dan tanggung jawab itu dibuktikan dengan ia tidak ngerti sedikitpun apa yang dirasakan istri.

Apalagi ngatain istrinya terlalu lebay. Lahhhh, ini nih, kadang ya apa yang dirasakan istri itu kok susah ditangkap. Kalian tau ga sih, kalo istri yang kerja on office itu juga sama capeknya sama suami yang kerja kantoran. Tapi mereka kuat, mereka nyiapin semua kebutuhan dan memastikan kebersihan dan kerapihan dari keadaan rumah mereka. Apalagi yang ga ada ART, itu mereka siapkan dengan tangan mereka sendiri ya, harus dipahami itu.

Ketika suamiku ikut berkomentar tentang viralnya ribut-ribut ini di akun Cermin Lelaki

Alhamdulullah kadang aku kalo ada rasa mengganjal pasti cerita sama suami, dan sebelum aku cerita, ternyata dia udah gregetan dulu pas baca berita viral dari akun Cermin Lelaki itu. Dia sedikit ngomel-ngomel gitu dan ga ngerti apa visi misi pernikahan dulu si suami istri ini.

Dan kembali lagi, suamiku kalo ngeliat permasalahan, pasti lewat dua sisi, jadi pengen tau juga sih bagaimana opini dari istrinya, kan yang bervokal disini adalah suaminya. Titik permasalahan utamanya memang sudah jelas sih, ada di kurang tegas dan bijaknya peran suami kepada istri dan bagaimana bersikap berbakti kepada orang tanpa harus menyakiti istri sendiri.

(pasutri tukar pikiran. Dokpri)

Karena jika masalah dilihat dari satu sisi aja, memang timpang. Trus aku langsung auto peluk dia dan bilang, kalo perjalanan rumah tangga itu ga ada yang mudah, dan kalo bukan kita berdua yang bisa kompak, siapa lagi, makanya yuk saling bisa bergandengan terus sebadai apapun terjangan buat rumah tangga kita.

Yang bisa diambil dari kisah ini sih, kalo aku lihat lebih kepada membuka mata hati istrinya dan minta dikonsultasikan kepada pihak yang lebih berkompeten, maksudnya untuk menengahi permasalahan ini. Namun, kalo jalan tengah seperti ini, muncul kisah menyedihkan atau rasa gundah gulana berarti memang ada yang bermasalah dalam keluarganya bersama suami.

Orang tua, aku bukan sok kolot atau jadi sotoy sih ya, jujur aja setelah menikah itu aku malah ngehindarin sih cerita ke orang tua, aku pengen itu cerita yang bahagia aja, tanpa ada rasa sedih dan kecewa, biar mereka ga kepikiran dan jadi incharge langsung.

Eh tapi bukan kita anti kritik ya. Semoga bisa menjadi pelajaran bersama, yang masih tinggal serumah sama orang tua adalah sebagai ladang membersamai orang tua, namun jika di tinggal di rumah mertua maka yakinlah proses yang ada di dalamnya untuk membantu kita di masa depan dan kalo memang itu rumah dari harta istri sebelum menikah, ya sadar saja ya mister..

16 komentar

  1. Haduh aku juga sudah baca tuh. Gemes dan males bgt bacanya. Tapi banyak lho kejadian kayak gitu. Teman2ku yang sudah menikah juga beberapa punya masalah dengan suami yang gak punya empati. Sudah begitu salah menempatkan konteks lagi. Melelahkan sekali. Pengen tahu sih, istrinya kira2 curhat dimana ya hehehe julid mode on

    BalasHapus
  2. beberapa waktu lalu aku juga baca curhata itu ih, sebel banget sih bacanya sebenernya, tapi emang kejadian kaya ada beberapa yang menimpa temen ku juga, huhuhu

    BalasHapus
  3. Semua orang punya masalah. Apalagi urusan rumah tangga. Kita bisa melihat sejauh mana pikiran orang, dengan melihat sikap dan perilaku dalam menghadapi masalah dengan melihat sosial media nya.

    Bukankah suami istri itu ibarat pakaian yang saling melengkapi?

    BalasHapus
  4. Semua orang punya masalah. Apalagi urusan rumah tangga. Kita bisa melihat sejauh mana pikiran orang, dengan melihat sikap dan perilaku dalam menghadapi masalah dengan melihat sosial media nya.

    Bukankah suami istri itu ibarat pakaian yang saling melengkapi?

    BalasHapus
  5. Kalau satu atap tinggal beberapa keluarga, memang rentan ada masalah.
    Dan mencoba untuk cari jalan keluar dari kacamata islam, jangan dari emosi. Karena sering kita merasa suami kurang tegas dan lain-lain, kuncinya cuma satu, komunikasi.

    BalasHapus
  6. Gemes banget sih. Itu si istri udah punya rumah sendiri dan tinggal dirumahnya begitu. Apa kabar kalau nggak punya rumah?

    Balik lagi, nggak bisa hanya melihat dari satu sisi.

    Ah, seneng deh kalau punya pasangan yang pengertian.

    BalasHapus
  7. KESEL AKU BACA CURHATAN DI CERMIN LELAKU HUH. Emang sebaiknya kalau sudah berumah tangga tuh harus mandiri. Jangan dikit-dikit cerita ke orang tua atau sampai ortu ikut campur menurutku.

    BalasHapus
  8. Bagi lelaki aka suami memang paling berat kalau istri ga cocok sama mertua alias ibunya
    Mau belain yang mana bingung
    Istri dibantah nanti pundung
    Ibunya dijelekin ga terima dong

    BalasHapus
  9. Woooo ini akun emang bikin gemezzzz banget bangeeetsss kadang aku berharap cerita di dalamnya itu bohongan aja soalnya ya itu gemeeeeeezzzzzz. Ngga jamaaan ah yaaah kan kerjaan rumah hanya untuk istri. Memang berkeluarga bukan hanya harus cocok dengan suami namun jg keluarganyaa. Semoga kelak aku mendapat yg sebegiu menyayangi aku jugaaah

    BalasHapus
  10. Daku lihat akun itu dari temlen fesbuk temen yang dia share. Satu sisi jadi pemikiran juga buat daku kedepannya, haha, karena terkadang kita nggak pernah tahu apa isi hati dan pikiran seseorang, sekalipun dia bersaudara apalagi kembaran

    BalasHapus
  11. Aku pas baca cerita itu ya ikut emosi hahaha. Kayak yaampun kenapa ada orang macam itu di dunia iniiiii. Tapi ya emang kalo udah rumah tangga sebisa mungkin diomongin bersama maunya kayak apa ya kak? Hehehe

    BalasHapus
  12. Aku baca nih curhatannya waktu ada yang share di Twitter wkwkwk aneh bangetlah udah gak tegas, gak tau diri pula. Ibuknya pun sayangnya masih sangat patriarkis dan berpikir bahwa pekerjaan domestik itu ya urusan perempuan, anaknya jadi ikutan kayak gitu. Padahal mah dikerjain bareng-bareng mestinya bisa jauh lebih meringankan dan enak buat semua pihak. That's why I hate patriarchy.

    BalasHapus
  13. Kok ak emosi ya bacanya ��
    Harusnya pekerjaan rumah itu bisa dikerjakan bersama2. Bukannya tdk mau menjalankan tugas IRT, tp alangkah baiknya dikerjain bersama ��

    BalasHapus
  14. Duuwww akun itu ya. Aku menghindari banget baca akun itu soalnya kok bikin riyeut ya. Hihihi.

    Aku pun sejak menikah memilih cerita yang happy happy aja ke kedua ortu kami. Pun lebih banyak cerita soal lucunya anak anak sih.

    BalasHapus
  15. Heheeh aku belum pernah ngerasin tinggal dirumah mertua, jangan sampai deh. Tapi aku lihat ga semua mertua galak sama mantunya, di Jakarta ada mantu yang bisa bangun jam 10, bangun langsung ditawari makan enak banget kan. Hehehehe

    BalasHapus
  16. makanya janagn tinggal di ruamh mertua, aku selalu bilang sama anakku kalau sudah menikah jangan tinggal di ruamh mama atau mama mertua, mending kontrak sebelum punya rumah sendiri. walau gaka da masalah tapi ettep saja gak nyaman, aku lihat pengalaamn temenku, kalau sudah mau pulang kerja itu malas karena gak bebas tinggal di rumah mertua

    BalasHapus