Covid-19: 7 Hal Patut Disyukuri Serta Hadirnya Pusat Informasi Corona Bantu Lepas Dari Masa Kesulitan Ini

covid-19 dan hal-hal yang patut disyukuri
(covid-19 dan hal-hal yang patut diyukuri. Dokpri)

Begini pendapat aku dan suami kala itu melihat sebuah postingan Ummu Balqis, terkadang dari hal itu bisa jadi bahan diskusi yang sehat.

Disaat covid-19 sedang melanda kita semua di dunia ini, ada pentingnya untuk menjaga kewarasan diri kita sendiri dan juga keluarga. Pengalaman selama satu bulan atau genap satu bulan kami sekeluarga (aku dan suami) melakukan Work From Home ini tentunya merubah tatanan dan juga life style dan yang paling berasa adalah dalam segi finansial. 

Curhatan seorang mamah muda selama self quarantine covid-19

Kalo mau berbicara soal apa saja yang membuat kita merasa kurang dan akhirnya was-was adalah ketidak jelasan akan kapan wabah pandmic ini akan berakhir. Kita semua juga berdoa yang terbaik agar segera usai permasalahan penyebaran virus pandemic ini yang tentu dengan bekerja sama. 

Dan terhitung tidak mudah bagi beberapa orang untuk tetap stay at home, dalam artian dia harus tetap bekerja karena penghasilan yang ia dapatkan adalah harian, jika tidak keluar rumah, ia tidak bisa menghidupi dirinya dan juga keluarganya. Lalu aku juga melakukan hal-hal yang membuat agar selama dirumah aja buat yang bisa dirumah aja, untuk terus bersyukur, bisa merasa tercukupi dan berdoa untuk para pejuang yang masih harus berada di luar rumah, menghidupi bahkan menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran covid-19 ini seperti para tenaga medis. 

Langkah-langkah dan himbauan pemerintah saat ini meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga kebersihan diri, keluarga dan juga lingkungan rumah, menghindari dengan sedikitnya kontak ketika mengharuskan kita keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan pokok (buat ibu-ibu) nih.

Butuh Pusat Informasi Korona yang Kredibel

covid-19 dan hal-hal yang patut disyukuri
(Pastikan selama masa covid-19 kita cari ke pusat informasi korona yang kredibel ya. Dokpri)

Kita juga perlu pusat informasi korona yang kredibel, dapat dipercaya, karena saat ini rasanya sungguh blunder kalo baca-baca berita diluar sana dan aku yang type mudah overthinking ini merasa kalo semakin baca berita malah semakin mudah ke-triggered, oleh sebab itu mencoba banget untuk memilah mana berita yang dapat diterima dengan baik, tentu malah bukan menjadi parno. Oleh sebab itu aku mau sharing kegelisahan itu menjadi sebuah rasa syukur ditengah pandemi covid-19 ini karena selalu ada hikmah dari setiap adanya keterbatasan, cobaan ataupun kehilangan.

Kalo berbicara mengenai kekurangan, memang manusia rasanya selalu merasa kurang, pertanda dari diri ini yang tidak penuh rasa syukur dan banyak maunya (ya namanya juga manusia). Lalu ditengah pandemi covid-19 ini banyak yang menyuarakan keresahan dan juga kekhawatiran mereka, apalagi yang sudah berkeluarga, memiliki banyak anak, dan juga yang memiliki bisnis, walaupun terlihatnya mengalami omset ratusan juta, mereka harus membayar karyawan tanpa adanya proses produksi, karena diberlakukannya physical distancing dan juga PSBB, menyarankan para karyawan untuk WFH. 

Stop mengeluh soal corona, fokus pada hal-hal yang patut disyukuri

covid-19 dan hal-hal yang patut disyukuri
(Covid-19 kita harus tetap tersenyum semangat menghadapi hari-hari berat selama masa self quarantine. Dokpri)

Iya kalo bisa WFH, kalo pekerja produksi, yang bekerja harus on site kayak gimana, mau tidak mau itu jadi permasalahan tersendiri memang dan kita kalo mau ngeluh ya ngeluh banget. Dan juga kebutuhan selama dirumah aja itu ya menjadi meningkat karena kebutuhan makan, buat para ibu-ibu pasti berasa banget, harus siapkan makanan selama 3x sehari, belum lagi camilannya.

Dan juga dalam pemakaian kuota internet yang terus menerus dan itu tidaklah sedikit, penyedotan kuota internet selama WFH yang menggunakan aplikasi teleconfrence itu cukup membuat kita bolak-balik harus isi ulang paket kuota hingga akhirnya memilih untuk menggunakan Wifi. Yang membuat kita banyak mensyukuri hal-hal yang terjadi dalam masa self quarantine ini diantaranya: 

1. Tidak ada pengeluaran untuk transport

covid-19 dan hal-hal yang patut disyukuri
(covid-19 membuat tak ada uang transport selama self quarantine. Dokpri)

Disadari atau tidak tapi paling ga semua bakal kerasa sih kalo pengeluaran dari segi transport itu lumayanan banget kan yah. Dengan adanya pandemi covid-19 dan adanya pembatasan interaksi dalam bersosialisai, beberapa kantor termasuk kantor suami melakukan tinjauan untuk meetiing dan bekerja di rumah. Namun, untuk suami tetap masuk satu minggu sekali (sebelum terjadinya PSBB) untuk mengikuti jadwal piket. Karena semuanya dari rumah, ga ada uang bensin dan juga e-toll kan ya otomatis ini mah! 

2. Tidak jajan kopi-kopi dan juga nongkrong syantik 

Kalo diingat-ingat terakhir aku bisa nongki itu kayaknya pas masih kerja di Bandung dan itu juga saat weekend atau lagi mumet sama kerjaan kantor. Nah, walaupun sekarang freelance tapi aku sangat menyadari hasrat untuk nongkrong dan itu semakin tipis prosentasenya, alhamdulillah sih.

Namun yang masih susah adalah jajan kopi-kopi atau makanan kekinian yang bisa diorder saat lagi ada acara gitu (pas belum ada self quarantine covid-19 ini). Eh tapi jangan salah, karena dirumahaja, ya sekarang ini malah bertebaran transaksi secara daring baik dari e-commerce dan juga sosial media namun ya itu lebih baik dong, meningkatkan daya jual beli di masa pandemi covid-19 ini, cuma harus cermat mengatur keuangannya ya guys. 

3. Diakui oleh para ibu-ibu jatah jajannya anak-anak berkurang

Iya sih ada beberapa yang aku tau dari WAG melihat bahwa tidak adanya uang jajan sehari-hari buat mereka (anak sekolah) namun sebaliknya sang ibu jadi sigap banget jadi koki dari beberapa jam dalam seharian. Karena anaknya ga kuat sedikit-dikit udah tengok ke kulkas untuk mencari camilan hihi. 

4. Menjadi pembelajar dengan skill yang baru
covid-19 dan hal-hal yang patut disyukuri
(Banyak kelas online selama masa covid-19. Dokpri)

Aku seneng banget karena selama self quarantine ini selain bisa lebih fokus untuk membuat konten, aku juga bisa nambah ilmu dengan mengikuti kelas-kelas daring yang diadakan oleh beberapa komunitas, baik komunitas blog atau platform pembelajaran seperti Academy Skill yang aku ikutin trainign SEO. 

5. Tidak mendengar omongan berisik dari para ibu-ibu rumpi di tukang sayur

Menjadi pasnagan muda itu mengantisipasi omongan para ibu-ibu senior yang terkadang bikin jadi ujian tersendiri itu bisa lewat dari adanya self quarantine ini, karena pembelian sayur aku putuskan secara online atau aku sudah ada langganan tukang sayur, jadi bisa langsung dianter ke rumah. Nah suka banget kalo ketemu ditukang sayur, suka adanya kasak kusuk buat update cerita yang menurutnya hot news! 

6. Menjadi jawaban atas pertanyaan "kok kerja dari rumah emang bisa?" 

covid-19 dan hal-hal yang patut disyukuri
(covid-19 juga bikin aku terhindar dari buibu hobi rumpik nan julid. Dokpri)

Ini adalah hikmah yang bisa aku rasakan saat merasakan self quarantine di rumah dan alhamdulillah dalam masa sulit seperti ini tuh ada saja hal-hal yang bisa dikerjakan sehingga tidak membuat aku berdiam diri, dan juga menampik pertanyaan dan juga tatapan skeptis dari orang-orang yang meragukan apa bisa kerja dari rumah? 

Karena selama masa covid-19 ini udah banyak banget kan kita lihat di social media, orang-orang berbondong-bondong melakukan hal yang bisa mengundang penonton untuk betah melihat apa yang bisa dikerjakan dia, dari resep, membuat lawakan, hingga kita tau seorang Bintang Emon sang Komika yang saat ini naik daun karena video singkatnya mengenai ajakan untuk dirumahaja itu ngena banget di masyarakat. W'll see, apapun yan dipertanyakan pasti ada jawabannya. 

7. Internet dan teknologi membuat kita makin mengerti pentingnya kehadiran keduanya

Dalam masa ini juga, aku yang bersyukur banget, mamah dan ayah di rumah bisa menggunakan media teleconfrence untuk berkomunikasi bersama anak dan cucunya yang tidak serumah, lalu juga bisa streaming pengajian secara online, jadi selama dirumahaja, rohani tetap terisi dan juga bisa membuat seimbang dari pikiran-pikiran kita yang membuat jadi semakin insecure karena masuknya pemberitaan mengenai covid-19.

Jadi, buat teman-teman memang dimasa sulit ini, kita bareng-bareng sedang menghadapi semuanya bersamaan. Aku juga gatau bagaimana sulitnya kondisi ini dari setiap keluarganya tentu berbeda ya, karena ya sekarang secara logika pendapatan akan berkurang, dan kalo tiba-tiba tagihan mengenai beberapa tagihan yang harus dibayar seperti misal pas banget di bulan Mei itu akan ada perpanjangan kendaraan, menyambut bulan Ramadhan untuk tidak mudik dulu. Insya Allah ada hal-hal yang bisa kita syukuri dari hadirnya covid-19 ini. Semangat semua ya manteman!


2 komentar

  1. Nomor 3 di atas, anak saya protes jadi g pny duit. Dia hitung perminggu dapat sekian. kali 4 minggu wow aku kaya katanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha lucu banget diaa, jadinya calistung banget hihi

      Hapus