Impian Travelling ke Papua Destinasi Wisata Hijau

papua destinasi wisata hijau
(Papua Destinasi Wisata Hijau. Persembahan karya untuk setitik rindu kepada ayahku yang dinas di Papua. Dokpri)
"Ayahku pernah berujar, yang selalu ia syukuri adalah diberikannya kesehatan dan kekuatan dan kesempatan mereguk indahnya tanah Papua - Maman Acip"

Mengenal Papua bagi aku ini tidak hanya sehari semalam, tapi memang semenjak SD ketika aku mulai mengnal peta Indonesia, yang mana kepulauannya ini mirip dengan bntuk kepala Cendrawasih. dan kita sama-sama tau kalo banyak sekali turis baik luar maupun domestik yang pasti mengenal Papua dengan destinasi utamanya yaitu Raja Ampat.

Ternyata keindahan Papua itu bisa dinikmati langsung, dengan kita melakukan destinasi wisata hijau di Papua yang mana, lebih besar tanggung jawabnya sebagai seorang turis domestik untuk mengunjungi Papua. Namun, sebenarnya berkunjung kemana pun tetap harus menjaga lingkungan tetap asri dan tidak mengalami kemunduran karena sudah menjadi sebuah destinasi wisata.

Merajut Rindu Dengan Ayah Yang Dinas di Papua

papua destinasi wisata hijau
(Ayah dinas di Papua. Doc: MamanAcip)

Bagi aku Papua itu tidak sekedar surganya destinasi hijau saja, lebih dari itu malah. Ada setitik rindu yang masih aku rasakan walaupun saat ini aku sudah menikah, rasanya kalo ayahku masih dinas di Papua, ketemunya hanya di beberapa hari saat beliau cuti.

Memang keluarga kami sudah melakukan LDR keluarga ini sejak aku SMP dan berkali-kali juga ayahku memberikan pengertian kepada anak-anaknya untuk bersabar, karena saat cuti ayah selalu banyak bercerita mengenai Papua dan keindahannya yang sangat-sangat membuat ayahku sedikit melepas rasa rindu ketika mengalami susah sinyal.

Apa yang membuat ayahku terus bersyukur dan bertahan itu kembali lagi pada prinsip masing-masing keluarga, namun yang terbesar adalah pengalaman hidupnya selama berbulan-bulan tinggal disana, tepatnya di Papua Barat, Manokwari. Keindahan alam, keanekaragaman hayati serta kenikmatan hijaunya Papua sungguh dirasakan oleh ayahku secara langsung.

Oleh sebab itu, begitu aku mendengar kata Papua, tidak hanya soal destinasi hijaunya saja dan impian aku selalu buat mengunjungi Raja Ampat, tapi merajut rindu dengan ayah. Sempat, saat suamiku dulu sebelum lamaran, dia mau berkunjung ke Papua tempat papahku dinas hehe. Dan memang setiap foto-foto yang papah sering perlihatkan itu banyak sekali membuat sebuah cerita. Terkadang ada rasa sesak di dada ini karena menahan haru, rindu dan kasih sayang tentunya dari seorang ayah.

Namun, dengan sedikit coretan ini, bisa menjadi saksi betapa luar biasanya perjuangan seorang ayah untuk bertanggung jawab terhadap keluarga dan juga merekam keindahan destinasi hijau di Papua ini dalam bentuk karya tulisan. Ayahku juga berpesan kepadaku, terutama millenial untuk tetap hijaukan Papua dengan cara mengadakan tour namun yang memnag ramah lingkungan dan perhatikan adat istiadat dan budaya setempat.

Papua Destinasi Wisata Hijau

papua destinasi wisata hijau
(saat ayah mengunjungi Taman Nasional Teluk Cendrawasih, salah satu destinasi utama di Papua. Doc: MamanAcip)

Jadi aku sendiri itu pengen banget menikmati apa yang ada di Papua, dimulai dari bentang alamnya, kuliner, sosial budaya, hutan yang masih hijau, flora dan fauna yang dilindungi dan juga masyarakatnya.

Sehingga sebagai anak millenial, yang tentu saat ini sebaran informasi wisata itu sangat cepat dan aku merasa ada tanggung jawab untuk mengajak agar menjaga Papua ini tetap menjadi destinasi wisata hijau yang mana, nanti cerita-cerita aku dibawah ini semua original dari ayahku langsung yang dinas di Papua Barat.

Tujuan destinasi wisata hijau ini tentu untuk kebaikan bersama, yang mana kita ketahui dari beberapa data yang memvalidasi bahwa tutupan hijau dalam artian, kondisi hutan yang masih hijau di Indonesia ini ya di Papua, karena Kalimantan sudah mulai berkurang. 

Artinya yuk sama-sama kita gerakan hal-hal yang dapat menunjang kita sebagai millenial untuk mengembangkan sebuah destinasi dengan membuat sebuah konten lalu mengunggahnya di sosial media, namun tidak melupakan tanggung jawab untuk membuat Papua tetap sebagai destinasi wisata hijau.

Hal-Hal yang Selama ini Ayahku Syukuri, Bisa Menyaksikan Keindahan Di Papua Destinasi Wisata Hijau

(Ayahku pernah berujar, yang selalu ia syukuri adalah diberikannya kesehatan dan kekuatan dan kesempatan mereguk indahnya tanah Papua. Doc: MamanAcip)

Dapat menikmati keindahan sebuah bentang alam secara langsung, siapa yang tidak langsung mengucap syukur? Hal ini dilakukan oleh ayahku, di kala rasa rindu yang mungkin membuatnya ingin berkumpul kembali ke keluarga di rumah namun ada hal lain yang menjadi prioritas dan itu sudah menjadi pilihan, ayahku menikmati kicauan burung, indahnya bunga-bunga anggrek yang tumbuh dengan subur dan baik di tanah Papua ini.

Begitu juga ketika aku melihat aktivitas sosial media ayahku ini, ada rasa impian travelling ke Papua itu semakin besar. Melakukan snorkeling di lautan Papua yang begitu indahnya dan menikmati hutan-hutan Papua yang masih hijau itu salah satu kenikmatan yang Allah kasih kepada ayahku sampai saat ini.

Bentang Alam yang Indah

papua destinasi wisata hijau
(Bentang alam dari Papua Destinasi Wisata Hijau. Dokpri)

Asli deh, ayah selalu bilang berkali-kali sama aku kalo Papua itu indah banget. Tidak hanya yang terkenal saja yaitu Raja Ampat, di Manokwari saja, keindahannya begitu nyata. Beberapa koleksi foto-foto ini menggambarkan bahwa bentang alam di Papua itu masih sangatlah hijau.



Foto diatas adalah sebagai bukti bahwa bentang alam di Papua mampu menyihir siapapun, namun jangan sampai gelap mata sehingga mengeksploitasi habis-habisan. Lokasinya berada di Teluk Wondama, yang mana merupakan bagian dari Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Dan Teluk Wondama ini memang masih minim fasilitas dan inilah menjadi stress release papah, bisa snorkeling dengan suka cita.

papua destinasi wisata hijau
(Dikenal sebagai hutan Karangas di salah satu Kabupaten Kaimana. Doc: MamanAcip)

Dan ini adalah salah satu Kabupaten di Kaimana, yang bentang alamnya seperti kita berada di hamparan salju. Bahkan ayahku sempat mengabadikan keindahannya dengan lebih kompleks dengan sebuah video berikut ini.







Sebuah kiriman dibagikan oleh Maman Acip (@mamanacip) pada


Jadi hamparan putih itu biasa disebut dengan Hutan Kerangas, yang mana merupakan hutan dengan lahan ekstrem karena tingkat porositasnya sangat tinggi, tidak banyak jenis flora yang dapat tumbuh dengan kondisi tersebut, sehingga tampak pohon-pohon yang tumbuh itu kerdil.

Keindahan Flora dan Fauna di Papua

papua destinasi wisata hijau
(Keragaman flora dan fauna dari Papua. Dokpri)

Keindahan flora dan fauna itu saking banyaknya membuat ayahku begitu kagum. Dan yang menjadi catatan untuk menjaga kelestarian mereka, tentu tidak boleh sembarangan memetik atau mengambilnya ya. Itu juga yang selalu diceritakan sama ayahku.


papua destinasi wisata hijau
(ini adalah Kangguru Tanah. Doc: MamanAcip)



Aku pernah melihat banyak sekali catatan (dulu saat aku masih SMP) ayahku membuat semacam "buku pintar" untuk mengabadikan bahwa ia telah menemukan flora jenis A, B dan C.

papua destinasi wisata hijau
(hasil bidikan ayahku. Masih banyak koleksi lainnya! Doc: MamanAcip)

Saat kecanggihan semakin luar biasa saat ini, ayahku pun tidak melewatkan untuk memotretnya sampai-sampai membeli lensa tambahan lho untuk menangkap objek dari jarak dekat.

papua destinasi wisata hijau
(Buah-buahan otentik dari Papua. Doc: MamanAcip)

Ayahku juga pernah berujar, baiknya kita tidak berfoto dengan fauna itu secara langsung, karena salah satu menjaga kelestarian dan keberlangsungan hidup mereka. Ayahku juga memperkenalkan salah satu buah-buahan yang menjadi ikonik Papua, yaitu matoa. Jujur aja, aku kurang begitu suka karena rasa antara rambutan dan durian itu gabisa ngemix hehe.


Sosial Budaya dan Masyarakat Setempat

papua destinasi wisata hijau
(Saat ayahku eksis dengan masyarakat setempat. Doc: MamanAcip)


Karakter masyarakat di Papua itu membuat ayahku menjadi sangat-sangat belajar bagaimana beradaptasi ketika harus berada di lingkungan yang membuatnya kita sebut "shock culture" ada berbagai macam tarian dan juga ritual-ritual yang disaksikan secara langsung oleh ayahku.
papua destinasi wisata hijau
(Ritual Adat Sinara. Doc: MamanAcip)

Seperti salah satunya adalah ritual adat Sinara yang dilakukan oleh masyarakat setempat untuk menghormati para leluhurnya sebagai bentuk rasa penghormatan dan juga meminta izin untuk melakukan segala sesuatu (berkegiatan). Ritual ini ditandai dengan persembahan gitu, bisa dengan memotong babi dan Sinara itu sendiri adalah piringan kecil yang dibungkus oleh kain putih dan berisikan segala sesuatu yang dikonsumsi oleh masyarakat Papua, seperti pinang, tembakau dan sirih.
papua destinasi wisata hijau
(Masyarakat Papua. Doc: MamanAcip)

Ayahku juga cerita kalo di Papua itu masyarakatnya belum tersentuh oleh teknologi, ketika diperkenalkan dengan sebuah tab, mereka ini sangat girang dan kadang kala ayahku juga jadi cukup sering menyebutkan kalimat pendek dalam bahasa Papua karena cukup sering berinteraksi selama ayahku dinas.

Mari Berkenalan Dengan EcoNusa!




Jadi EcoNusa atau EcoNusa Foundation ini mengajak kita untuk lebih mengenal tanah Papua dan tentu menjaganya. EcoNusa sendiri merupakan organisasi non profit yang mengelola Sumber Daya Alam secara adil dan secara berkelanjutan yang linier dengan inisiatif-inisiatif lokal.

Kita sebagai anak millenial, akan dengan mudah mengikuti perkembangan hal-hal yang tentu sangat bermanfaat untuk Papua semakin berkembang namun tidak membuat keadaan hijau atau Papua destinasi wisata hijau hilang, akibat dijadikan sebagai tempat pariwisata.

Dan teman-teman bisa simak ada 10 program dari EcoNusa Foundation yang menginspirasi kita untuk terus menghijaukan Papua! 10 Program EcoNusa Foundation diantaranya adalah:

  • Adanya program MaCe (Mari Cerita) Papua sebagai upaya dari konversi hijaunya Papua
  • Sekolah EcoInvolvement 
  • Sekolah EcoDiplomasi yang menggerakan anak-anak muda, para millenial dalam mengkomunikasikan isu-isu terkait yang ada di laut dan juga wilayahnya
  • Jaringan Komoditi Adat
  • Jaringan Ekowisata Adat
  • Koral
  • Pusat Komunikasi Indonesia Timur
  • Gerakan Laut Berkelanjutan
  • Ketahanan Masyarakat Adat
  • Advokasi Kebijakan
Dengan demikian, apa-apa yang menjadi impian travelling para sibat millenial ke Papua ini tidak menimbulkan kemunduran dari apa yang sedang dikembangkan di Papua itu sendiri. Dan ayahku pun berulang kali menyebutkan bahwa tanah Papua itu selalu membuat ia begitu rindu, jadi tidak ada salahnya ketika ayahku begitu menikmati dinas yang berjauhan dengan keluarga namun lagi-lagi Papua menjadi obat rindu itu sendiri. 

Teman-teman adakah yang bermimpi sama seperti aku? Semoga temu adalah obat dari segala rindu, dan melalui kisah dan pengalaman dinas ayahku selama di Papua Barat, mengajarkan bahwa tanah Papua juga mampu memberikan obat kerinduan itu sendiri, dari semua karya cipta Allah dalam bentang alam yang indah dan juga keanekaragaman hayatinya. 

Lihat postingan ini di Instagram

Yuhuuu~ Masih ada waktu 5 hari lagi untuk BPers yg belum submit artikelnya buat lomba blog #WonderfulPapua Yang draftnya masih setengah jalan, yuk segera diberesin. Sayangkaaan kalau sampai kesempatan dapetin hadiah uang tunai senilai total Rp10juta melayang gitu aja hanya karena telat submit 😙 Yuk, dicatat DLnya dan langsung cuss aja isi form submissionnya di landing page lombanya yaaa, BPers ❤️❤️ . . NOTE: Lomba ini terbuka untuk UMUM, tidak terbatas hanya member BP saja. Lomba ini juga tidak hanya untuk perempuan, laki-laki juga sangat diperbolehkan untuk ikut. 1 lagi, lomba ini tidak hanya untuk yg sudah pernah ke Papua. Yg belum pernah ke Papua, tapi cinta keindahan alam Indonesia khususnya Papua juga sangat diperkenankan untuk ikut ya ^^ #LombaBlog #BeradatJagaHutan #PapuaBerdaya #PapuaDestinasiHijau #EcoNusaXBPN #BlogCompetitionSeries #BloggerPerempuan
Sebuah kiriman dibagikan oleh Blogger Perempuan Network (@bloggerperempuan) pada


Enjoy! Tulisan ini juga diikut sertakan dalam blog competition EcoNusaXBloggerPerempuan!

94 komentar

  1. Postingan ini bikin aku rindu almarhum Bapakku Mba. Semoga mba bisa secepatnya melepas rindu dengan Ayah yg dinas di Papua ya.

    BalasHapus
  2. Destinasi impianku ini ya Papua. Pingin banget someday bisa ke sana. Even untuk sekali seumur hidup. Pengen banget ke Raja Ampat. Pengen nyusulin temanku yang lagi dinas di sana.

    BalasHapus
  3. Flora dan Fauna nya sangat beragam dan saya setuju kalau Papua destinasi wisatanya banyak tereksplor harus berbanding lurus juga dengan penjagaan alamnya terutama keperawanan hutannya.
    Saya gak nyangka kalo di Papua juga ada Kanguru :)

    BalasHapus
  4. Transportasi air di Nabire masih sederhana banget ya, tapi memang untuk menjaga kelestarian ya? Biru banget laut, lihat foto hewan dan beragam jenis flora, eksois banget papua. Harus dijaga kelestariannya

    BalasHapus
  5. Papua. Sejak kecil pulau ini memiliki keistimewaan. Banyak sekali cerita tentang Papua yang sebatas katanya. Dengan katanya itu aku jadi ingin bisa membuktikan sendiri kebenarannya.

    Ah, Papua memang indah mbak. Kapan ya bisa ke Papua...

    BalasHapus
  6. Subhanalah indah banget. Papua sih travel wishlist yang masih belom kesampaian. Baca tulisan ini mayan lah berasa jalan-jalan ke Papua :D

    BalasHapus
  7. alam cantiknya banyak ayng belum dieksplore ya

    BalasHapus
  8. Eh di Papua ada kanguru juga kah?
    Senang nih ada Ayah yg sudah bertugas di Papua. Banyak ilmu wawasan dan pengalaman berharga ya pastinya yang dibawa

    BalasHapus
  9. Ternyata ayahnya Grandys pernah tinggal di Papua untuk bekerja ya. Semoga bisa ikutin jejak ayahnya untuk bisa berkunjung ke sana ya. Cantik banget sih emang ya alam Tanah Papua ini

    BalasHapus
  10. Aku juga pengen banget ke Papua mbak. Alam hijau nya yg masih alami dan subhanallah, wisata bahari nya juga gak kalah menakjubkan. Beneran destinasi wisata impian ������

    BalasHapus
  11. Wah Mba Grandy sdh sangat familiar ya dengan tanah Papua krn ayahnya berdinas di sana.. Sayapun pengen suatu saat ke Papua.. Pernah dpt oleh2 kakak sepupu yg pernah tugas di Merauke berupa telor burung Cendrawasih yang dipahat khas Papua. Sampai sekarang telor Cenderawasih tsb masih utuh menjadi pajangan di rumah.

    BalasHapus
  12. Ah wonderful Papua, inginnnnn sekali ke papua waktu itu ingin bergabung di komunitas Kelas Inspirasi Papua. Tapi apa daya tak pernah kesampaian.

    BalasHapus
  13. Masya Allah ada suka dukanya yah long distance sama ayah yang bekerja di Papua. Di satu Sisi harus menahan rindu. Di sisi lain dapat beragam cerita tak terlupakan :') semoga kita berkesempatan mengunjungi Papua dan berbagi keindahannya khususnya d blog kita

    BalasHapus
  14. Senangnya ya kalau bisa ke Papua, merajuk rindu di wisata hijaunya alam.
    Rasanya tak akan berhenti bangga karena Papua ada di negara tercinta kita, wish list banget nih untuk bisa ke sana :)

    BalasHapus
  15. Rasa kangen seorang putri pada ayahnya selama bertugas di Papua, bikin saya tersentuh. Doakan saja dari jauh, ya, Mbak Grandys. Indah banget Papua, tak hanya Raja Ampat yang mendunia, Papua ini bagi saya udah kayak surganya Indonesia dari Timur. Indah banget, saya juga pengen ke sana.

    BalasHapus
  16. Salah satu hal yang membuat penasaran akan papua adalah gunung saljunya. Kok bisa ada gituuy di indo yang iklim tropis ini.. semoga someday bisa kesanaa xD

    BalasHapus
  17. Klau lihat foto2 si ayah. Alam papua itu indah banget ya. Wah, ayo mbak ke papua. Aku pun jd pengen jaln2 ke sana. Tapi kl ke raja ampat kudu nbung yang banyak nih.

    BalasHapus
  18. Papua memang memukau ya. Banyak sekali keunggulan pariwisatanya terutama di bidang Alam & budayanya

    BalasHapus
  19. Papua memang betul-betul bak syurga wisata ya k, keindahannya masih terjaga semoga terus sampai kapanpun terjaga agar anak cucu kita selalu tahu keindahan papua ini. Semangat k, saya juga ikutan lomba ini sukses bersama ya k aamiin

    BalasHapus
  20. Sudah seharusnya kita ikut menjaga surga hijau yg tersembunyi di Papua ini. Supaya kelak anak cucu kita masih bisa melihat keindahan aslinya.

    BalasHapus
  21. Temu adalah obat segala rindu..Semoga saya dan Mbak Grandys bisa juga seperti Papanya menyaksikan sendiri keindahan surga di Papua.
    Foto-foto Papanya bikin saya makin pengin ke Papua :)

    BalasHapus
  22. Iya loh, turis domestik malah belum banyak yang ke Papua, mahal sih transportnya.

    Jadi ingat pas di bandara Makassar, ketemu sama turis dari perancis, kami sama-sama menanti penerbangan ke Sorong. Dia cerita kalau bersama rombongannya mau ke Raja Ampat, terus dia ngajak saya bareng aja karena saya pergi sendirian. Di kiranya saya mau ke Raja ampat juga. Padahal saya sendirian bukan solo travelling, tapi ada tugas kantor ke Sorong

    BalasHapus
  23. Ka grandys, yuk kita ke papua bareng huhu.. menikmati banget akutu tulisan ini.. dan serasa akupun ada disana ikutan menikmati sumber daya alam yang ada dipapua.. tapi memang lebih puas lagi bisa menyaksikan langsung keindahan alam papua ya.. huhu mau banget akutu

    BalasHapus
  24. Papua nih bener-bener keren banget ya mbak. Pemandangannya bagus, budayanya juga nggak kalah menarik dan patut untuk dilestarikan.

    BalasHapus
  25. Dan ternyata Papua itu punya banyak destinasi wisatanya, ya. Jujur sih, aku belum terpikirkan bisa traveling ke PAPUA, tapi gegara liat postingan ini, jadi mau banget ke sana. Ya, semoga segera kesampaian. huhuu...

    BalasHapus
  26. Wahh sangat beruntung ya mbak bisa menikmati keindahan alam papua secara langsung.

    Klo aq selain raja ampat, juga pgn ke lembah baliem

    BalasHapus
  27. Kalau lihat gambar2 destinasi Papua tuh bener2 indah banget ya kak. Karena alamnya masih aseli blm bnyk dijamah Manusia. Semoga ECO NUSA dapat menjadi pendamping dan penghubung bagi pemangku kepentingan, penduduk, asli, investor dan wisatawan untuk bersama menjaga alam Papua.

    BalasHapus
  28. Baru tahu tentang EcoNusa Foundation ini. Semoga dengan semakin tereksposnya Papua sebagai destinasi wisata yang indah, Eco Nusa bisa membantu masyarakat menjaga alamnya supaya nggak rusak.

    BalasHapus
  29. Wah jadi ayahnya masih aktif dinas di sana ya? Dulu suamiku mau dikirim ke sana juga tapi akhirnya ada kebijakan perusahaan ngirim yg msh lajang aja hehe :D
    Iya bener ke Papua mihil :(
    Moga segera ada pembangunan di sana, tiket jd lbh murah. tentu aja pembangunannya yang ramah lingkungan. Jd wisatwan domestik jg bisa melihat negerinya sendiri, gk cuma turis asing dan org kaya aja yg bisa ke sana ya hehe

    BalasHapus
  30. Wah menarik banget kisah ayahmu selama menjelajah di Papua. Kamu ga tergoda tinggal di sana aja? heheh...

    BalasHapus
  31. Aku belum pernah berkunjung ke Papua nih mbak, kayaknya bagus-bagus banget wisata alamnya. Aku jadi penasaran dan kayaknya bakal aku masukin ke list destinasi wisata yg wajib dikunjungi🤭. Semoga ada rezeki dan bisa kesana.

    BalasHapus
  32. Saya juga punya mimpi yang sama. Apalagi sejak suami pernah ada kerjaan di sana. Rasanya senneg banget denger cerita tentang keindahan Papua

    BalasHapus
  33. Iya banget deh. Traveling ke Papua itu impian pisan. Bisa melihat sendiri alamnya yang indah, kekayaan alamnya yang melimpah, dan budayanya yang unik pasti akan jadi momen yang tak akan terlupakan. Aamiin, semoga bisa terwujud ya impiannya.

    BalasHapus
  34. Mengenal Papua, walaupun hanya lewat ayah, pasti ada kebahagiaan lebih. Karena ada kenangan dan kerinduan di situ.

    BalasHapus
  35. Waaa...indah juga ya Papua.
    Tapi baca ini, jadi inget alm.ayahku. Rindu.

    BalasHapus
  36. Wahh, ayahnya di tengah-tengah kesibukan bekerja di sana juga suka eksplorasi keindahan alam maupun ritual adat di sana yaa... Berbagi pula di medsos, jadi pengetahuan orang pun ikut bertambah soal Papua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Postingannya beliau pasti jadi wawasan baru buat netizen. Karena gak banyak yang tau tentang Papua. Mungkin karena letaknya di ujung ya Mba..
      Tapi Papua beneran indah bener..

      Hapus
  37. 10 program econusa ini relwvan banget saat ini ya. Apalagi sedang booming apapun itu ya g berbau "eco" demi menjaga bumi ini. Terutama juga menjaga tanah papua yang masih hijau.

    BalasHapus
  38. Wah gila sih ini. Aku pengen banget bisa jalan-jalan ke Papua. Dulu sempat diceritain teman soal Papua. Emang indah banget tapi katanya adatnya keras disana. Jadi agak takut juga.

    Cuma setelah baca imi duh malah makin pengen kesana. Hehe.

    BalasHapus
  39. Papua memang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Saya pingin sekali bisa berwisata kesana

    BalasHapus
  40. Bagus ya Papua. Hebatnya Indonesia, setiap daerah punya karakter dan potensi masing-masing. Semoga program EcoNusa bias terus berlanjut dan melibatkan masyarakat setempat ya Mbak...

    BalasHapus
  41. Memang Papua selalu menyajikan cerita tersendiri ya mba Grandys.
    Asyiknya ayah yang bekerja di tempat indah itu . Meskipun jauh dari pusat ibukota negara, tapi rasa bahagia karena berada di Papua memberi kesan tersendiri.
    Semoga Papua tetap indah ya Mba.. terjaga dengan baik sebagai wisata dan hutan yang masih belum terjamah..

    BalasHapus
  42. Ayah mba beruntung ya bisa dinas di Papua, bisa menyaksikan langsung keindahannya. Dari buah-buahan, bermacam binatang hingga aneka anggrek komplit bgt ada di tanah Papua.

    BalasHapus
  43. ah aku belum pernah ke papua aja rindu haha, bagaimana jika bisa traveling ke papua. wah bisa-bisa rindu berat dan mau datang lagi. emang papua banyak destinasi wisata yang bikin rindu ya. aku juga mau main-main ke papuaaa.

    BalasHapus
  44. Saya belum pernah ke papua kak grandys..doakan ya semoga kebagian tugas ke daerah timur sana ..amin

    BalasHapus
  45. lihat foto2nya Ayahnya Mbak Grandy kece abis ya, gaul lagi punya IG hihi, emang keindahan papua bikin jatuh cinta dan mupeng ke sana ya Mbak

    BalasHapus
  46. Salut dengan papamu mbak, jadi banyak cerita ya. Tahun 87an alm.ayahku juga pernah dinas selama sebulan di Merauke, dulu namanya belum Papua, masih Irian Jaya, banyak cerita yang unik dan indah yang bisa kudengar dari ayah

    BalasHapus
  47. Wah mimpiku tentang Papua smakin nyata. Jd bener2 pngen ke Papua lihat jeindahan alamnya, masyarakat, kebudayaan, flora dan faunanya. Mmm...smngat menabung...

    BalasHapus
  48. Yang saya tangkap dari tulisan ini, Mbak Grandys sudah mengimpikan mengunjungi tanah Papua bahkan sejak kecil ya. Memang bentang dan kekayaan alam Papua itu luar biasa, saya pun pengen ke sana

    BalasHapus
  49. Keindahan papua memang tak terperi.
    Hanya saja mahal ya tiket ke sana hehe
    Pengen lihat sarang semut di sana, bawah lautnya juga

    BalasHapus
  50. Keindahan papua memang tak terperi.
    Hanya saja mahal ya tiket ke sana hehe
    Pengen lihat sarang semut di sana, bawah lautnya juga

    BalasHapus
  51. Masya Allah takjub dengan keindahan Papua yang kalau dilukiskan bisa panjang ya. Semoga bisa Travelling ke Papua ya Ndys, aamiin

    BalasHapus
  52. Mbak itu ritual Sinara babinya dipukuli sampai mati ya? Huhuu gak tega aku Mbak meskipun itu babi. Tp begitulah kepercayaan adat setempat ya. Sebagai manifestasi penghormatan pada leluhurnya. Mungkin membuang sifat2 jelek manusia yg mirip sifat hewan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nice banget ya Mba Grandys bisa mendokumentasikan dengan baik kisah ayahnya pas penempatan tugas di sana. Papua memang luar biasa indah ya alamnya, Masyaallah

      Hapus
  53. Wow, papanya Grandys ternyata pernah dinas jauuuuh sekali di Papua ya. Emang deh destinasi hijau Papua itu banyak banget sampai2 aku juga bingung pilih yg mana dulu. AKu mimpi kepengen bertandang ke Raja Ampat dan Lembah Baliem.

    BalasHapus
  54. MashaAllah indahnya alam papua.. sudah lama saya mendambakan bisa menginjakkan kaki di tanah papua, membaca tulisan ini seakan saya sedang berada disana, menikmati keindahan destinasi wisata hijau papu.. dan semakin berharap semoga suatu hari nanti bisa ke tanah papua

    BalasHapus
  55. ASLI AKU TUH DARI SEGALA MACAM RUPA KEINDAHAN INDONESIA, AKU PALING PENGIN KE PAPUA! Terus semalam vcall sama temanku, dia bilang, "Kalian kalo ada rezeki main ke Papua jangan lupa mampir ke rumah gue ya, gue tinggal di Raja Ampat sekarang." Terus sekarang diracunin soal Papua lagi di tulisan ini. Mantap. Nabung, nabung~

    BalasHapus
  56. destinasi impian aku :') btw ya buah otentik papua satu lagi buah merah! sayangnya belum banyak yang tau buah ini hehe

    BalasHapus
  57. Seru dan banyak sekali pengalamannya sepanjang berada di Papua nih, ayahnya Mba Grandys. Jadi ikut merasakan bahwa papua benar benar salah satu destinasi yang sebaiknya dikunjungi juga oleh kita kita sebagai anak bangsa Indoensia, biar lebih banyak mengenal saudara saudara kita di Papua sana.

    BalasHapus
  58. aku juga sangat berharap bisa bermain ke Papua. Selama ini hanya bisa mendengar cerita dari suami aja yang sudah beberapa kali melakukan perjalanan menggunakan motor untuk mengelilingi Papua :)

    BalasHapus
  59. Aku penasaran sama Buah Matoa itu... oh ya, aku juga baru tahu kalau di Papua itu ada Kangguru ya? Kirain cuma di Australia aja adanya ... wkwkwkwk... semoga nanti bisa juga travelling ke Papua dan alamnya masih terus terjaga sampai sekarang.

    BalasHapus
  60. Papahnya kece bangeeet eh bisa jadi travel bloger ka Grandys hihih XD pastinya kalau berkunjung ke wisata hijau di sana seneng banget dah melihat aslinya. Kangguru versi Papua gimana nyak, penasaran juga ngga perlu nyebrang ke ostrali

    BalasHapus
  61. Meskipun Papua masih di Indonesia juga, kalau bekerja di Papua, memang jadi jarang berjumpa ya, Grandys. Untuk menuju kesana saja butuh waktu lama. Dulu sih transitnya kalau nggak di Ambon ya di Makassar. Sekarang masih begitu nggak, ya?

    Kalau menceritakan adalah orang terdekat kita langsung, rasanya lebih 'nyesss' dan semakin ingin kesana, ya ...

    BalasHapus
  62. masyaallah keindahan alam papua begitu indah, hope one day I will arround all the hidden paradise there, semoga Allah mengabulkan ya Allah, sering dengar dari cerita teman yang asli orang sana dan baca-baca buku tentang papua begitu indah, see you soon Papua, beruntung sekali ayahnya bisa kerja di sana ka

    BalasHapus
  63. Tentu sudah banyak cerita sehingga tak pernah lupa akan kenangan bersama ayah.
    tiap tempat yang pernah dikunjungi menjadi cerita tersendiri, duh aku pun ingin kesana juga.

    Karena di Papua emang destinasinya luar biasa indah,wajar jika yang sudah pernah mengunjungi Papua ingin balik lagi.

    BalasHapus
  64. Moga wabah Corona segera berlalu, ekonomi stabil lagi dan aku bisa kerja serta ngumpulin uang lagi. Biar bisa travelling ke Raja Ampat menikmati alam Papua

    BalasHapus
  65. jauh jauhan sama ayah di Papua ya. aku kok inget teman saya ya yang kerja di Papua. tiap dua minggu pulang ke Tulungagung. habis itu ke Papua lagi. capek di perjalanan. Papua keren emang. Bikin betah sama pemandangannya.

    BalasHapus
  66. Ya ampuun aku udah bpring banget hampir 1 bulan di rumah aja. Setiap bangun tidur berharap hari sudah berubah tidak ada corona. Baca tulisan travelling gini bikin hiburan dan semangat

    BalasHapus
  67. Perjalanan Ayah menyenangkan ya mbak dan saya pengen banget melakukan perjalanan ke Papua suatu saat nanti. Melihat kekayaan alam dan berbagai flora dan fauna yang dimiliki.

    BalasHapus
  68. Aku pun sangat berkeinginan nih melangkahkan kaki hingga ke Papua. Di sekolah saat mengajar anak-anak pun sering mengedukasi tentang keindah Papua ini juga.

    BalasHapus
  69. Wah quote nya bener banget perlu ke papua ya rasanya tidak bisa melihat di peta atau apapun punya daya tarik

    BalasHapus
  70. Papua ini indah dan asri sekali. Merencanakan hari tua hidup di sana kyknya menarik jg ya

    BalasHapus
  71. Aku belum pernah ke Papua. Baca ini eh kok jadi rimdr juga.. destinasi wisata hijau nya bikin betah. Serasa aku berada disana juga nih. Buah-buahan otentiknya bikin penasaran. Ahh jadi rindu bapak di kampung hiks

    BalasHapus
  72. Aah bahagianya bisa mendapatkan cerita tentang Papua langsung dari ayah yaa.. Aku yang baca artikel ini dan lihat foto-foto ayahmu jadi pengin mengunjungi Papua. Alamnya indah banget yaaa..

    BalasHapus
  73. Kok impian kita samaan sih haha.. Dari dulu banget pengen traveling ke Papua. Semoga segera terwujud Aamiin

    BalasHapus
  74. Masya Alloh tanah papua ini memang menyimpan keindahan alam yang luar biasa.Pengalaman berharga bgt ya buat ayahnya grandys bisa tugas di papua.
    Meskipun harus jauh dgn keluarga, tapi krna tugas jdi harus dijalani dgn ikhlas, dapat bonus menikmati indahnya tanah papua.

    BalasHapus
  75. Aku tahu rasanya kangen pada ayah, inj jauh pula bertugas di Papua. Doakan saja dari jauh, ya, Mbak Grandys. Indah banget Papua, tak hanya Raja Ampat yang mendunia, Papua ini bagi saya udah kayak surganya Indonesia dari Timur. Indah banget, saya juga pengen ke sana.

    BalasHapus
  76. Ah Papua! Di antara pulau2 besar lainnya tinggal Papua yang belum kujejaki nih :')

    beneran yah hutan d Papua itu masih hijau banget, Masih terjaga. Plus wisata baharinya .Semoga selamanya bakal terjaga, jangan sampai tercemari :')

    BalasHapus
  77. Mau juga ke Papua, tapi mau berkunjung aja nggak mau menetap tinggal hehe.

    BalasHapus
  78. waaawwwwww ayahnya di papua toh mbak grandis,, moga sehat selalu ya

    pssti tiap saat tiap waktu apalagi klo pas plg kampung mba grandis dihujani beribu cerita tentang pesona papua ya,,


    ahhh akupun mau keesanaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    BalasHapus
  79. Selain laut, Papua kaya akan pepohonan, hutan yang ijo2 dan udah pasti banyak banget flora dan fauna yang sangat eksostis ya mbak :D

    BalasHapus
  80. Papua ini keindahannya sungguh masih alami yaah..gak hanya alamnya, masyarakat ya pun.

    Sungguh memesona.

    BalasHapus
  81. Masya Allah, beruntungnya mbak punya ayah yang luar biasa, terlihat dari foto-foto hasil jepretan beliau yang sangat apik dan indah. Semoga bisa melepas kangen ya.

    BalasHapus
  82. Keindahan Alam Papua memang bikin aku pribadi pengen mengunjunginya, terlebih Raja Ampat.

    BalasHapus
  83. Kebayang betapa rindunya sama ayah. Aku yang cuma ditinggal umroh 9 hari aja udah ngga tahan sama kangennya. Apalagi mba grandys yaa. Semoga bapak di papua sehat-sehat selalu hingga bisa kumpul lagi sama keluarga

    BalasHapus
  84. Aku juga pengen banget bisa berkunjung ke Papua. Banyak hal yang bisa dieksplorasi. Tentunya berharap juga keindahan alam & hutannya yg masih hijau bisa tetap lestari.

    BalasHapus
  85. liat postingan ini aku jadi tambah pengen ke papua,pengen snorkling disana menikmati alam yang masih asri

    BalasHapus
  86. Semoga destinasi papua ini bisa terus dikembangkan sehingga makin banyak yang bisa datang ke sini. Pasti bangga ya punya ayah yang dinas di sana, aku jadi membayangkang sudah berapa banyak cerita mengenai papua yang kakak tau melihat di postingan ini aja aku udah baca banyak

    BalasHapus
  87. Senangnya bisa leluasa menjelajah keindahan papua ya mba. Pemandangan alamnya memang luar biasa

    BalasHapus
  88. ayahmu keren sekali... alhamdulillah pernah nginjek tanah papua juga, tapi nggak sempat eksplore seperti ayahmu, karena di sana dalam rangka kerja... semoga dapet kesempatan liburan di sana

    BalasHapus
  89. Indah banget ya papua, smang papua tuh bakalan selalu jadi destinasi wisata yang gak boleh terlewatkan. Wajib banget ke sini.

    BalasHapus
  90. Papanya mbak grandis udah ngajari dari kecil untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, dari pengalamannya sungguh menarik semua
    Papua destinasi favorit saya juga ini, kultur budaya, alam dan masyarakatnya menarik untuk dikunjungi

    BalasHapus
  91. Pada akhirnya papua bukan cuma soal keindahan alamnya aja ya kak, tp ada melankolis yg membuat papua jadi jauh lebih indah

    BalasHapus
  92. Menarik banget ternyata wisata di Papua ini, ya mbak.
    Saya tahunya hanya Raja Ampat, itu oun masih dari cerita, blm pernah ke sana.

    BalasHapus