Ketika Lebaran Tak Lagi Sama Namun Silahturahmi Setiap Hari Terus Aku Lakukan


(silahturahmi setiap hari walaupun lebaran tidak mudik dan berjarak karena covid-19. Dokpri)

Assalamualaikum bagaimana kabar teman-teman di puasa Ramadhan yang sudah lewat dari 10 hari ini? Pasti ada berbagai macam rasa berkecamuk ketika kita merasakan Ramadhan tahun ini sangat-sangat berbeda keadaannya dengan Ramadhan sebelumnya. Ketika raga tidak lagi dapat bertemu karena harus menjaga jarak dan bahkan physical distancing, sehingga yang tadinya bisa Ramai  Sepi Bersama kini harus sendiri-sendiri sementara dan tak ada lagi kata pertemuan, namun yang namanya silahturahmi setiap hari itu wajib banget.

Merasakan Ramadhan hingga Lebaran yang terasa berbeda juga

Menyadari bahwa menjalani hidup dalam satu atau dua bulan kedepan, kita tidak tau pasti apa yang terjadi sama seperti ketika pandemi datang di bumi pertiwi ini, sontak meluluhlantahkan baberapa fungsi dari berbagai macam sektor terutama dalam hal silahturahmi saling bertatap wajah dan melakukan kontak kasih sayang bersama keluarga menjadi sangat-sangat terbatas.

(terus semangat ya ditengah pandemi covid-19, kita saling menguatkan dengan silahturahmi setiap hari. Dokpri)

Apalagi, ketika hari demi hari, demi berkurangnya angka penyebaran virus Covid-19 ini pemerintah sudah melarang rakyat-rakyatnya dan seluruh lapisan pemerintahan juga untuk mudik. Hal ini aku rasakan sebagai pribadi yang berada jauh dengan orang tua dan adik kandung di Karawang, karena sebelum pandemi Covid-19 ini mewabah, aku belum sempat untuk pulang, ditambah sebelum datangnya Ramadhan tahun ini yang biasanya aku sowan dulu ke rumah mamahku di Karawang itu ya tidak terjadi.

Mengingat tidak mudik yang dilarang oleh pemerintah, membuat rindu dan sesak aku bertambah karena benar-benar tidak bisa merasakan kehangatan berkumpul bersama keluarga mamah dan adikku di Lebaran tahun ini. Ditambah kepiluan aku di lebaran tahun ini tidak bisa berkumpul bersama papahku, yang berada jauh di Papua sana, karena sama-sama mengalami pembatasan wilayah dan tidak boleh mudik. Aku ga terbayang perasaan mamahku ketika lebaran berdua aja bersama adikku di Karawang, dan papahku di Papua sana, sedih dan pilu rasanya.

Hidup terus berjalan: Walaupun berjauhan dan tidak bisa mengatur temu, silahturahmi setiap hari tetap dilakukan

(tenang saja, walaupun berjarak kita tetap bisa silahturahmi setiap hari. Dokpri)

Seperti kata pepatah, hidup itu terus berjalan, jika meratapi apa-apa yang diluar dari kendali diri kita sendiri, yang ada malah kita menjadi stress dan kesehatan mental kita sangat berpengaruh. Justru di bulan Ramadhan kali ini, menjadi titik balik yang luar biasa buat aku karena merasakan dampak pandemi Covid-19 ini yang pasti dirasakan juga oleh seluruh lapisan masyarakat di dunia, khususny di Indonesia, seperti harap-harap cemas kapan ini akan berakhir dan kembali ke sedia kala.

Aku kembali bisa self talk bersama diri aku sejauh masa pandemi Covid-19 ini aku diminta untuk stay at home, menjadi bisa mengenal diri aku sendiri, kembali pada peran aku sebagai perempuan, wanita, istri dan juga anak sehingga kadang membuat aku menangis sendiri, sudah begitu sibuk dengan egosentris yang aku bangun demi sebuah cita-cita yang mungkin ini menjadi tamparan keras buat aku pribadi dari Allah.

Kita semua diminta untuk kembali merasakan, betapa rasa rindu yang teramat kepada keluargaa itu harus tercipta terus menerus. Keluarga adalah harta yang paling berharga memang, saat berjauhan seperti ini semuanya terasa begitu jauh, dan aku yang biasanya dua minggu sekali bisa ke Karawang, kali ini begitu ditahan-tahan, karena tentu Jakarta sendiri sudah red zone, aku gamau sampai daerah kampung halamanku terkena dampak juga. 

Merasakan Ramadhan yang tanpa bisa berbelanja kebutuhan untuk berbuka puasa dan sahur dengan bebas, karena harus terbatasi di tempat keramaian. Lalu tidak ada kegiatan untuk mendatangi masjid sesering mungkin untuk ibadah sholat wajib 5 waktu dan juga sholat tarawih berjamaah, juga tidak ada kegiatan Iktikaf membuat hati ini merasa sedih banget.

Kegiatan yang terasa berbeda juga bisanya keluarga suami selalu mengadakan buka puasa bersama di rumah mamah mertua, kali ini sama sekali kita yang masih dalam satu wilayah Tangerang, tidak mengadakan temu dan mengandalkan semuanya dari video call bahkan sampai bersama-sama dalam satu teleconfrence agar berada dalam satu frame. Sehingga selalu ada hikmah dan sesuatu yang bisa terus kita syukuri dari adanya pembatasan ini, kita masih bisa silahturahmi setiap hari dengan perkembangan digital saat ini, mendekatkan yang jauh. 

Lucunya, banyak sekali kolaborasi karya dan juga kegiatan dari adanya teleconfrence ini, misalnya teman-temanku mengajak buka puasa bersama-sama melalui video teleconfrence ini walaupun dilakukan di rumah aja, dengan hidangan berbuka masing-masing, namun tetap terasa kalo kita mengadakan puasa buasa bersama dan bisa juga dilakukan bersama keluarga.

Silahturahmi setiap hari di masa pandemi Covid-19 selama bulan Ramadhan dengan Freedom Kuota Harian dari IM3 Oredoo


(Bersama IM3 Ooredoo kolaborasi dengan 4 musisi hasilkan gerakan positif dalam judul Ramai Sepi Bersama. Dokpri)

Di masa-masa stay at home ini apalagi di bulan Ramadhan yang menjelang Lebaran juga, membuat kita tidak boleh bersedih ya, harus menyambut dengan suka cita bagaimanapun Ramadhan adalah bentuk keberkahan dan kasih sayang Allah terhadap hamba dan umatnya, sehingga komunikasi sesama teman, sahabat, keluarga dan rekan kerja di saat-saat seperti ini penting banget dilakukan.

Kesemuanya mengandalkan kuota internet baik dalam melakukan silahturahmi ataupun pekerjaan yang memang sangat-sangat dilakukan secara online atau Work From Home. Didukung dengan kekuatan internet yang terbaik, aku sebagai pengguna IM3 Ooredoo sangat berbahagia dengan hadirnya Freedom Kuota Harian menjadi memudahkan kelancaran silahturahmi setiap hari bersama keluarga aku yang di Karawang tanpa tersendat-sendat dan tentu sangat hemat. Kenapa?

Karena IM3 Ooredoo hadirkan Freedom Kuota Harian ini memiliki benefit dari segi harga yang ramah dikantong (karena masa stay at home, kondisi keuangan memang sedang diuji banget) lalu hadir Freedom Kuota Harian ini serasa jadi oase. Dengan bisa berinternet selama 24 jam (disemua jaringan) ada tambahan kuota utama 1GB setiap harinya selama paket masih berlaku. Udah gitu ada fitur save pulsanya, jadi ketika kuota kita sudah habis, ga akan sedot pulsa utama kita. Serta IM3 Ooredoo akan mendonasikan 2K secara langsung setiap pembelian dengan paket Freedom Kuota Harian untuk menanggulangi Covid-19 ini. Kece banget!

Selain itu Freedom Kuota Harian ini sungguh membantu kita untuk silahturahmi setiap hari, melakukan pekerjaan dari rumah selama masa pembatasan dan stay at home ini karena 1 GB sebagai benefit kuota utama itu terdiri dari:
  • 1GB untuk video call saat bukber online bareng teman
  • 1GB untuk video call orangtua karena tidak bisa mudik
  • 1GB untuk kirim pesan silaturahmi/e-card via chat/social media
  • 1GB untuk ikut kajian atau meet up komunitas secara “online”
  • 1GB untuk dukung kolaborasi, “work from home” atau aktivitas internetan lainnya selama Ramadan
Melihat banyak kegiatan yang begitu positif bisa dihasilkan selama stay at home, ga menyurutkan buat para musisi untuk berkolaborasi menghasilkan karya yang sangat relate banget dengan kondisi kita berjauhan bersama keluarga namun apapun yang terjadi silahturahmi setiap hari harus tetap berjalan, karena keluarga adalah yang paling berharga.



Sehingga sebuah hasil karya berupa Anthem dengan judul Ramai Sepi Bersama rasanya mengajak kita tetap positif di tengah masa pandemi Covid-19 ini untuk tetap menghasilkan karya-karya walau dari rumah aja serta tetap bisa terhubung dengan baik dan lancar bersama keluarga. Indah banget rasanya, walau dari dunia maya tetap bisa silahturahmi setiap hari.  

20 komentar

  1. Keren nih IM3 Ooredoo ada bantuan donasi nya juga,, itu gratisannya beneran mb,, banyak banget,, jad pengen pake IM3 Ooredoo,,

    Smoga cepet hilang covid 19 ini ya mba,, biar bisa ngumpul lagi,,,

    BalasHapus
  2. Rindu selalu ada saat kita menginginkan untuk bertemu keluarga ya Mbak? Namun, lebih baik menjcari aman ya? tetaplah bersemangat walau rindu tengah menanti.

    BalasHapus
  3. Tak ada kebahagiaan yang melebihi bisa bertemu dengan keluarga, terlebih bagi mereka yang hidup jauh dari keluarga. Namun, di saat seperti ini, silaturrahmi virtual adalah jalan yang terbaik demi kebaikan semua pihak.

    BalasHapus
  4. Biasanya h-3 udah mudik ke jogja. Udah lagi kumpul makan masakan mbah bareng keluarga besar. Huhu
    Sedih memang nggak bisa mudik, tp kudu tetap disyukuri karena masih byk cara untuk silaturahmi ya mbak. Salah satunya vc gini,, mantap bgt paket data indosat ya

    BalasHapus
  5. Saat ini satu yang bisa dilakukan untuk menjaga silaturahmi yaitu menjalin komunikasi secara daring. Jadi butuh kuota yang cukup terus deh supaya bisa tetap online.

    BalasHapus
  6. Ha ha tetiba jadi ngenes inget suami n abang yang juga gak bs pulang karena pandemi. Silaturahin virtual sepertinya mmg pilihan terbaik ya mb.

    BalasHapus
  7. Sebagai pengguna setia indosat, saya suka sama lagunya iklan indosat, anak-anak juga senang. Walau sendirian tapi tidak apa, hehehe. 😆

    BalasHapus
  8. Sedih ya meskipun hari kemenangan tingal hitungan hari Pandemi ini pun belum juga berakhir,

    Sholat Id dirumah, halal bihalal juga rasanya tidak bisa anjang sana anjang sini, semoga pandemi ini cepat berakhir.

    BalasHapus
  9. ini yang kulakukan setiap sahur untuk menemani orang tua yang di kampung sana sahur berduan, untung ada im3 aku pengguna setianya dari masa SMA. kebayang deh kita lebaran dengan videocall jg hiks

    BalasHapus
  10. Skrng zaman udh sangat canggih sehingga silaturahmi walau di tengah pandemi bisa terganti dengan silaturahmi virtual. Doaku semoga pandemi segera berakhir.

    BalasHapus
  11. Hi, Grandys, kaneen. Delama Covud 19 ini bunda malah seringkali terima vidio call dari anak cucu. Terpenuhilah paling tidak kerinduan itu. Kami sama tdk cuek pd himbauan demi kesehatan bersama. Grandys, cabggih ya skill bloggingnya, gak kayak bunda nih yg standaaaart terus tampilan blognya. Bagus banget gambar yg ada seperti daun2 padinya yg nenguning menawan. Salut.

    BalasHapus
  12. silaturahmi ini sebenarnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang membedakannya itu bagaimaa kita semua menyikapi dan merasakan aroma lebaran bersamaan dengan pandemi ini

    BalasHapus
  13. Wah untung saya juga pake Indosat mba, jadi aman.

    Mba, Mohon maaf lahir dan batin ya semoga kita dipertemukan dengan Ramadan tahun depan dengan situasi yang jauh lebih baik lagi :)

    BalasHapus
  14. Self talk
    Hal yang sangat mahal jika kita sedang larut dalam kesibukan
    Ada hikmah di balik setiap peristiwa

    BalasHapus
  15. Iya lebaran kali ini sungguh beda. Tapi selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Tetap semangat 😍

    BalasHapus
  16. Im3 bisa jadi solusi nih. Memang dalam keadaan berjauhan dan lebaran tak biasa seperti ini, online jadi penghubung sempurna.

    BalasHapus
  17. Silaturahmi harus tetap terjaga walaupun tidak bisa bertemu langsung. Syukurlah sudah ada jalan keluar yang diberikan oleh Indosat Ooredo melalui Freedom Kuota Harian. Sangat banyak memberi kemudahan dan membuat banyak orang menjadi terhubung. Silaturahmi menjadi sangat mudah.

    BalasHapus
  18. Saya juga pengguna M3, Merasakan kemudahan dan cukup hemat dengan Kota internet dari IM3. Sekarang meski enggak bisa ketemu langsung bisa lewat video call, wa, telpon, zaman udah canggih, jarak jauh pun terasa dekat dengan kecanggihan teknologi

    BalasHapus
  19. walau gak bisa mudik dan bertemu keluarga, teman dan orang terdekat lainnya tapi silaturahmi tetap harus dijalankan ya Mbak walau dengan virtual.
    syukurnya sekarang udah bisa telponan dan saling bertatap muka ya, kalau jaman dulu cukup puas dengan suara aja ya.
    IM3 emang ngerti banget ya, paketnya lengkap gini jadi silaturahmi semakin nyata :)

    BalasHapus
  20. Gilak, hemat banget internet pakek IM3. Sepertinya masih bakalan diburu terus paket internet murah kayak gini, mengingat masa pandemi belum benar-benar berakhir. Kuota jadi wajib banget di masa ini.

    BalasHapus