5 Keterampilan Yang Dipelajari Selama Di Rumah Aja

5 keterampilan yang dapat dipelajari saat di rumah aja
(5 keterampilan selama di rumah aja. Dokpri)

"Teringat masa-masa aku bisa menjahit, mendengarnya aja rasanya ada rasa paranoid tersendiri"
Bercerita mengenai keterampilan, tentu yang berhubungan dengan kebisaan kita terhadap sebuah hasil prakarya tertenu bukan? Aku ingat saat SMP waktu itu aku ikut serta dalam kegiatan kelas tambahan bernama mulok (muatan lokal) dan pilihanku jatuh ke jahit menjahit.

Sebenarnya aku sudah menikmatinya, hingga samapi pada titik terjenuh aku dan berhasil membuat satu baju blouse (gatau sih sekarang bajunya kemana wkwk) dan itu membuat aku lembur sampe pulang sore terus. Dan sampai sekarang, rasanya malas banget kalo berhubungan soal jahit menjahit, padahal di masa pandemi Covid-19 ini keterampilan ini sangat dan amat dibutuhkan, salah satunya dengan membuat masker.

Namun tak berhenti sampai disitu untuk meratapi hal-hal yang sudah aku tekuni namun aku memutuskan tidak untuk melanjutkannya, mungkin suatu saat aku sangat memerlukannya dan bisa kembali menekuni jahit menjahit itu sendiri. So, keterampilan yang aku pelajari selama di rumah aja ini diantaranya:

1. Belajar jadi team grecep buat review film

Entah kenapa aku merasa saat ini keinginan aku untuk bisa mereview film secara grecep itu meningkat dengan tajam. Terlebih untuk menambah konten, dengan mereview film, semakin menyegarkan ingatan aku pribadi dan belajar juga untuk mengutarakan opini terhadap sebuah karya dan jika suatu saat nanti dibaca, kita akan menjadi teringat kembali. Bahkan menjadi rekam jejak yang dapat kita baca-baca lagi.

Team grecep buat review film ini sesungguhnya sebutan aku aja sih, karena sehabis nonton film kalo ga langsung diulas walaupun cuma point-point dasarnya, nanti kesananya malah bablas dan malah ga sempat ditulis, seiring tergerusnya waktu.


2. Jadi koki dadakan

Alhamduillah aku selalu syukuri apa-apa yang terjadi dalam rentetan kehidupan ini, seperti saat ini aku tinggal berdua aja sama suami dan membuat jadi koki beneran. Menyiapkan masakan dari saat sahur hingga berbuka. Mencoba berbagai resep masakan rumahan, yang jujur aja dulu cuma bantu potong-potong pas masih bareng sama ibu mertua.

Sehingga, ketika masakan aku dipuji enak dan ia sampai request beberapa menu masakan, membuat aku bersemangat dan benar-benar jadi keterampilan aku saat ini. Yang masih PR sih sebenarnya membuat rendang hehe, karena memang masih belajar buat mempelajari bumbu dan kebutuhan dasar bumbu juga belum begitu lengkap saat ini.

3. Belajar membuat CV yang bagus

Awalnya ketika melihat timeline Twitter yang saat aku ikuti kok seru banget ya bahas mengenai CV. Rasa-rasanya aku jadi ingin memperbaharui CV ku kembali dan ya kita tidak tau kedepannya akan seperti apa suratan sang illahi apakah aku akan kembali bekerja atau tidak, ya kita lihat saja nanti hehe. Keterampilan dalam memperbaharui CV ini penting banget sih menurutku, karena ada sebuah skill design dan juga komunikasi di dalamnya. Agar meyakinkan kalo kita memberikan yang terbaik untuk perusahaannya kelak.

4. Belajar make up 

Semenjak freelance, aku jadi tertarik banget untuk make up, walaupun jenis make up yang masih natural dan belum juga mengaplikasikan seperti bulu mata misalnya. Namun setidaknya aku sudah bisa menggunakan beberapa jenis make up untuk mendapatkan penampilan yang berbeda dan terlihat lebih fresh. 

Awalnya menjadi nagih itu karena perawatan dan juga rangkaian dari skincare, yang membuat kulit sehat, glowing dan walaupun tanpa make up berat, tetap berpenampilan baik dan juga fresh, siapa yang tidak mau berpenampilan seperti itu? 

5. Belajar membuat jurnal

Melihat beberapa postingan teman-temanku yang asyik banget sepertinya dalam membuat jurnal, bisa menjadi stress release tersendiri itu dan ini sudah tertular ke adikku. Ia sudah rajin membuat journal sampai membeli perlengkapan cat airnya dan cukup menarik ketika menggoreskannya pada jurnal.

Katanya efeknya bisa membuat release dan juga healing. Lalu aku kembali merasa insecure karena ga pandai untuk menggambar, mungkin awal-awal aku harus melihat contohnya dulu kali ya, baru berikutnya untuk berkreasi karena jujur aja pas pensil mulai menggores, yakinlah aku hanya bisa menggambar gunung, matahari dan satu rumah ditengah pematang sawah hahahaha.

So, bagaimana dengan teman-teman ketika membaca beebrapa keterampilan yang aku pelajari selama stay at home ini? Adakah yang miliki cerita serupa dengan aku? Jangan sungkan untuk membagikannya di kolom komentar ya, karena setiap cerita akan selalu bertemu dengan pembacanya. Dan yang aku rasakan selama stay at home ini memang jadi lebih produktif untuk menulis.

Aku ingin mengembalikan fitrah ngeblog aku itu untuk apa dan perlahan aku mau menikmati proses menulis itu sendiri hingga sampai pada titik aku merasa sangat-sangat membutuhkan menulis, dan tidak merasa terbebani karenanya. Bahkan aku merasa menulis itu seperti separuh dari nafasku sendiri. 

3 komentar

  1. Boleh juga nih tipsnya
    Nanti coba dipraktekkan mumpung masih punya banyak waktu

    BalasHapus
  2. Ternyata meski di rumah saja bisa tetap produktif dgn belajar banyak hal baru ya mbak

    BalasHapus